Pengaruh Residu Pembenah Tanah terhadap Serapan Hara dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill)

Desy Bardiana, Ainun Marliah, Sabaruddin Sabaruddin

Abstract


Abstrak. Pembenah tanah adalah bahan organik yang dapat digunakan sebagai bahan alami untuk mempercepat pemulihan atau perbaikan kualitas tanah dan permasalahan yang ada pada tanah. Penelitian ini di laksanakan 21 September sampai 14 Desember 2018 di kebun percobaan dan Laboratorium Tanaman dengan menggunakan Varietas Dena 1. Rancangan digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok non faktorial. Faktor yang dicobakan adalah residu pembenah tanah. Parameter yang diamati adalah berat berangkasan basah perrumpun, berat berangkasan kering perrumpun, serapan hara, berat biji kedelai perplot, berat 100 biji, jumlah dari polong berisi perrumpun, jumlah polong hampa perrumpun, berat biji normal perrumpun, berat biji kisut perrumpun, jumlah biji normal perrumpun, jumlah biji kisut perrumpun persentase biji normal perrumpun dan potensi. Hasil dari penelitian residu pembenah tanah sangat berpengaruh pada berat biji normal perrumpun, berat biji kisut perrumpun, jumlah biji normal perrumpun, jumlah biji kisut perrumpun, jumlah polong berisi perrumpun dan berpengaruh tidak nyata terhadap berangkasan basah perrumpun, berat berangkasan kering perrumpun, serapan hara, jumlah polong hampa perrumpun, berat kedelai perplot, berat 100 biji dan potensi hasil kedelai. Hasil yang terbaik terdapat pada residu pembenah tanah kotoran sapi 20 ton ha-1 + N dan K.

Effect of Soil Amendment Residues on Nutrient Uptake and Yield of Soybean (Glycine max L. Merrill)


Abstract. Soil amandment are organic materials that can be used as natural ingredients to accelerate soil recovery or improvement in soil quality and soil problems. So as to increase plant growth. This research was on 21 September of 14 December 2018 in the experimental field soil and plant Laboratory by using variety Dena 1. This research uses a non factorial randomized block. The factor that was tried was the soil remover residue. The parameters observed were weight perclump, dry weight perclump, nutrient uptake, soybean seed weight perplot, weight 100 seeds, number offilled pods perclump, number of empty pods perclump, normal seed weight perclump, seed weight wrinkles perclump, number of normal seeds perclump, number of abnormal seeds perclump percentage of normal seeds perclump and potential yield. The results of residue research soil amendment showed that the treatment of soil amendment very significant effect on the weight of  normal seeds perclump, the weight of abnormal seeds perclump, number of normal seeds perclump, number of abnormal seeds perclump and number offilled pods perclump but no significant effect on fresh weight plant perclump, dry weigh the plant perclump, nutrient uptake, number of empty pods perclump, soybean weight perplot, weight of 100 seeds and soybean yield. Results the best are found in the residues of soil amendment cow manure 20 tons ha-1 + N and K.



Keywords


Pembenah tanah; serapan hara; kedelai; soil amendment; nutrient uptake; soybean

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik. 2015. Data Produksi Tanaman Jagung, Padi dan Kedelai. Sumatera Utara, Medan.

Brown, R. 2009. Biochar Production Technology. In: Biochar for Environmental Management: Science and Technology (Eds). J. Lehmann & S. Joseph.2009. Biochar for Environmental Management. First published by Earthscan in the UK and USA in 2009. 416 p.

Gunarto, L., Z. Nunung, dan E Yuniarti. 1992. Efektivitas Simbiotik dan Distribusi Pembintilan Kombinasi Beberapa Mutan Kedelai. Pusat Applikasi Isotop dan Radiasi. Batan.

Indranada, H. K. 1994. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Bumi Aksara. Jakarta.

Lakitan, B. 2004. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Gravindo Persada, Jakarta.

Pradopo, R. 2000. Pengelolaan Tanah untuk Budidaya Tanaman Lombok pada Sistem Pertanian Organik. Laporan Kerja Lapangan. Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta.

Sarief, E. S. 1986. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana, Bandung.

Soil Survey Staff. 2014. Keys to Soil Taxonomy. United States Department of Agriculture. Natural Resources Consevation Service. USA.

Suhardi, 2002. Hutan dan Kebun Sebagai Sumber Pangan Nasional. Kanisius, Yogyakarta.

Suriadikarta, D.A., T. Prihatini, D. Setyorini, dan W. Hartatik. 2005. Teknologi pengelolaan bahan organik tanah. Hlm. 169-222 Dalam Teknologi Pengelolaan Lahan Kering. Pusat Penelitian Tanah dan Agrklimat. Badan Litbang Pertanian.

Sudarto, M. Z, Awaludin H dan Ari S, 2003. Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays). Pastura (1): 2.

Sugito, Y., Y. Nuraini, dan E. Nihayati. 1995. Sistem Pertanian Organik. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang.

Susilo, H. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia. Press Salemba, Jakarta.

Sutedjo. 1999. Pupuk Dan cara Pemupukan. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Tan, K.im H. 1986. Degradation of Soil Minerals by Organic Acid. SSSA Publ. 17: 1-25.

Taufiq, A., H. Kuntyastuti, C. Prahoro, dan T. Wardani. 2006. Pemberian kapur dan pupuk kandang pada kedelai di lahan kering masam. Peningkatan Produksi Kacang-kacangan dan Umbi-umbian Mendukung Kemandirian Pangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.

Winarso, S. 2005. Kesuburan Tanah.Gava Media, Jogjakarta.

Yulfianti CE. 2011. Efek sisa pemanfaatan abu sekam sebagai sumber silika (Si) untuk memperbaiki kesuburan tanah sawah [skripsi]. Padang :Universitas Andalas.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v5i1.13836

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id