Proses Anaerobic Co-digesi Manur Sapi Dengan POME (Palm Oil Mill Effluent) Menggunakan Reaktor Semi Kontinu

Novi Diana, Ramayanty Bulan, Darwin Darwin

Abstract


Abstrak. Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya alam yang melimpah serta mempunyai potensi yang baik di bidang peternakan, namun selama ini belum dikembangkan sepenuhnya. Hal ini disebabkan sebagian besar peternakan di Indonesia adalah peternakan yang bersifat tradisional, termasuk dalam pengolahan hasil dan limbahnya. Sapi merupakan ternak yang menghasilkan limbah cukup banyak seperti feses, urine dan manure. Manure adalah segala sisa buangan atau limbah yang berasal dari suatu kegiatan usaha peternakan, baik limbah padat maupun limbah cair, dimana limbah tersebut dapat dijadikan sebagai sumber bahan energi alternatif biogas. Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari fermentasi anaerobik biomassa yang dilakukan oleh bakteri melalui beberapa tahapan yaitu hidrolisis, asidifikasi dan metanogenesis. Kandungan utama biogas adalah metana dan karbondioksida. Proses pengolahan anaerobik merupakan proses penguraian bahan organik di dalam limbah oleh mikroorganisme dengan kondisi tanpa oksigen. Aktivitas mikroorganisme anaerob dipengaruhi oleh suhu. Mikroorganisme anaerobik golongan mesophilik hidup pada kisaran suhu 25oC-40oC dengan suhu optimum 35oC. Ada beberapa parameter dalam produksi biogas yaitu suhu, pH, TDS, TS, VS, COD dan TKN.

Anaerobic Co-digestion Process of Cow Manure with POME (Palm Oil Mill Effluent) Using Semi-Continuous Reactor

Abstract. Indonesia is one of the countries with abundant natural resources and has good potential in the field of animal husbandry, but so far it has not been fully developed. This is due to the fact that most of the livestock in Indonesia are traditional, including in processing their products and their waste. Cattle are livestock that produce quite a lot of waste such as feces, urine and manure. Manure is any residual waste or waste originating from a livestock business activity, both solid and liquid waste, where the waste can be used as a source of alternative biogas energy. Biogas is a gas produced from anaerobic fermentation of biomass carried out by bacteria through several stages, namely hydrolysis, acidification and methanogenesis. The main content of biogas is methane and carbon dioxide. Anaerobic treatment process is a process of decomposition of organic material in the waste by microorganisms with no oxygen. Anaerobic microorganism activity is influenced by temperature. Anaerobic microorganisms of living mesophilic groups in the temperature range of 25oC-40oC with an optimum temperature of 35oC. There are several parameters in biogas production, namely temperature, pH, TDS, TS, VS, COD and TKN.


Keywords


Biogas; Anaerobic; Manure Sapi; Hidrolisis; Asidifikasi; Metanogenesis; Biogas; Anaerobic; Cow Manure; Hydrolysis; Acidification; Methanogenesis;

Full Text:

PDF

References


Abdulkareem, A.S. 2005. Refining Biogas Produced from Biomass: An Alternative to Cooking Gas. Chemical Engineering Department, Federal University of Technology, Minna, Niger State, Nigeria. Leonardo Journal of Sciences, Issue 7, p. 1-8, July-December 2005.

Darwin, J. J. Cheng, J. Gontupil dan Z, Liu. 2016. Influence of total solid concentration for methane production of cocoa husk co-digested with digested swine manure. Environment and Waste Management. 17: 77.

Dyer, L. A. 1986. Beef Cattle In Cole and Brander Ed. Ecosystem of the world 21- Bioindustrial Ecosystem. Elsevier, New York.

Kadarwati, S. 2003. Studi Pembuatan Biogas dari Kotoran Kuda dan Sampah Organik Skala Laboratorium. Http://p3tek.com/content/publikasi/2003/publikasi01.htm.

Masturi. 1997. Pengambilan Minyak Kedelai Pra Proses Pembuatan Tahu. Laporan Penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Semarang.

Mukhtasor. 2007. Pencemaran Pesisir dan Laut. Penerbit PT. Pradnya Paramita, Jakarta.

Riadi, L. 2013. Teknologi Fermentasi. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Sudarmadji, Slamet, dkk. 1996. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty, Yogyakarta.

U.S. Environmental Protection Agency (EPA). 2001. Total, Fixed, and Volatile Solids in Water,Solids, and Biosolids. U.S. EPA Office of Water, Office of Science and Technology Engineering and Analysis Division. Washington, DC. USA.

Wagiman. 2007. Identifikasi Potensi Produksi Biogas Dari Limbah Cair Tahu Dengan Reaktor Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB). Teknologi Industri Pertanian. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Weber-Scannell, P.K and L. K. Duffy. 2007. Effect of Total Dissolved Solid on Aquatic Organism: A Review of Literature and Recommendetion for Salmonid Species. American Journal of Environmental Sciences. 3 (1). 1-6.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v5i1.13737

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id