Pengujian Mata Pisau Rotary Vertikal Tipe Bergerigi Pada Alat Kepras Tebu Dengan Traktor Roda Dua

Aidil Fitra, Mustaqimah Mustaqimah, Syafriandi Syafriandi

Abstract


Abstrak.Proses budidaya tebu terdapat dua cara dalam  penanaman. Pertama dengan  cara Plant  Cane dan  kedua  dengan Ratoon  Cane. Plant Cane adalah tanaman  tebu  yang  ditanam  dilahan  baru  atau  bongkaran  setelah  panen. Lahan tersebut  harus  diolah  dulu  sebelum  ditanami. Sedangkan Ratoon  Cane adalah  tanaman  tebu  yang  tumbuh  kembali  dari  jaringan  batang  yang  tertinggal  dalam tanah setelah tebu ditebang dan dikepras. Proses pemanenan atau penebangan tebu merupakan kegiatan yang dilakukan  untuk memungut hasil melalui pemotongan batang tebu pada bagian pangkal 10-20 cm dari permukaan  guludan.  Penebangan umumnya dilakukan secara manual menggunakan alat potong berupa golok atau sabit. Pengeprasan tebu merupakan pemotongan sisa-sisa tunggul tebu setelah  penebangan yang dilakukan pada  posisi  tepat atau lebih rendah dari permukaan guludan. Penggunaan mesin yang semakin berkembang dan mempunyai inovasi baru yang mana mesin kepras tebu yang di modifikasi dengan  mata pisau tipe rotary vertikal tipe bergerigi pada kepras traktor  roda dua yang  mana bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari tebu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji mata  pisau untuk melakukan pengeprasan tebu dengan tipe mata bergerigi dengan kecepatan mesin 1500 rpm. Alat kepras ini menggunakan sistem transmisi sabuk pulley,transmisi gearbox dan rantai-sporket, dengan daya kecepatan daya potong  sebesar 2464,9 watt atau 3,2 HP.  Pengujian dilakukan dengan perlakuan sama pada tiga guludan dengan 54 tunggul tebu setiap guludannya. Pengujian mata pisau tipe bergerigi hasil keprasan  tunggul yang utuh rata rata 80,25%  dari 54 batang setiap  guludan  dimana  kedalaman  keprasan  9,80 cm dan lebar keprsan 40 cm.

Testing Vertical Rotary Blade Type jagged on Cutting sugarcane stumps machine With Two-Wheeled Tractors

Abstract. The process of sugar cane cultivation has two ways in planting. First by way of Plant Cane and second by Ratoon Cane. Cane Plant is a sugar cane plant that is planted on new land or unloaded after harvest. The land must be cultivated before planting. Whereas Ratoon Cane is a sugar cane plant that grows back from the stem tissue left in the soil after the sugar cane is cut down and cut the stumps. The process of harvesting or cutting sugarcane is an activity carried out to collect the results through cutting the sugarcane stems at the base of 10-20 cm from the surface of the mound. Logging is generally done manually using a cutting tool in the form of a machete or sickle. Keprastebu is cutting the remains of sugarcane stumps after felling which is done in the right position or lower than the surface of the mound. The use of a machine that is growing and has a new innovation in which the sugar cane machine is modified with a vertical rotary blade type jagged on a two-wheeled tractor which aims to improve the quality of sugar cane. This study aims to test the vertical rotary blade type jagged to cut sugar cane stumps with a speed of 1500 rpm. This tool uses a pulley belt transmission system, gearbox transmission and chain-sporket, with a cutting power of 2464.9 watts or 3.2 HP. The test was carried out with the same treatment on three mounds with 54 sugarcane stumps per mound. Testing vertical rotary blade type jagged results of the whole stumps with an average of 80.25% from 54 stems per mound with a depth of 9.80 cm and a width of 40 cm.

  

Keywords


Alat kepras; pisau bergerigi; kualitas kepras; Stubble shaver stumps; quality; Jagged blade; quality of the cutting

Full Text:

PDF

References


Departemen Pertanian. 2013. Badan Penelitian dan pengembangan pertanian. Alat Pengepras tebu pendukung swasembada gula.

Faturrohim. R. 2009. Uji Kinerja Alat Alat Kepras Tebu Tipe Piringan Berputar ( Kepras Pitar ) Prototipe-2. Departemen Teknik Pertanian.Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Feri. 2008. Pengujian Prototipe Alat Kepras Tebu Tipe Piring Berputar. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Lubis, B. 1998. Pengawasan Terhadap Efisiensi Pengolahan dan Mutu Minyak Sawit Buletin.Perkebunan 19 (3), Hlm: 83-97.

Lisyanto. 2007. Evaluasi Parameter Desain Bajak Piring Yang Diputar Untuk Pengepras Tebu Lahan Kering. Disertai. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Mingga B.S. 2015.Skripsi Desain dan Uji Performansi Mesin Kepras tunggul tebu dengan sumber tenaga traktor roda dua, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Patran, M. S. 2018. Modifikasi Mesin Kepras Tunggul Tebu Dengan Sumber Tenaga Traktor Roda Dua, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, BandaAceh.

Syafriandi. 2011. Desain Dan Kinerja Mesin Kepras Tunggul Tebu Dengan Sumber Tenaga PTO Traktor Roda Empat. Tesis. Fakultas Teknologi Pertanian Bogor. Bogor.

Syafriandi. 2012. Analisis Kecepatan Maju Traktor Dan Putaran Pisau Pemotong Pada Pengeprasan Tebu Ratoon. Jurnal Rona Teknik Pertanian 5; 2. 373-378.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v5i1.13736

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id