Pengaruh Perbedaan Grade Telur pada Ayam ALPU dan Kamaras terhadap Fertilitas dan Sex Ratio

Indri Nur Krisna Tarigan, Allaily Allaily, M Aman Yaman

Abstract


Indonesia memiliki aneka ragam ayam lokal yang cukup potensial untuk dikembangbiakkan sebagai penghasil daging, telur, mapun hewan peliharaan. Populasi ayam kampung di Indonesia pada tahun 2015 sebanyak 20,6 juta ekor, produksi daging 42,2 ribu ton, produksi telur 4,200 ton (Direktorat Jenderal Peternakan, 2015). Upaya untuk memperbaiki kualitas dan produktivitas ternak unggas lokal khususnya ayam kampung sampai saat ini dalam tahap pengembangan dengan melakukan perbaikan genetik dan seleksi. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi dan memperbaiki kualitas telur ayam ALPU dan Kamaras adalah dengan melakukan program seleksi dan breeding secara berkelanjutan, dengan menerapkan sistem manajemen reproduksi secara optimal seperti salah satunya melakukan seleksi melalui grade telur. Penelitian ini terkait dengan evaluasi grade telur dengan kualitas telur tetas pada ayam ALPU dan Kamaras belum pernah dilakukan. Dan diharapkan dapat mendukung upaya dalam perkembangan ayam lokal unggul melalui penyediaan bibit berkualitas yang dilihat dari grade telur yang unggul.

The effect of differences in egg grade on ALPU and Kamaras chicken on fertility and sex ratio

Indonesia has a grade good variety of lokal chickens that are potencial enough to breed as a producer of meat, eggs, or pets. The population of native chicken in Indonesia in 2015 was 20,6 milion, meat production 49,2 thousand tons, egg production 4,200 tons. Efforts to improve the quality and productivity of local polultry, especially native chickens, are currently in the development stage by doing genetic improvements and selection. One of the efforts to increase production and improve the quality of ALPU and Kamaras chicken egg is to conduct a selection and breeding program in a sustainable manner, by implementing an optimal reproductive management system such as selection one of the egg grade. Research related to the evaluation of egg grade wich hatching egg quality on ALPU and Kamaras has never been done. And Is expected to support efforts in the development of superior local chickens through the provision of quality seeds viewed from superior egg grades.


Keywords


Egg grade; ALPU and Kamaras; Fertility; Sex Ratio

Full Text:

PDF

References


Asmararawati, W., Kustono, D.T. Widayanti, S. Bintara dan Ismayana. 2013. Pengaruh dosis sperma yang diencerkan dengan NaCL Fisiologi terhadap fertilitas. Telur Pada Inseminasi Buatan Ayam Kampung. Buletin Peternakan Vol. 37(1): 1-5.

Ditjennak. 2015. Buku stastistik peternakan. Direktorat Jenderal Peternakan, Kementrian Pertanian. Jakarta (Indonesia).

Kusmarahmat. I. 1998. Pengaruh berbagi perbandingan jantan dan betina dalam kawin alam terhdap produksi, bobot, fertilitas dan daya tetas telur pada ayam kampung. Karya Ilmiah. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Lestari, S. 2000. Produktivitas ayam kampung didua desa yang berbeda topografinya di Kabupaten Bogor. Skripsi. Fakultas peternakan.Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Putri A. E. 2015. Performa penetasan telur ayam hasil persilangan ayam kampung dengan ayam ras pedaging. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sari, D. A 2012. Pengaruh peningkatan nutrien dan level penambahan ragi roti terhdap kondisi kesehatan dan produktifitas ayam kedu pebibit. (Thesis). Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang.

Setiadi, P., P. Sitepu, A.P. Sumirat. U. Kusnadi, dan M. Sabrani. 1995. Perbandingan berbagai metoda penetasan telur ayam kedu hitam di daerah pengembangan kalimantan selatan.ProsidingSeminar Nasional Sains dan Teknologi Peternakan. Pengolahan dan Komunikasi Hasil Penelitian. BPT: Bogor.

Sinabutar, 2009. Pengaruh frekuensi Inseminasi Buatan terhadap daya tetas telur itik lokal yang di Inseminasi Buatan dengan semen entok. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Sumatra Utara. Medan.

Suryani, N., N. Suthama dan H.I. Wahyuni. 2012. Fertilitas telur dan mortalitas embrio ayam kedu pebibit yang diberi ransum dengan peningkatan nutrien dan tambahan Sacharomyce scerevisiae. Animal.

Nandi, S., McBride, D., Blanco, R., Clinton, M. 2003. Avian sex diagnosis and

sex determination. World's Poultry Science Journal, Vol. 59, 8-14.

Noor, R.R. 2004. Genetika Ternak. Cetakan ke-4. Penebar Swadaya, Jakarta.

Yaman, M. A. 2010. Ayam pedaging unggul, 6 minggu panen. Penebar Swadaya, Jakarta.

Zakaria, M. A. S. 2010. Pengaruh lama penyimpanan telur ayam buras terhadap fertilitas, daya tetas telur, dan berat tetas. Jurnal Agrisistem (6):97-103.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v5i1.13620

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id