Kajian Proses Pengeringan Pinang Muda (Areca catechu L) Menggunakan Bahan Bakar Biomassa Kayu : Studi Kasus PT. Areca Agro Aceh

Cut Nazila Fitri, Indera Sakti Nasution, Raida Agustina

Abstract


Abstrak. Pengeringan pinang muda menggunakan bahan bakar biomassa kayu dapat dilakukan dengan cara pengovenan. Pengeringan dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan pada suhu 60oC, perhitungan masa pinang diukur tiap 3 jam untuk 24 jam pertama, tiap 6 jam untuk hari ke-2 sampai sampai massa bahan konstan. Parameter penelitian untuk mengetahui pinang kering berdasarkan perubahan bobot bahan dan kadar air meliputi laju pengeringan, kecepatan aliran udara, kelembaban udara, suhu dan perubahan berat bahan.

Hasil penelitian pada PT. Areca Agro Aceh dalam proses pengeringan pinang muda kering dengan menggunakan bahan bakar biomassa kayu menghasilkan rata-rata kelembaban udara sebesar 56% dengan kecepatan aliran udara rata-rata sebesar 2,22 m/s. Untuk mendapatkan berat pinang muda kering yang konstan, pengeringan ulangan 1 dan ulangan 2 membutuhkan waktu sampai 90 jam sedangkan ulangan 3 membutuhkan waktu pengeringan sampai 96 jam dengan ulangan 1 kadar air awal pinang muda adalah 74,4%. Perubahan mulai terjadi pada jam ke 24 sampai jam ke 90 dengan kadar air akhir pinang muda adalah 22,4% sedangkan pada ulangan 2 kadar air awal pinang muda adalah 74,0% selama 90 jam pengeringan menghasilkan kadar akhir sebesar 21,1%. Pengeringan pinang muda pada ulangan 3 kadar air awalnya sebesar 74,2% menghasilkan kadar air akhir sebesar 21,8% selama 96 jam pengeringan. Laju pengeringan rata-rata selama proses pengeringan sebesar 0,04 bk/jam. Peningkatan laju pengeringan terjadi pada jam ke 21.

Study of Batel Nut (Areca catechu L) Drying Process Using Wood Biomass Fuel: A Case Study of PT. Areca Agro Aceh

Abstract. Drying young areca nut using wood biomass fuel can be done by covenant. Drying is done 3 times repetition at a temperature of 60oC, calculation of areca nut mass is measured every 3 hours for the first 24 hours, every 6 hours for the 2nd day until the mass of material is constant. Research parameters to determine the dry areca nut based on changes in material weight and moisture content include drying rate, air flow velocity, air humidity, temperature and material weight change.

The results of research at PT. Areca Agro Aceh in the process of drying areca nut dry using wood biomass fuel produces an average air humidity of 56% with an average air flow velocity of 2.22 m / s. To get a constant weight of dry young areca nut, drying repetition 1 and repetition 2 takes up to 90 hours while repetition 3 requires drying time up to 96 hours with repetition 1 The initial water content of young areca nut is 74.4%. Changes began to occur at the 24th hour to the 90th hour with the final water content of young areca nut being 22.4% while in Repeat 2 the initial water content of the areca nut was 74.0% for 90 hours of drying resulting in a final content of 21.1%. Drying young areca nut on replicate 3, the initial water content of 74.2% produced a final water content of 21.8% for 96 hours of drying. The average drying rate during the drying process is 0.04 bk / hour. Increased drying rate occurs at 21 hours.


Keywords


Pinang Muda; Biomassa Kayu; Oven; Young Areca Nut; Wood Biomass; Oven

Full Text:

PDF

References


AOAC. 1984. Official Methods of Analysis of The Association of Official Analytical Chemistry. 14th Ed. Virginia : AOC, Inc

Awang, M. N. 1986. “Estimination of arecoline contents in commercial areca (Batel) Nuts and Its Relatin to Oral Precancerous Lesions”. Singapore Medicine Journal. 27 (4) : 317-320

Brooker, D. B. 1992. Drying And Storage Of Grains and Oilseeds. An AVI Book Published by Van Nostrand Rainhold, New York

Cronguist. 1981. Teknologi benih. CV Rajawali. Jakarta.

Corzo, O., Bracho, N., Vasquez, A. (2008). Energy and Exergy Analysis of Thin Layer Drying of Coroba Slices. Journal of Food Engineering, 86, 151-161.

Desrosier,N,W. 1998. Teknologi Pengawetan Pangan. Universitas Indonesia. Jakarta.

Gumbira. 1979. Pengolahan hasil pertanian nabati. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Juandi M. 2016. Karakterisasi pengaruh suhu terhadap parameter fisi biji pinang hasil pengeringan menggunakan alat tipe kabinet dengan limbah tempurung kelapa sebagai sumber panas.Skripsi. FMIPA Universitas Riau. Riau




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v4i4.12714

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id