Pengaruh Penambahan Natrium Benzoat terhadap Umur Simpan Selai Samahani dengan Menggunakan Model Arrhenius

Sherlya Nanda, Yusriana Yusriana, Martunis Martunis

Abstract


Abstrak: Selai Samahani adalah salah satu makan khas yang dapat dijumpai di Aceh. Selai Samahani terbuat dari adonan santan, telur, gula dan maizena. Keunikan Selai Samahani tidak dilakukan penambahan pengawet di dalamnya sehingga para produsen Selai Samahani tidak memproduksinya secara komersil. Hal ini dikarenakan Selai Samahani mudah mengalami kerusakan. Selama ini  produsen selai  samahani belum  memiliki informasi umur simpan yang akurat. Penelitian bertujuan untuk memperpanjang umur simpan Selai Samahani dengan penambahan Natrium Benzoat. Penelitian bertujuan untuk memperpanjang umur simpan Selai Samahani dengan penambahan Natrium Benzoat.  Pendugaan umur simpan ini ditentukan melalui perubahan mutu Selai Samahani berdasarkan dua faktor,  Faktor I adalah kosentrasi Natrium Benzoat yang terdiri dari 2 taraf yaitu: A1= 0 %, A2 = 0,05 %, Faktor II adalah suhu penyimpanan terdiri atas 3 taraf yaitu: S1= 300C, S2 = 400C dan S3= 500C. Dengan demikian terdapat 6 kombinasi perlakuan dengan dua kali ulangan diperoleh 12 satuan percobaan. Dari hasil penelitian ini diperoleh umur simpan selai samahani dengan parameter kritis kadar air tanpa penambahan Natrium Benzoat  suhu 30°C = 19 hari. Pada suhu 40°C = 9 hari. Pada suhu 50°C = 5 hari. Sedangkan umur simpan Selai Samahani dengan penambahan Natrium Benzoat pada suhu 30°C = 490 hari. Pada 40°C = 235 hari. Pada suhu 50°C = 118 hari. Sedangkan berdasarkan nilai TCC penambahan Natrium Benzoat  suhu 30°C = 328 hari. Pada suhu 40°C = 228 hari. Pada suhu 50°C = 83 hari. Sedangkan umur simpan Selai Samahani dengan penambahan Natrium Benzoat pada suhu 30°C = 342 hari. Pada 40°C = 224 hari. Pada suhu 50°C = 123 hari.


Keywords


Selai Samahani, arrhenius, suhu, Natrium Benzoat.

Full Text:

PDF

References


Buckle, K.A., Edwards, R.A., Flect, G.H., dan Wooton, M. 1985. Ilmu Pangan, Purnomo, H dan Adiono (Penerjemah). Universitas Indonesia, Jakarta.

Cahyadi, W. 2006, Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan, Bumi Aksara, Bandung.

Fahrizal dan Fadhil, R. 2014. Kajian Fisiko Kimia Dan Daya Terima Organoleptik Selai Nenas yang Menggunakan Pektin Dari Limbah Kulit Kakao. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia. Universitas Syiah Kuala Vol. 06 No. 03.

Herawati,H. 2018. Penentuan Umur Simpan Pada Produk Pangan. Prosiding Jurnal Litbang Pertanian. Hal. 124-130.

Martunis, 2012, Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan Terhadap Kuantitas dan Kualitas Pati Kentang Varietas Granola (Effect of Drying Temperature and Time to Quantity and Quality of Potato Starch Variety of Granola). Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia. Vol. 4. No. 26.

Muchtadi, T. 1989. Teknologi Proses Pengolahan Pangan, Pusat antar universitas.

IPB, Bogor.

Retnani, Y., W.Widiarti, Amroh, Herawati. I danSatoto. 2009. Daya Simpan dan Palatabilitas Wafer Rensum Komplit Pucuk dan Ampas Tebu untuk Sapi pedet. Prosiding Media Ternak. Hak:130-136.

Sopandi, T dan Wardah. 2014. Mikrobiologi Pangan – Teori dan Praktik. Yogyakarta: ANDI. Subiyanto, A. A dan Diding H. P. 2008. Pengaruh Minyak Biji Jinten Hitam (Nigella Sativa L.) Terhadap Derajat Inflamasi Saluran Nafas. Skripsi. Fak. Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v4i4.12514

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id