EFEKTIVITAS BERBAGAI KONSENTRASI DAN WAKTU APLIKASI EKSTRAK BUAH MENGKUDU TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum gloeosporioides) PADA BUAH PEPAYA (Carica papaya L.)

Irma Wahyuni, Buni Amin, M Abduh Ulim

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi dan waktu aplikasi yang efektif dalam menekan  penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur C. gloeosporioides pada buah pepaya, serta untuk mengetahui interaksi antara kedua perlakuan yaitu konsentrasi dan waktu aplikasi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang  terdiri dari 2 faktor, faktor yang pertama konsentrasi (K) dan faktor yang kedua waktu aplikasi (W). Perlakuan Konsentrasi terdiri dari (Kontrol, 10%, 20%, 30%, 40%) dan waktu aplikasi satu hari sebelum inokulasi (W1) bersamaan inokulasi (W2) satu hari setelah inokulasi (W3). Parameter yang diamati adalah masa inkubasi, diameter bercak dan keparahan penyakit.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kosentrasi yang efektif dalam menghambat perkembangan jamur C. gloesporioides adalah 40% dan 30% terhadap masa inkubasi, diameter bercak dan keparahan penyakit. Waktu aplikasi ekstrak buah mengkudu tidak menunjukkan pengaruh terhadap masa inkubasi, diameter bercak, dan keparahan penyakit yang disebabkan oleh C. gloeosporioides. Waktu aplikasi satu hari sebelum inokulasi cenderung lebih baik dibandingkan dengan bersamaan inokulasi, dan satu hari setelah inokulasi. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi dengan perlakuan waktu aplikasi terhadap masa inkubasi, diameter bercak dan keparahan penyakit.


Keywords


C. gloeosporioides, Konsentrasi, Waktu Aplikasi, Morinda citrifolia L., Carica papaya L.

Full Text:

PDF

References


Angkat, S. E. L. Soesanto, dan E. Pramono 2006. Pengaruh Macam Dan Waktu Aplikasi Fungisida Nabati Terhadap Perkembangan Penyakit Antraknosa Pada Pisang Lepas Panen. Jurusan Perlindungan Tanaman (HPT). Fakultas Pertanian. Universitas Jenderal Soedirman.

Badan Pusat Statistik [BPS]. 2015. Produksi Buah-Buahan Di Indonesia. www.bps.goid/tab_sub/view.php [20 November 2015]

Bangun, A. P. dan B. Sarwono. 2002. Khasiat dan Manfaat Mengkudu. 2002. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Djafaruddin. 1996. Dasar-Dasar Ilmu Perlindungan Tanaman. Bumi Aksara, Jakarta.

Djauhariya E. dan R. Rosman. 2004. Status Perkembangan Teknologi Tanaman Mengkudu. Balai Penelitian Tanaman Obat Aromatik

Eckert, J. W. 1975. Patologi Pasca Panen. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Hal 627-663

Griffin, H. D 1981. Fungal Physiology. New York. John Wiley & Sons, Inc.

Hamdayanty, R. Yunita, N.N. Amin dan T. A. Damayanti, 2012. Pemanfaatan Kitosan Untuk Mengendalikan Antraknosa Pada Pepaya Colletotrichum gloeosporioides dan Meningkatkan Daya Simpan Buah. Fakultas Pertanian. IPB. Bogor

Kementrian Pertanian [Kementan]. 2011. Budidaya Pepaya California. Semarang [ID]. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah.

Lenny S. 2006. Senyawa Flavonoid, Fenilpropanoida dan Alkaloida. Medan : Fak. MIPA. USU.

Murdianti, T. B, G. Adiwinatai dan D. Hildasari. 2000. Penelusuran Senyawa Aktif Dari Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia) Dengan Aktivitas Antelmintik Terhadap Haemonchus Contortus. Balai Penelitian Veteriner, FMIPA-ISTN. Jakarta.

Novizan, 2002. Membuat dan Memanfaatkan Pestisida Ramah Lingkungan. Jakarta.Agromedia Pustaka.

Sarida, M., Tarsim, dan I. Faizal 2010. Pengaruh Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri vibrio harveyi secara in vitro. Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Semangun, H. 1994. Penyakit-penyakit Tanaman Hortikultura Universitas Gajah Mada. Press, Yogyakarta.Hal. 572- 576

Siti Hafsoh, 2007. Studi Patogen Penyebab Antraknosa Pada Pepaya. Fakultas Pertanian. IPB

Sobir, 2009. Buku Pintar Budidaya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Agromedia Pustaka. Jakarta 203-206

Soesanto, L. 2004. Ilmu Penyakit Pascapanen. Sebuah Pengantar. Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Hal 112-113.

Sumetriani, M, 2010, Efektivitas Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum Linn.) Untuk Menghambat Pertumbuhan Jamur Lagenidium sp. Penyebab Penyakit Abalone (Haliotis asinina). Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Udayana Bali.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone:+62-
Email:jimfp@unsyiah.ac.id