Evaluasi Kualitas Jerami Padi Fermentasi dengan Tingkat Penggunaan EM-4 yang Berbeda

Zul Iqbal, Yunasri Usman, Sitti Wajizah

Abstract


Abstrak. Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian di Indonesia yang cukup melimpah, namun belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan pakan karena rendahnya kualitas nutrisi yang dikandungnya.  Salah satu usaha untuk meningkatkan nilai nutrisi jerami padi, yaitu melalui proses fermentasi menggunakan aktivator mikroba, misalnya dari bakteri inokulan (bacterial inoculant) berupa effective microorganisme (EM-4).Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi nilai nutrisi jerami padi yang difermentasi menggunakan EM-4 sebagai bakteri inokulan.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, mulai bulan Maret sampai April 2016. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan berupa konsentrasi EM-4, J0 (kontrol atau tanpa EM-4), J1 (2% EM-4), J2 (3% EM-4), J3 (4% EM-4). Setiap  perlakuan diulang 4 kali sehingga didapat 16 unit perlakuan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu persentase bahan kering, serat kasar, protein kasar dan abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi jerami padi dengan tingkat penggunaan EM-4 yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase semua parameter yang diamati kecuali persentase bahan kering. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, perlakuan berupa fermentasi dengan tingkat penggunaan EM-4 yang berbeda, belum mampu meningkatkan kualitas jerami padi (Oriza sativa)sebagai bahan pakan ternak.

 

Quality Evaluation Of Fermented Rice Straw With a Different Usage Rates of EM-4

Abstract. Rice straw is one of the agricultural cesspool in Indonesia are pour enough, but not fully utilized as feed material due to the low quality of the nutrients it contains. One of the effort to improve the nutritional value of rice straw is by a fermentation process used microbial activators, for example from bacterial inoculants (bacterial Inoculant) in the form of effective microorganisms (EM-4). The purpose of this experiment was to evaluate the nutrient of fermented rice straw used EM-4 as bacterial inoculant. This experiment was conducted at Laboratory of Animal Nutrition, Animal Husbandry departement, Agricultural Faculty, Syiah Kuala University from March – April 2016. This experiment used Completly Randomized Design (CRD) with 4 treatments as concentration of   EM-4; J0 (as control or without EM-4), J1 (2% EM-4), J2 (3% EM-4), J3 (4% EM-4). Each treatments repeated 4 times, therefore there were 16 units of treatments. Parameters observed in this experiment were the percentage of dry matter, crude fiber, crude protein and ash. The result of the experiment indicated that fermentated rice straw with the different usage rates of EM-4 had no signficant effected (P>0,05) on the percentage of all parameters that observed except percentage of dry matter. Based on this experiment concluded that treatment such as fermented with a different usage rates of EM-4, was not able to improve quality of rice straw (Oriza sativa) as livestock feed.


Keywords


fermentation; fermentasi; rice straw; jerami padi; EM-4

Full Text:

PDF

References


Adams, M.R. dan M.O. Moss. 1995. Food Microbiology. The Royal Society of Chemistry, New York.

Ahmad, M. dan Nashir. 2008. Pembuatan Jerami Fermentasi. Lembar informasi pertanian (Liptan) IP2TP Mataram No.02/Liptan/2000. Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian. Mataram.

Ali. 2005. Laporan Teknologi Pengolahan Pakan. http://www.ilmuternak.com/ 2016/02/laporan-teknologi-pengolahan-pakan.html

Alwi, M., W. Suryapratama dan F.M. Suhartini. 2013. Fermentasi Ampas Tebu (Bagasse) Menggunakan Phanerochaete Chorysosporium Sebagai Uapaya Meningkatkan Produk Fermentasi Rumen Secara In Vitro. Jurnal Ilmiah Peternakan 1(2): 479 -487.

Badan Pusat Statistik. 2005. Statistic of Year Book Indonesia. Badan Pusat Statistik. Jakarta

Bestari, J., A. Thalib., H. Hamid dan D. Suherman. 1999. Pencernaan In-Vivo Ransum Silase Jerami Padi Dengan Penambahan Mikroba Rumen Kerbau Dan Sapi Peranakan Ongole. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. Bogor.

Capeda, G.N. 2005. Ativitas Estrak Etanol Sereh (Cymbopogon citrates (DC) Stapt) terhadap pertumbuhan dan Produksi Verotksin oleh Escherichia coli Veteroksigenetik (Tesis). Seolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Chuzaemi. 1994. Potensi Jerami Padi Sebagai Pakan Ternak Ditinjau Dari Degradasi Dan Retensi Jerami Padi di dalam Rumen. Disertasi Pasca Sarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Daradjat, S. dan S. Hudaya. 1982. Dasar-dasar Pengawetan Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Desrosier, N.W. 1987. Teknologi Pengawetan Pangan. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Dewi, A. K, C. S. Utama dan S. Mukodiningsih. 2014. Kandungan Total Fungsi serta Jenis Kapang dan Khamir pada Limbah Pabrik Pakan yang Difermentasi dengan Berbagai Aras Starter ’ starfung’. Agripet: Vol (14) No. 2. Halaman 103.

Fajaruddin, M.W., M. Junus dan E. Setyowati. 2014. Pengaruh Lama Fermentasi Em-4 Terhadap Kandungan Protein Kasar padatan Kering Lumpur Organik Unit Gas Bio. Jurnal Ilmu-ilmu Peternakan, 23(2), 14-18.

Fardiaz, S. 1992. Analisa Mikrobiologi Pangan. PT. Raja Grafindo Persada, kerjasama dengan PAU antar Universitas Pangan dan Gizi. IPB. Bogor.

Fardiaz, S. 1989. Fisiologi Fermentasi. Pusat Antar Universitas. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Hadijaya. 1994. Analisis Mikroorganisme EM-4. Laboratorium Terpadu Divisi Mikrobiologi IPB, Bogor.

Hamid, H., T. Purwadaria, T. Hariyati dan A. P. Sinurat. 1999. Perubahan nilai bilangan peroksida bungkil kelapa dalam proses penyimpanan dan fermentasi dengan Asperillus niger. Jurnal Ilmu Ternak dan Venteriner Vol. 4 No. 2.

Haryanto, H. 1997. Pengaruh Lama Fermentasi dengan Menggunakan Aspergillus niger terhadap Kadar Asam Sianida, Protein Kasar dan Serat Kasar Inti Biji Karet. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Jambi.

Juwita, R. 2012. Studi Produksi Alkohol dari Tetes Tebu (Saccaharum Officinarum L) Selama Proses Fermentasi (Doctoral dissertation).

Komar, A. 1984. Teknologi Pengolalahan Jerami Sebagai Makanan Ternak. Cetakan Pertama. Yayasan Grahita. Bandung.

Kompiang, I.P., A.P. Sinurat, S. Komping, T. Purwadaria and J. Darma. 1994. Nutritional Value of Protein Enriched Cassava; Cassapro. Ilmu dan Peternakan 7(2): 22-25.

Liptan. 2000. Penyediaan dan Pengelolaan Pakan Ternak Ruminansia. Penerbit Kanisius, Jakarta.

Merry, C. 1998. Pengaruh Lama Pemasakan dan fermentasi Ampas Tebu dengan Trichoderma viriden Terhadap Degradasi Serat .Tesis UGM, Yogyakarta.

Murtidjo,B.A. 2003. Pedoman Meramu Pakan Unggas. Kanisius.Yogyakarta.

Nazaruddin. 2013. Peningkatan Nilai Nutrisi Ampas Sagu Melalui Fermentasi Menggunakan Aspergillus niger Dengan Penambahan Sumber Karbohidrat Terlarut yang Berbeda. Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Orskov, E. R. 2002. Trials and Trials In Livestock Research. Andi Offest. Yogyakarta.

Pamungkas, F.B., E. Sutrisno dan S Sumiyati. 2014. Pengaruh Variasi Watu Fermentasii Terhadap peningkatan Protein pada Pakan Ternak dari Campuran Isi Rumen Sapi dan Limbah kulit kopi dengan jamur Trichoderma Viride. Program Studi Teknik Lingkungan, Fakkultas Teknik, Universitas Diponegoro.

Pasaribu, T., A.P. Sinurat, T. Purwadaria, Supriyati dan H. Hamid. 1998. Peningkatan Nilai Gizi Lumpur Sawit Melalui Proses Fermentasi: Pengaruh Jenis Kapang, Suhu dan Lama Proses Enzimatis. JITV 3(4): 237 – 242

Permata, A. T. 2012. Pengaruh Amonias dengan Urea pada Ampas Tebu terhadap Kandungan Bahan Kering, Serat Kasar dan Protein Kasar untuk Penyediaan Pakan Ternak. Artikel Ilmiah. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga. Surabaya.

Pond, W.G., D. C. Church dan K. R. Pond. 1995. Basic Animal Nutrition and Feeding. 4th ed. John Willey dan Sons, Canada.

Priyono.2009.Animal Science Zone Molsses http://priyonoscience.blogspot.com Diakses tanggal 15 Juli 2009

Pujaningsih, I.R. 2005. Teknologi Fermentasi dan Peningatan Kualitas Pakan. Laboraturium Makanan Ternak. Fakultas Peternakan. Universitas Diponegoro.

Pujiningsih, I.R. 2005. Teknologi Pengolahan Kosentrat. Fakultas peternakan UNDIP, University Press Diponogoro, Yogyakarta.

Purwadaria, T., A.P. Sinurat., T. Haryati., I. Sutikno., Supriyati dan J. Darma. 1998. Korelasi antara Aktivitas Enzim Manase dan Selulase Terhadap Kadar Serat Lumpur Sawit Hasil Fermentasi dengan Aspergilus Niger. JITV 3(4): 230-236

Purwadaria, T., T. Haryati dan J, Darma. 1994. Isolasi dan Seleksi Kapang Mesofilik Penghasil Manase. Ilmu dan Peternakan. 7(2): 26 – 29.

Rachman, A. 1989. Pengantar Teknologi Fermentasi.Bogor:IPB Pr.

Rachman, A. 1989. Teknologi fermentasi. PAU Pangan dan Gizi. IPB. Bogor.

Riayatsyah, D. 2015. Evaluasi Kualitas Nutrisi Ampas Tebu Amonasi yang Di Fermentasi Menggunakan Trichoderma harzianum dengan Lama Pemeraman Berbeda. Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Riayatsyah, D. 2015. Evaluasi Kualitas Nutrisi Ampas Tebu Amonasi yang Di Fermentasi Menggunakan Trichoderma harzianum dengan Lama Pemeraman Berbeda. Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Dalam Fardiaz, S. 1992. Analisa Mikrobiologi Pangan. PT. Raja Grafindo Persada, Kerjasama dengan Pau Antar Universitas Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Rosningsih, S. 2000. Pengaruh Lama Fermmentasi dengan EM-4 terhadap kandungan Nutrien E Kskreta Layer. Buletin pertanian dan peternakan. Fakultas pertanian Universitas Wangsa Manggala. Yogyakarta. 1(2): 62-69.

Rosalina. 2011. Ilmu Peternakan Umum. Erlangga, Jakarta.

Rusdi, U.D. 1992. Fermentasi konsentrasi campuran bungkil biji kapok dan onggk serta implikasi efeknya terhadap pertumbuhan broiler Disertasi. Program Pascasarjana Universitas Padja-djaran, Bandung.

Saha. 2013. Common Terms Used in Animal Feeding and Nutrition. Cooperative Extention, The University of Georgia.

Santoso. 2002. Pengaruh Penggunaan Aras Sumber Probiotik Komersial Terhadap Nilai Gizi Jerami Padi Sebagai Pakan Ternak Sapi Potong. Program Studi Magister Ilmu Ternak, Program Pasca Sarjana, Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro.

Sarwono, B. dan H.B. Arianto. 2003. Penggemukan Sapi Potong Secara Cepat.

Simanihuruk, K., Junjungan dan S.P Ginting. 2008. Pemanfaatan silase Pelepah Kelapa Sawit Sebagai Pakan Basal Kambing Kacang Fase Pertumbuhan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan vitiriner. Hal. 446-455.

Soemoharjo, T. 2009. Pengantar Injiniring Pabrik Gula. Surabaya: Penerbit Bintang.

Steel, R.G.D dan J.H. Torrie. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistika : Suatu Pendekatan Biometrik. Gramedia, Jakarta.

Sujana, H. 2014. Evluasi Kandungan Nutrisi Campuran Daun dan Pelepah Sawit Diamonisi dan Difermentasi Menggunakan Efektif Mikroorganisme (EM4)

Sulardjo. 1999. Usaha Meningkatkan Nilai Nutrisi Jerami Padi, SainTeks. Vol VII. NO. 3. : Universitas Semarang.

Sulfi, I., D. Rosyidi dan I.H. Djunaidi. 2014. Pengaruh penggunaan Fermentasi Dedak Padi dengan Cairan Rumen Dalam Pakan Terhadap Kuantitas Kimia Daging Ayam Pedaging. Universitas Brawawijaya, Malang.

Supriyanti, D. Zaenudin, I.P. Kompiang, P. Soekamto dan D. Abdurrachman. 2003. Peningkatan Mutu Onggok Melalui Fermentasi dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Pakan Ayam Kampung. Pros. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 29 – 30 September 2003. Puslitbang Peternakan, Bogor. hlm. 381 – 386.

Sutrisno, H. 2004. Methodelogi Research Jilid 3. Yogyaarta.

Sutrisno dan Imam. 1984. Upaya Pemenuhan Kebutuhan Ternak Ruminansia. Fakultas Peternakan. UNDIP.

Tanyildizi, M.S. Ozer. D, M. Elibol. 2007. Production of Bacterial Amylase by B. Amyloliquefaciens Under Solid Substrate Fermentation. Biochemical Engineering Jurnal Volume 37, Issue 3, 15 Desember 2007, P: 294-297.

Ultee, A., L.G. Gorris and E.J. Smid. 1998. Bactericidal activity of carvacrol towards the food-borne pathogen Bacillus cereus. J. Appl Microbiol 85, 211-218.

Utomo, R. 1997. Review hasil-hasil Penelitian Pakan sapi Potong, Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, Puslitbang Peternakan, Jakarta.

Utomo, R. 1998. Penyediaan Pakan di Daerah Tropik: Problematika, Kontinuitas dan Kualitas. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyaarta.

Utomo, R. 2015. Konservasi Hijauan Pakan dan Peningkatan Kualitas Bahan Pakan Berserat Tinggi. Gajah Mada Universitiy Press. Yogyakarta.

Wajizah, S., Samadi., Y. Usman dan E. Mariana. 2015. Evaluasi Nili Nutrisi dan Kecernaan In Vitro Pelepah Sawit (Oil Palm Fronds) yang difermentasi Menggunakan Aspergillus niger dengan Penambahan Sumber arbohidrat yang Berbeda. Agripet Vol. (15) No. 1 :13-19.

Wididana, G.N., S.K. Riyatmo dan T. Higa. 1996. Tanya Jawab Teknologi Effective Microorganism. Koperasi Karyawan Departemen Kehutanan. Jakarta. 14 hal.

Wina, E. 2005. Teknologi Pemanfaatan Miroorganisme Dalam Pakan Untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Ruminansia Di Indonesia Sebuah Review. Wartazoa Vol.15 No. 4. Hal. 173-186.

Winarno, F.G., S. Ferdiaz dan D. Ferdiaz. 1980. Pengantar Teknologi Pangan. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Yatno, A. Yani, dan M. Gumtol. 2002. Penapisan Bakteri Asam Laktat Local Untuk Inokulan Silase. Jurnal Umum Peternakan Universitas Jambi 5 (3) 94-105.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone:+62-
Email:jimfp@unsyiah.ac.id