pengaruh dosis kompos limbah kulit kopi dan fungi mikoriza arbuskular terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman melon

Mohammad Ebigail

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dosis kompos limbah kulit kopi dan mikoriza serta interaksi diantara keduanya yang paling efektif untuk meningkatkan produksi tanaman melon yang menggunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu : Faktor I Dosis kompos limbah kulit buah kopi (K) K0 = 0 g polibag-1, K1 = 188 g polibag-1, K2 = 376 g polibag-1 dan K3 = 564 g polibag-1 Faktor II : Dosis mikoroza (M) M0 = 0 g polibag-1, M1 = 10 g polibag-1, M2 = 15 g polibag-1 dan M3 = 20 g polibag-1. Hasil penelitian menunjukan penggunaan dari kompos limbah limbah kulit buah kopi berpengaruh sangat nyata. terhadap diameter buah dan berpengaruh nyata terhadap berat buah, dosis kompos terbaik dijumpai pada perlakuan K2 (376 g polibag-1). Terdapat interaksi sangat nyata akibat penggunaan kompos limbah kulit buah kopi dan fungi mikoriza terahadap diameter buah dan berat buah, interaksi terbaik dijumpai pada perlakuan K3M2 (564 g polibag-1 dan 15 g polibag-1).

Kata kunci: produksi, melon, kompos limbah kulit kopi, mikoriza arbuskular

THE EFFECT OF COMPOSTE USE OF WASTE COFFEE SKIN AND ARBUSCULAR MICORIZA FUNCTION ON PRODUCTION OF MELON (Cucumis melo L.)


ABSTRAK

This study aims to examine the dosage of coffee skin waste compost and mycorrhiza and the interactions between the two of the most effective ways to increase melon production using Factorial Randomized Block Design (RBD) with 2 treatment factors, namely: Factor I dose of coffee fruit skin waste compost (K ) K0 = 0 g polybag-1, K1 = 188 g polybag-1, K2 = 376 g polybag-1 and K3 = 564 g polybag-1 Factor II: Dosage of mycorrhiza (M) M0 = 0 g polybag-1, M1 = 10 g polybag-1, M2 = 15 g polybag-1 and M3 = 20 g polybag-1. The results showed that the use of compost of coffee fruit peel waste had a very significant effect. on fruit diameter and significantly affected fruit weight, the best compost dose was found in K2 treatment (376 g polybag-1). There was a very real interaction due to the use of coffee fruit skin waste compost and mycorrhiza fungi on fruit diameter and fruit weight, the best interactions were found in K3M2 treatment (564 g polybag-1 and 15 g polybag-1).


Keywords


produksi;melon;kompos;limbah;kulit;kopi;mikoriza arbuskular;production;melon;coffee skin waste compost;arbuscular;mycorrhizaa

Full Text:

PDF

References


Arfah, C. Z., H, Fuadi dan R. Marai. 2014. Pengaruh media tanam dan konsentrasi zat pengatur tumbuh dekamon 22.43 l pada pertumbuhan dan hasil tanaman melon (Cucumismelo L.). J.Kawista. 1(1): 10-14.

Berlian, Z., Syarifahdan S. S Devi. 2015. Pengaruhpemberianlimbahkulit kopi (coffe arobusta l.) terhadap pertumbuhan cabai keriting (capsicum annum l.). J. Biota. 1(1): 22-31.

Budiman, A. 2001. Pertumbuhan Tanaman gambir (Uncaria Gambir ROXB) Pada Beberapa Dosis FMA. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang

Dasgan, H. Y., S. Kusvurandan I. Ortas. 2008. Responses of soilless grown tomato plants to arbuscular mycorrhizal fungal (Glomusfasciculatum) colonization in re-cycling and open systems. African Journal of Biotechnology 7(20): 3606-3613.

Dodd, J. C.,C. C Burto,R. G BurnsdanP. Jeffries. 1987. Phosphatase activity associated with the roots and the rhizosphere of plants infected with vesicular arbuscular mycorhizal fungi. New Phytologist 107: 163-172.

Dwijoseputro, D. 1983. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT. Gramedia, Jakarta. 232 hlm.

Hayati, E., T. Mahmud dan R. Fazil. 2012. Pengaruh jenis pupuk organic dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai (capsicum annum L.). J. Floratek. 7:173-181.

Huang, Z., Z. Zou, C. He, Z. He, Z. Zhang dan J. Li. 2011. Physiological and photosynthetic responses of melon (Cucumis melo L.) seedlings to three Glomus species under water deficit. Plant and Soil 339: 391-399.

Ircham, R., P. Bambang dan Pardono. 2014. Pemanfaatan limbah tepung aren dan mikroorganisme lokal untuk meningkatkan hasil tanaman cabai merah besar (capsicum annum l.). J. El Vivo. 2:(2)34-41.

Jeffries P, Gianinazzi S, Perotto S, Turnau K dan Barea J. 2003. The contribution of arbuscular mycorrhizal fungi in sustainable maintenance of plant health and soil fertility. Biology and Fertility of Soils 37: 1-16.

Kastono, D. 2005. Tanggapan pertumbuhan dan hasil kedelai hitam terhadap penggunaan pupuk organik dan biopestisida gulma siam (chromolaena odorata) respons on growth and yield of black soybean in usage of organic fertilizer and biopesticide of siam weed (chromolaena odorata). J. Ilmu Pertanian. 12:(12)103-116.

Lingga, P dan Marsono. 2005. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta.

Mosse, S. 1981. Vesicular Arbuscular Mycorizarescarh For Tropical Agriculture. Ress. Bull

Purba, T. 2005. Isolasi dan uji efektifitas jenis MVA terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elais guineensis) pada tanah Histosol dan Ultisol. Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Medan.

Puslitkoka, 2005. Panduan Lengkap Budidaya Kakao. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Rinsema, W. J. 1986. Pupuk dan Cara Pemupukan. Bhratara Karya Aksara, Jakarta.

Rosliani, R., Y. Hilman, dan N. Sumarni. 2006. Pemupukan fosfat alam, pupuk kandang domba, dan inokulasi cendawan mikoriza arbuskula terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun pada tanah masam. J. Hortikultura. 16(1):21-33.

Rosmarkan, A. dan N.W. Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius, Yogyakarta. p. 224.

Safuan, L. O danA. Bahrun. Pengaruh bahan organik dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon (Cucumis melo L.) Effect of Organic Materials and Potassium Fertilizers on Growth and Production Plant Melon (Cucumis melo L.). J. Agroteknos. 2(2):69-76.

Srivastava, N. K., D. K Srivastavadan P. Singh. 2012. A preliminary survey of the vesicular arbuscular mycorrhizal status of vegetable and fruit yielding plants in Eastern U.P. Indian Journal of Land dan Sciences 1(2): 79-82.

Smith, J. L., Papendick, D. F. Bezdicek, dan J. M. Lynch, 1993. Soil organic matter dynamics and crop residue management. p: 65-94. in : Metting, F. B. (ed.). Soil Microbial Ecology. Marcel Dekker, Inc. New York Barsel-Hongkong.

Sudiarto dan Gusmaini. 2004. Peran bahan organik in situ untuk efisiensi budidaya tanaman perkebunan yang berkelanjutan. Jurnal Litbang Pertanian.Vol 23(2). 45 hlm.

Sunardjono, H. 2005. Bertanam 30 Sayuran. Penebar Swadaya. Jakarta.

Tetelepta, L. D. 2014. Pemacuan pertumbuhan melon (Cucumismelo l.) dengan menggunakan cendawan mikoriza arbuskula dan bakteri Azospirillum Sp. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Valentiah, F. E., L. Endang dan P. Sugeng. 2015. Aplikasi kompos kulit kopi untuk perbaikan sifat Kimia dan fisika tanah inceptisolserta Meningkatkan produksi brokoli. J.Tanah dan Sumberdaya Lahan 2(1):147-154




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v4i2.11027

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id