Pengaruh Bahan Invigorasi dan Lama Perendaman pada Benih Padi Kadaluarsa (Oryza sativa L.) terhadap Viabilitas dan Vigor Benih

Resti Afdharani, Hasanuddin Hasanuddin, Bakhtiar Bakhtiar

Abstract


Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan invigorasi dan lama perendaman serta interaksi keduanya terhadap viabilitas benih padi kadaluarsa. Penelitian ini dilaksanakaan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dari bulan Juli sampai bulan Agustus 2018. Unit-unit penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5% pada hasil uji F yang signifikan. Faktor pertama adalah bahan invigorasi dengan 4 jenis bahan yaitu Aquades, PEG, KNO3, dan Air kelapa. Faktor kedua adalah lama perendaman dengan 3 taraf yaitu 12, 24 dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan invigorasi terbaik terdapat pada bahan invigorasi menggunakan PEG. Lama perendaman tidak berpengaruh terhadap viabilitas benih padi kadaluarsa. Kombinasi perlakuan terbaik antara bahan invigorasi dan lama perendaman untuk invigorasi benih padi kadaluarsa pada penelitian ini terdapat pada bahan invigorasi menggunakan PEG dan lama perendaman 24 jam.

The Effect of Invigorating Material and Soaking Periods on Expired Rice Seeds (Oryza sativa L.) againts Viability and Vigor Seeds

Abstract. The purpose of this research was to investigate the effect of invigoration technique and soaking duration and interaction between them on the expired rice seed viability. The research was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology Department of Agrotechnology Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh from July to August 2018. Treatment units were arranged in Factorial Completely Randomized Design (CRD) 4x3 in 3 replications, and the significant data was continued analized by Honestly Significant Different (HSD). The first factor was the invigoration technique that used 4 substance i.e Aquades, PEG, KNO3, and coconut water. While the second factor was duration of soaking i.e 12, 24 and 48 hours. The result showed the best concentration for invigoration was one used PEG, while the duration for soaking was not effect on invigoration. The best combination for invigoration of expired rice seeds on this research was PEG and 24 hours of soaking duration.


Keywords


Bahan invigorasi; padi; viabilitas; vigor; Invigorate material; rice; viability

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Amstrong, H. dan M.B. McDonal. 1992. Effects of osmoconditioning on water uptake and electrical conductivity in soybean seeds. Seed Sci. And Technol. 20:391-400.

Azhari, S. 1995. Hortikultura Aspek Budidaya. UI Press, Jakarta.

Badan Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh. 2013. Pengelolaan Sumber Daya Genetik Tanaman Pangan Di Provinsi Aceh. BPTP Aceh.

Badan Pusat Statistik. 2017. Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Tanaman Padi Nasional. Http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/ Diakses tanggal 22 Maret 2018.

Copeland, L. O., M. B. McDonald. 2001. Principles of Seed Science and Technology. Fourth edition. Kluwer Academic Publishers. Boston, Dordrecht, London. 467p.

Darmadi, Didi., Iskandar Mirza. 2016. Inventarisasi dan koleksi eksitu sumber daya genetik tanaman spesifik aceh di kebun balai pengkajian teknologi pertanian banda aceh. Dalam Prosiding Seminar Biotik. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh, Banda Aceh. Hal: 244-251.

Erinnovita, M. Sari, D. Guntoro. 2008. Invigorasi benih untuk memperbaiki perkecambahan kacang panjang (Vigna unguiculata Hask. ssp. sesquipedalis) pada cekaman salinitas. Bul. Agron. 36:214-220.

Ernawati, P. Rahardjo dan B. Suroso. 2017. Respon benih cabai merah (Capsicum annum L.) kadaluarsa pada lama perendaman air kelapa muda terhadap viabilitas, vigor dan pertumbuhan bibit. Jurnal Agritop. 15(1):71-83.

Farooq, M., S. M. A. Basra, K. Hafeez. 2006. Seed invigoration by osmohardening in coarse and fine rice. Seed Sci. and Technol. 34 : 181-187.

Farooq, M., S.M.A. Basra, B.A. Saleem, N. Nafees, S.A. Chishti. 2005. Enhancement of tomato seed germination and seedling vigor by osmopriming. Pak. J. Agri. Sci. 42:36-41.

Fatimah, S. N. 2008. Efektivitas Air Kelapa dan Leri terhadap Pertumbuhan Tanaman Hias Bromelia (Neoregelia carolinae) pada Media yang Berbeda. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Gunawan, A. 2004. Invigorasi Benih Bengkuang Kadaluarsa (Pachyrrhizus erosus L.) kadaluarsa dengan teknik Hydropriming menggunakan air kelapa muda dan pengaturan lama inkubasi. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Ilyas, S. 1995. Perubahan Fisiologis dan Biokimia Benih dalam Proses Seed Conditioning. Keluarga Benih. No : 2

Maemunah, E. Adelina dan I.Y. Daniel. 2009. Vigor Benih Kakao (Theobroma cacao L.) Pada Berbagai Lama Penyimpanan dan Invigorasi. J. Agroland., 16 (3): 206-212.

Michael, B.E., and M.R. Kaufmann. 1973. The osmotic potencial of polyethylen glycol 6000. Plant Physiol. 51: 914-916.

Mugnisyah WQ. 2007. Teknologi Benih. Universitas Terbuka, Jakarta.

Muthiah. 2013. Pengaruh Jenis Ekstrak dan Lama Inkubasi terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Cabai (Capsicum annum L.) Kadaluarsa. Skripsi. Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala.

Nurmauli dan Y. Nurmiaty. 2010. Studi metode invigorasi pada viabilitas dua lot benih kedelai yang telah disimpan selama sembilan bulan. Jurnal llmu Pertanian Indonesia. 15(1): 20-24

Nurussamawati. 2014. Pengaruh perlakuan pra perkecambahan terhadap proses invigorasi benih padi kadaluarsa melalui teknik osmoconditioning. Skripsi. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Nurussintani, W., Damanhuri dan S.L. Purnamaningsih. 2012. Perlakuan pematahan dormansi terhadap daya tumbuh benih 3 varietas kacang tanah (Arachis hypogaea). Jurnal Produksi Tanaman.1(1): 86-93.

Prasetiyo. Y., T. (2006). Budidaya Padi Sawah TOT. Yogyakarta: Kanisius.

Rahardjo. P. 1986. Penggunaan Polyethylene Glycol (PEG) Sebagai Medium Penyimpanan Benih Kakao (Theobroma cacao L.). Pelita Perkeb., 2 (3):103–108.

Roberts E.H., R.D. Smith. 1977. Dormancy and the pentose phosphate pathway. P. 385-406. In A.A Khan (ed) The Physiologi and Biochemestry of seed dormancy and germination. North Holan publishing Company Amsterdam. New York Oxford.

Ruliansyah, Agus. 2011. Peningkatan Performansi Benih Kacangan Dengan Perlakuan Invigorasi. J. Tek. Perkebunan & PSDL. Vol. 1, hal 13-18. Universitas Tanjungpura. Pontianak.

Soejadi dan U. S. Nugraha. 2002b. Pengaruh perlakuan pematahan dormansi terhadap daya berkecambah benih padi. Hal 155-162. Dalam Murniati, E. et al (Eds.). Industri Benih di Indonesia. Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, IPB. Bogor.

Utomo, B. 2006. Ekologi Benih. USU Repository, Medan.

Yari, L., A. Zareyan, F. Hasani, H. Sadeghi, S. Sheidaie. 2012. Germination and seedling growth as affected by presowing PEG seed treatments in (Oryza sativa L.). Tech. J. Engin. App. Sci. 2:425-429.

Zanzibar, M., dan S. Mokodompit. 2007. Pengaruh perlakuan hidrasi-dehidrasi terhadap berbagai tingkat kemunduran perkecambahan benih damar (Agathis loranthifolia F. Salisb) dan mahoni (Swietenia macrophylla King). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 4 (1): 1-67.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v4i1.10361

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id