Pengaruh Perbedaan Rasio Indukan Puyuh Jantan Hybrid dan Puyuh Betina Jepang (Coturnix coturnix japonica) terhadap Kualitas DOQ

Ajria Ajria, M. Aman Yaman, Herawati Latif

Abstract


Abstrak. Permasalahan yang terjadi saat ini di berbagai peternakan puyuh ialah penyediaan bibit sendiri sebagai indukan dengan cara perkawinan yang ada hubungan kekerabatan dekat (sedarah) tanpa persilangan dengan bibit baru dari luar. Akibatnya bibit-bibit yang dihasilkan dari hasil perkawinan tersebut mengalami kecacatan karena pengaruh inbreeding yang telah melampaui batas. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas puyuh yaitu dengan dilakukannya perkawinan silang (Cross Breeding) pada indukan puyuh. Perkawinan silang ini sangat baik jika dilakukan antara dua jenis puyuh yang memiliki kelebihan yang berbeda seperti puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica) dan puyuh Hybrid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan rasio indukan puyuh jantan Hybrid dan puyuh betina Jepang (Coturnix coturnix japonica) terhadap kualitas DOQ. Parameter yang diamati yaitu fertilitas, kematian embrio, daya tetas, berat tetas, mortalitas dan rasio DOQ jantan betina. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbedaan rasio indukan puyuh Hybrid jantan dan puyuh betina Jepang tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap fertilitas, kematian embrio, daya tetas, berat tetas, mortalitas dan rasio DOQ jantan betina. Meskipun tidak berbeda nyata, fertilitas dan daya tetas tertinggi hasil persilangan puyuh jantan Hybrid dan puyuh betina Jepang (Coturnix coturnix japonica) yaitu pada P4  dengan perbandingan indukan dan pejantan 4:4.

(The Effect of Differences in the Ratio of Sires of Male Hybrid Quails and Japanese Female Quails (Coturnix coturnix japonica) to DOQ Quality)

Abstract. The problem that is currently occurring at various quail farms is the supply of own seeds as sires by means of marriage that have close kinship (blood) without crossing with new seeds from outside. As a result the seeds produced from the results of the marriage experience disability because of the influence of inbreeding that has exceeded the limit. One effort to improve the quality of quail is by doing cross breeding on quail breeders. Cross - breeding is very good if done between two types of quail that have different advantages such as Japanese quail (Coturnix coturnix japonica) and Hybrid quail. The purpose of this study was to determine the effect of differences in the ratio of sires of male hybrid quails and Japanese female quails (Coturnix coturnix japonica) to DOQ quality. The parameters observed were fertility, embryo death, hatchability, hatch weight, mortality and female DOQ ratio. Based on the research data it can be concluded that the differences in the ratio of male hybrid quail and Jap anese quail broodstock did not have a significant effect on fertility, embryo death, hatchability, hatch weight, female DOQ mortality and ratio. Although not significantly different, fertility and highest hatchability were the result of hybrid crosses of male quail and Japanese female quail (Coturnix coturnix japonica), namely in P4 with a 4: 4 sires and male ratio.



Keywords


Inbreeding; perkawinan silang; puyuh Jepang; puyuh Hybrid; cross-breeding; Japanese quail; Hybrid quail

Full Text:

PDF

References


Abror, F.N.A., L. Silitonga dan S. Wibowo. 2018. Pengaruh perbandingan jantan-betina dan lama penyimpanan telur terhadap daya tetas telur burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Jurnal Ilmu Hewani Tropika. 7 (1): 2.

Agromedia. 2002. Puyuh si Mungil yang Penuh Potensi. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Cahyono, I.R. 2001. Pengaruh rasio pejantan dan betina burung puyuh terhadap fertilitas, daya tetas telur dan daya hidup DOQ. Skripsi. Jurusan Produksi Ternak Fakultas Peternakan Perikanan Universitas Muhammadiyah, Malang.

Direktorat pembibitan Ternak. 2011. Pedoman Pembibitan Burung Puyuh yang Baik (Good Breeding Practice). Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Departemen Pertanian, Jakarta.

Hamzah, S. 2017. Pengaruh umur induk terhadap fertilitas, daya tetas dan berat tetas telur burung puyuh. Skripsi. Program Studi Produksi Ternak Jurusan Produksi Ternak Universitas Hasanuddin, Makassar.

Hamzah, M., M. Sobri dan D.E. Prasetro. 2009. Evaluasi perbedaan level Zn pada kadar Zn, Estrogen, Progesteron, Aromatase darah, hati, telur dan ovarium ayam petelur. Laporan Akhir Hasil Penelitian Hibah Pascasarjana. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Kaharuddin, D dan Kususiayah. 2017. Performan puyuh lokal asal Payakumbuh, Bengkulu dan hasil persilangannya . Jurnal Sains Peternakan Indonesia. 12 : 317-318.

North, M.O dan D.D Bell. 1990. Commercial Chicken Production Manual. 4th Ed. Avi Book Nostrand Reinhold, New York.

Nugraha, M.F., R. Somanjaya dan D. Widianingrum. 2016. Performa telur tetas burung puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica) berdasarkan perbedaan bobot telur. Jurnal Ternak Tropika. 1: 79-80.

Sipayung, P.P. 2012. Performa produksi dan kualitas telur puyuh (Coturnix coturnix japonica) pada kepadatan kandang yang berbeda. Skripsi. Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat.

Shabirah, S., E. Sujana dan T. Widjastuti. 2016. Karakteristik hasil tetas puyuh petelur (Coturnix coturnix japonica) silangan warna bulu coklat dan hitam di pusat pembibitan puyuh Universitas Padjajaran. Student e-Journal. 3 (5): 1-10.

Wahyuri, M., E. Rahmadani dan Elfawati. 2014. Manajemen teknis produksi peternakan puyuh (studi kasus di peternakan Masagena Kecamatan Tenayan Raya). Jurnal Peternakan. 1(11): 8-21).

Wuryadi, S. 2013. Beternak Puyuh. Agromedia Pustaka, Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v4i1.10352

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id