Pengaruh Jenis Mikoriza dan Jumlah Populasi Tanaman Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays L.)

multazam palepi, jumini jumini, syaffrudin syaffrudin, syaffrudin syaffrudin

Abstract


Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mikoriza dan populasi tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis, serta interaksi antara jenis mikoriza dengan populasi tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai Januari 2018 di Desa Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 2 dengan  3 ulangan. Faktor yang diteliti yaitu jenis mikoriza dan populasi tanaman. Faktor jenis mikoirza terdiri dari 3 taraf yaitu ; mikoriza glomus mosseae, gigaspora dan campuran. Faktor populasi tanman terdiri atas 2 taraf yaitu : satu benih dan dua benih. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan jenis mikoriza campuran secara umum menghasilkan pertumbuhan dan  hasil  tanaman jagung yang lebih baik. Sedangkan populasi tamanan yang terbaik adalah satu tamanan. Selanjutnya Interaksi yang lebih baik terdapat  pada jenis mikoriza campuran dengan  populasi tamanan pada parameter diameter batang 15 HST dan 30 HST, berat basah akar dan berat buah berkelobot, diameter tongkol,berat buah tampa kelobot dan potensi hasil per hektar.

 

The effect of Mycoriza Types and Number of Crop Populations on Growth and Yield of Sweet Corn

Abstract

This research purposes to know the effect of mycoriza types and the population of  the plants toward the growth and yield of sweet corn and the interaction between mycoriza types and the population of  the plants to the growth and yield of sweet corn. This research was carried out in November 2017 until Januari 2018 at Blang Krueng village, Baitussalam sub-district, Aceh Besar Regency and Physiology Laboratory, faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. This research was conducted Randomized Block Design factorial pattern 3 x 2 with 3 replications. The factors studied in this research are mycoriza types and the population of  the plants. 3 types of mycoriza types are glomus mosseae mycoriza, gigaspora and the mixture of glomus mosseae and gigaspora. and 2 types of the population of  the plants are using one seed and two seed. The result of this research pointed out that the using of the mixture mycoriza type generally increased the growth and yield of sweet corn.  Whereas, the using of the population  of  the plants with one seed had showed the best result. And the better interaction is obtained in the mixture mycoriza with the population of  the plants in there after a good interaction is present in mixed mycorrhizae species with plan population on the diameter of tehstem 15 HST and 30 HST, the weight of the root base and the weight of the weighted fruit, the diameter of the cob weight of the without any weight fruit and the potential yield per hactare.



Keywords


mikoriza; satu benih; dua benih; jagung;populasi tamanan;entisol ; mycorrhiza; one seed; two seeds; corn; plant population; entisol

Full Text:

PDF

References


Abdurrazak, M. Hatta, dan A. Marliah. 2013. Pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) akibat perbedaan jarak tanam dan jumlah benih per lubang tanam. Jurnal Agrista. 17 (2): 55–59.

Agustin, W., S. Ilyas, S.W. Budi, I. Anas, dan F.C. Suwarno. 2015. Inokulasi fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan pemupukan p untuk meningkatkan hasil dan mutu benih cabai (Capsicum annuum L.)

Andrews, R. E. dan E. I. Newman. 2000. Root density and competition for nutrient. J. of America Social. For Horticulture Science.6 (12):757-763.

Aprilyanto, W., M. Baskara dan B. Guritno. 2016. Pengaruh populasi tanaman dan kombinasi pupuk N, P, K pada produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata STURT.). Jurnal Produksi Tanaman. 4 (6): 438-446.

Asro’ Laelani Indrayanti, L.A. 2010. Pengaruh Jarak Tanam Dan Jumlah Benih Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Jagung Muda. Media SainS, Volume 2 Nomor 2, Oktober 2010. Fakultas Pertanian Universitas PGRI Palangka Raya.

Azis, A. H. dan Arman. 2013. Respons jarak tanam dan dosis pupuk organik granul yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis. Jurnal Agrisistem. 9(1): 16–23.

Badan Pusat Statistik. 2014. Produksi tanaman pangan di Indonesia. (http//www.bps.go.id) di akses tanggal 10 Oktober 2017.

Budiman, A. 2004.Aplikasi Kascing dan Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) Pada Ultisol serta Efeknya Terhadap Perkembangan Mikroorganisme Tanah dan Hasil Tanaman Jagung semi (Zea mays L.). Skripsi Fakultas Pertanian. Universitas Andalas: Padang

Brundrett, M. 2004. Diversity and classification of mycorrhizal associations. Biology Review. 79: 473 – 495.

Brundrett, M., N, Bougher, B. Dell, T. Grove and N, Malajczuk.1996. Working with Mycorrhizas in forestry and Agriculture. ACIAR Monograph 32

Donald, C.M. 1963. Competition Among Crop and Pasture Plants. Adv. Agr; 15:1-118

Efendi, Halimursadah, Zaitun, Jumini dan Syafruddin. 2015. AGROEKOLOGI. Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Effendi, F.B. 2008. Uji Beberapa Varietas Jagung (Zea mays L) hibrida pada tingkat populasi tanaman yang berbeda.Tesis. Fakultas Pertanian IPB, Bogor.

Fitriatin, B.N., A. Yuniarti., dan T. Turmuktini. 2009. Pegaruh Mikroba Pelarut Fosfat Penghasil Zat Pengatur Tumbuh terhadap Fosfat Tanah, Pertumbuhan dan Hasil Jagung serta Efisiensi Pupuk P pada Tanah Marginal. Laporan Penelitian. Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Jatinangor, Sumedang

Halis, P. Murni dan A.B Fitria. 2008. Pengaruh jenis dan dosis cendawan mikoriza arbuskular terhadap pertumbuhan cabai (Capsicum annuum L.) pada tanah ultisol. Jurnal Biospecies, volume 2 : 59-62.

Hasanuddin. 2003. Peningkatan ketersediaan dan serapan N dan P serta hasil tanaman jagung melalui inokulasi mikoriza, azotobakter dan bahan organik pada ultisol. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 5(2): 83-89

Harniati, Revi Marsusi, Djamaluddin Sahari, dan Purnawati. (2000). Teknologi Budidaya Tanaman Jagung Di Lahan Kering. Lokasi PengkajianTeknologi Pertanian Pontianak. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian Pontianak.

Husin, E.F. 2000. Cendawan Mikoriza Arbuskula. Fakultas Pertanian Universitas Andalas: Padang.

Ikhwani, G.R. Pratiwi, E. Paturrohman, dan A.K. Makarim. 2013. Peningkatan produktivitas padi melalui penerapan jarak tanam jajar legowo. Iptek Tanaman Pangan. 8(2): 72–79.

Jumini, and Razali, 2014. Optimization of vegetables yield through sustainable biofertilizer technology, strengthening quality and packaging in the Blang Krueng Village, district of Baitussalam Aceh Besar. Final Report, LPKM Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh.

Kabirun, S. 2002. Tanggap padi gogo terhadap inokulasi mikoriza arbuskula dan pemupukan fosfat di Entisol. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan. 3(2): 49-56.

Kawano, K., A. Tanaka. 1967. Studies on The Competitive Ability of Rice Plant in Population. Journ.Facul.Agr. Vol: 55, Pt. 3. Faculty of Agriculture, Hokaido, Japan

Koswara, J., 1986. Budidya Jagung Manis. Yasaguna, Jakarta

Mayerni, R. Dan Hervani. D. 2008. Pengaruh Jamur Mikoriza Arbuskula Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selasih ( Ocimum santcum L). Fakultas Pertanian, Universitas Andalas.

Musfal. 2008. Efektivitas cendawan mikoriza arbuskula (CMA) terhadap pemberian pupuk spesifik lokasi tanaman jagung pada tanah Inceptisol. Tesis, Universitas Sumatera Utara. Medan. 79 hlm.

Oktavitani, N. 2009. Pemanfaatan Cendawan Mikoriza Arbuskular (CMA) Sebagai Pupuk Hayati Untuk Meningkatkan Produksi Pertanian.

Palaniappan, SP., 1988. Cropping Systems In The Tropics : Principles And Management. Tamil Nadu Agricultural University, Coimbatore. India

Prahasta A.,2009.Agribisnis Jagung.Bandung. Pustaka grafika.

Rambitan. V. M. M., 2004. Pertumbuhan Dan Hasil Empat Kultivar Jagung Semi (Baby Corn) Dengan Berebagai Populasi Tanaman Pada Inceptisols Jatingor. J. Agroland Vol. 11(1): 11 - 17.

Rao, N., dan S. Shuba. 1994. Mikoorganisme Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. Edisi 2 Universitas Indonesia, Jakarta.

Rambitan. V. M. M., 2004. Pertumbuhan Dan Hasil Empat Kultivar Jagung Semi (Baby Corn) Dengan Berebagai Populasi Tanaman Pada Inceptisols Jatingor. J. Agroland Vol. 11(1): 11 – 17

Riwandi, M. Handajaningsih, dan Hasanudin,2014.Teknik Budidaya Jagung Dengan Sistem Organik Di Lahan Marjinal. UNIB Press. Bengkulu. ISBN 978-979-9431-84-4.

Rukmana, R. 1997. Usaha Tani Jagung. Kanisius: Yogyakarta.

Rosliani, R. and M. Sumarni, 2009. [Application of mycorrhizae and inorganic fertilizer on the growth, nutrient uptake and yield of hot pepper and cabbage intercropping on the Highland]. Jurnal Hortikultura, 19: 313-323, (In Indonesian).

Salisbury, B.F. dan W.C. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Penerbit ITB. Bandung.

Sudjana, A, A. Rifin, dan M. Sudjadi. (1991). Jagung. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Balai Penelitian Tanaman Pangan Bogor.

Suriadikarta, D.A., R.D.M. Simanungkalit. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor. ISBN 978-9799474-57-5

Simarmata, T. 2005. Revitalisasi kesehatan ekosistem lahan kiritis dengan memanfaatkan pupuk biologis mikoriza dalam percepatan pengembangan pertanian ekologis di indonesia. Di dalam prosiding AMI Jambi.

Sirajuddin M. 2010. Komponen Hasil dan Kadar Gula Jagung Manis (Zea mays saccharata) terhadap Pemberian Nitrogen dan Zat Tumbuh Hidrasil. Penelitian Mandiri. Fakultas Pertanian. UNTAD. Palu

Syafruddin, E. Kusumawati and R. Safrianto, 2014. Propagation techniques of bio-fertilizer mycorrhizae and adoption innovation as bio-fertiliser and bioprotector to increase production chili pepper on Andisol Saree Aceh Besar. Research Report LPSDM Aceh, Banda Aceh.

Syafruddin, Jumini and E. Iskandar, 2015. Adoption and inovation of technology for farmers group of circle campus and youth drop school at limpok village through mycorrhiza propagation techniques to increase production of vegetables and sweet corn. Report of LPKM UNSYIAH, Banda Aceh.

Syafruddin. 2017. Growth and Yield of Chili Pepper (Capsicum annuum L.) on the Growing Media of Entisol Aceh Using Various Endomycorrhizae. Int. J. Agric. Res., 12 (1): 36-40.

Safrianto, R., Syafruddin and R. Sriwati, 2015. [The growth and yield of chili peppers ( Capsicum annuum L.) on andisol using various organic fertilizers and endomycorrhizae]. Jurnal Floratek, 10: 34-43, (In Indonesian).

Solahuddin, S. 1993. Pengaruh inokulasi VAM rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Majalah Ilmiah Universitas Halu Oleo, Kendari

Tabri, F. 2011. Pengaruh pemberian pupuk pelengkap cair gandasil–b terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Seminar Nasional Serealia.

Winarso. 2005. Pengertian dan Sifat Kimia Tanah. Yogyakarta. Gajah Mada University Press. Yogyakarta

Widiastuti dan Kramadibrata. 1993. Identifikasi Jamur Vesikular Arbuskular Dibeberapa Kebun Kelapa Sawit di Jawa Barat.

Yusnizar, Jumini and M. Rahmawati, 2014. Adoption and inovation of technology for farmers and women group at Blang Krueng village through mycorrhiza propagation techniques to increase production of chili pepper. Report of LPKM UNSYIAH, Banda Aceh..




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v4i1.10341

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id