Pengaruh Ekstrak Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Pertumbuhan Enterococcus faecalis Pada Berbagai Konsentrasi

Nurul Hafidhah, Rachmi Fanani Hakim, Fakhrurrazi .

Abstract


Enterococcus faecalis adalah bakteri anaerob fakultatif gram positif, non-motil, serta dapat tumbuh dengan cepat pada suhu 37-42ºC dan membentuk koloni non-hemolitik. E. Faecalis merupakan salah satu dari banyak mikroorganisme yang ditemukan di saluran akar gigi dengan perawatan endodontik yang gagal dan juga terlibat dalam infeksi saluran akar yang persisten.Penelitian in vitromenemukan bahwa E. faecalis dapat menginvasi tubulus dentin di mana tidak semua bakteri dapat melakukannya serta resisten terhadap kalsium hidroksida dengan pH di bawah 11,1. Kakao (Theobroma cacao L.) memiliki kandungan flavonoid berupa katekin, antosianin, dan quercetin, serta kandungan tanin berupa prosianidin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji kakao (Theobroma cacao L.) terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis pada berbagai konsentrasi. Metode yang digunakan adalah uji antimikroba dengan pengenceran seri. Pada kelompok perlakuan, konsentrasi ekstrak biji kakao yang digunakan adalah 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%, sedangkan pada kelompok kontrol digunakan chlorhexidine 2% sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Uji analisis Kruskal-Wallis menunjukkan nilai p= 0,003 yang berarti ekstrak biji kakao berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, ekstrak biji kakao (Theobroma cacao L.) dapat menghambat pertumbuhan Enterococcus faecalis mulai dari konsentrasi 6,25% hingga 100%.
Kata kunci : Flavonoid, Tanin, Enterococcus faecalis, ekstrak biji kakao (Theobroma cacao L.)


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.