INKONTINENSIA URINE DAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI BANDA ACEH

erni meutia rani, teuku tahlil

Abstract


Inkontinensia urine merupakan masalah kesehatan yang cukup sering dijumpai pada lansia dan dapat mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi adanya hubungan antara inkontinensia urine dengan kualitas hidup lansia di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain korelatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 65 orang lansia di sebuah panti jompo di Banda Aceh dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 30 (46,2%) responden mengalami inkontinensia urine dan 35 (53,8%) responden tidak mengalami inkontinensia urine. Sedangkan untuk variabel kualitas hidup, sebanyak 33 (50,8 %) responden memiliki kualitas hidup yang baik dan 32 (49,2%). responden memiliki kualitas hidup yang kurang baik. Hasil uji Chi Square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara inkontinensia urine dengan kualitas hidup (p-value= 0,000). Perawat komunitas diharapkan dapat memberikan penyuluhan dan perawatan kepada lansia tentang inkontinensia urine dan kualitas hidup agar kualitas hidup lansia menjadi lebih baik.


Full Text:

PDF

References


Ambarwati, W. (2008). Hubungan antara persepsi dukungan sosial dengan tingkat kecemasan pada penderita Diabetes Melitus melalui http://isjd.pdii.go.id/admin/jurnal/102087073.pdf. Diakses pada tanggal 8 Agustus 2016.

Charalambous, S & Trantafylidis, A. (2009). Impact of urinary incontinence on quality of life. Pelviperineologi, 28, 51-53.

Chesor, A. (2015). Hubungan antara inkontinensia urin dengan depresi pada lanjut usia di Panti Wreda Dharma Bakti Pajang Surakarta. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ekowati, S. (2010). Hubungan inkontinensia urine dengan tingkat depresi pada usia lanjut di Posyandu Lansia “Flamboyan†Desa Onggobayan Ngestiharjo Kasihan Bantul. Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Friedman, M., Bowdens, B. V & Jones, G. E. (2010). Buku ajar keperawatan keluarga: Riset, teori dan praktik (ed. 5). Jakarta: EGC.

Ghafouri, A., Alnaimi, A. R., Alhothi, H. M., Alroubi, I., Alrayashi, M., Molhim, N. A, et al. (2014). Urinary incontinence in Qatar: A study of the prevalence, risk factors and impact on quality of life. Arab Journal of Urology, 12, 269-274.

Gorina, Y., Schappert, S & Bercovitz, A. (2014). Prevalence of incontinence among older Americans. Hyattsville, Maryland: U.S. Department of Health and Human Services Centers for Disease Control and Prevention National Center for Health Statistics.

Hutapea, B. (2011). Emotional intelligence dan psychological well-being pada manusia lanjut usia anggota organisasi berbasis keagamaan di Jakarta. Diunduh dari http://journal.unair.ac.id/filerPDF/1-13_2.pdf. Diakses pada tanggal 7 Agustus 2016.

Ismail, D. D. S. L. (2013). Aspek keperawatan pada inkontinensia urine. Jurnal Ilmu Keperawatan, 1 (1), 3-11.

Jackson, S. R., Delia, S., Edward, J. B., Stephan, D. (2005). Urinary incontinence and diabetes in post menopause. New York: Mc Graw and Hill.

Kozier, B. (2010). Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep, proses, dan praktik (ed. 7). Jakarta: EGC.

Miller, C. A. (2009). Nursing for wellness in older adults (6th ed). Ohio: Wolters Kluwer.

Onat, S. S., Delialioglu, S. U., Guzel, O & Ucar, D. (2014). Relationship between urinary incontinence and depression in elderly patients. Journal of Clinical Gerontology & Geriatrics, 5, 86-90.

Potter, A. P & Perry, A. G. (2005). Fundamental keperawatan: Konsep, proses, & praktik. Vol 1 & 2. Jakarta: EGC.

Purnomo, B. B. (2012). Dasar-dasar urologi. Jakarta: CV. Sagung Seto.

Sari, N. K. (2013). Status gizi, penyakit kronis, dan konsumsi obat terhadap kualitas hidup dimensi kesehatan fisik lansia. Jurnal Penelitian Kesehatan, Jurusan Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, 3 (2), 20-26.

Scottish Intercollegiate Guidelines Network, management of urinary incontinence in primary care. (2004). Scotland: Royal College of Physicians.

Setiati, S & Pramantara, I. D. P. (2006). Inkontinensia urin dan kandung kemih hiperaktif. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Sholichah, R. D. (2009). Hubungan antara dukungan sosial dengan derajat depresi pada penderita DM tipe II dengan komplikasi melalui http://eprints.uns.ac.id/10497/1/148331608201010561.pdf. Diakses pada tanggal 7 Agustus 2016.

Smeltzer, S. C. (2001). Buku ajar keperawatan medikal-bedah Brunner & Suddarth. Jakarta: EGC.

The Canadian Continence Foundation, incontinence: The Canadian perspective. (2014). Canada: Cameron Institute.

Yuliati, A., Baroya, N., Ririanty, M. (2014). Perbedaan kualitas hidup lansia yang tinggal di komunitas dengan di pelayanan sosial lanjut usia. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 2(1), 87-94.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.