PERAWATAN GIGI DAN MULUT ANAK SEKOLAH DI GAMPONG LAMCOT KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR

ahyal miska, teuku samsul alam

Abstract


Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan masalah yang rentan dihadapi oleh kelompok anak usia Sekolah Dasar (SD), karena anak usia sekolah (6-12 tahun) merupakan periode transisi atau masa bercampurnya antara gigi susu (gigi primer) dan gigi tetap (gigi sekunder). Periode transisi bagi anak adalah periode terburuk karena masalah kesehatan gigi dan mulut dan kurangnya perhatian terhadap perawatan kesehatan gigi dan mulut akan bermula dari periode ini serta akan mempengaruhi masa depan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perawatan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah di Gampong Lamcot Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. Jenis penelitian ini adalah deskriptive dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah anak usia sekolah usia 10 sampai 12 tahun. Teknik pengambilan sampel adalah teknik non random sampling berdasarkan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara terpimpin. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang terdiri dari 19 item pertanyaan dalam skala dichotomous choice. Metode analisis data dengan menggunakan analisis univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan perawatan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah adalah kurang baik (78%), dimana yang termasuk kurang baik adalah flossing (96%), berkumur (76%) sedangkan menyikat gigi (58%) dan asupan nutrisi (60%) adalah baik. sehingga dapat disimpulkan bahwa perawatan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah adalah kurang baik. Diharapkan perawat dapat melakukan sosialisasi dan simulasi ke Gampong Lamcot terkait dengan perawatan kesehatan gigi dan mulut yang baik.


Full Text:

PDF

References


Alimul, A. (2009). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis data. Jakarta : Salemba Medika

American Dental Association. (2013). Floss and other interdental cleaners. Diakses dari http://www.ada.org/1318.aspx

Ardhiani, D. (2000). The effect of mouthwash containing povidone iodine 1% on salivary levels of streptococcus mutans analysis on the effect of mouth rising for 15 secons. Skripsi. Jakarta : FKG UI

Balitbang Depkes RI. (2008). Riset Kesehatan Dasar, RISKESDAS 2007. Jakarta : Balitbang Depkes RI

Balitbang Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar, RISKESDAS 2013. Jakarta : Balitbang Kemenkes RI

Budiarto, E. (2003). Biostatistika untuk kedokteran dan kesehatan masyarakat. Jakarta: EGC

Budisuari, MA., Oktarina & Muhammad AM. (2010). Hubungan pola makan dan kebiasaan menyikat gigi dengan kesehatan gigi dan mulut (karies) di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. Vol 13 No 1. Diakses dari ejournal.litbang.depkes.go.id

Claessen, J.P. & Wright, R. (2008). Designing interventions to improve tooth brushing. International Dental Journal.

Dian, A. (2015). Gambaran pola jajan, frekuensi menyikat gigi dan status karies gigi anak usia 11-12 tahun di SD Negeri Gumpang 01 Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Skripsi. Surakarta : Unmuha. Diakses dari eprints.ums.ac.id/38227/12/11.%20naskah%20publikasi.pdf

Hadnyawati, H. (2012). Pengaruh pola jajan di sekolah terhadap karies gigi pada siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Jember. Journal of Dentistry Indonesia. Vol 9, No 3. Jember : FKG UI. Diakses dari www.Jdefmtistry.ui.ac.id

Iswandani, W. (2015). Gambaran pengetahuan anak usia 7 sampai dengan 12 tahun tentang oral hygiene berdasarkan karakteristik di SDN Jalan Anyar Kota Bandung. Di akses dari repository.upi.edu/15618/5/Ta_JKR_1205696_Chapter1.pdf

Maghfirah, A., Widodo & Rachmadi, P. (2014). Efektifitas menyikat gigi disertai dental floss terhadap penurunan indeks plak. Dentino Jurnal Kedokteran Gigi Vol II, No 1. Banjarmasin : PSKG Unlam. Diakses dari fkg.unlam.ac.id

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Nurdin, R. (2016). 5 tips menghindari gigi berlubang pada anak. Diakses dari http://www.jurnalkedokterangigi.com/

Pintauli, S. & Hamada, T. (2008). Menuju gigi dan mulut sehat. Skripsi. Medan : USU

Pratiwi, D. (2007). Merawat gigi sehari-hari. Jakarta : PT Kompas Media Nusantara

Sari, D.N. (2014). Perbandingan efektivitas obat kumur bebas alkohol yang mengandung cetylpyridinium chloride dengan chlorhexidine terhadap penurunan plak. Laporan Penelitian. Jurnal Kedokteran Gigi Dentino. Vol 2 No 2. Banjarmasin : PSKG ULM.

Sarika, S., Amit, A., & Autar. (2012). Effect of tootbrushing grip on plaque removal during manual tootbrushing in children. Journal Oral Sci.

Setiawan, R., Adhani, R., Sukmana, B.I., & Hadianto, T. (2014). Hubungan pelaksanaan UKGS dengan status kesehatan gigi dan mulut murid Sekolah Dasar Sederajat di wilayah kerja Puskesmas Cempaka Putih Kota Banjarmasin. Dentino (Jur.Ked.Gigi), Vol II. No I. Maret 2014: 102-109. Diakses dari fkg.unlam.ac.id/

Sutjipto, C., Wowor, V. & Kaunang, W. (2013). Gambaran tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak usia 10-12 tahun di SD Kristen Eben Haezar 02 Manado. Journal Biomedik Vol. 1 No.1. Manado: PSKG Universitas Sam Ratulangi. Diakses dari ejournal.unsrat.ac.id/index.php/ebiomedik/article/view/4622


Refbacks

  • There are currently no refbacks.