INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT PENGGUNA PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH

lisa gusfiarni, hajjul kamil

Abstract


Puskesmas sebagai pelayanan kesehatan masyarakat perlu memiliki karakter mutu pelayanan prima yang sesuai denganharapan masyarakat. Pelayanan kesehatan sebagai pelayanan publik harus mempunyai nilai-nilai kepuasan yang terukur untuk selanjutnya dapat sebagai acuan meningkatkankualitas pelayanan.Tujuanpenelitianiniuntuk mengetahui indeks kepuasanmasyarakatpenggunaPuskesmas Kopelma Darussalam Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif deskriptif dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas Kopelma Darussalam Kecamatan Syiah Kualadengan pengambilan sampel secaraaccidental sampling berjumlah 150 orang. Pengumpulan data mengunakan kuesioner baku MenPan Nomor: KEP/25/M.PAN/2/2004 dalam bentuk multyple choice, data di lakukan secaradeskriptif. Berdasarkan hasil penelitian Indek Kepuasan Masyarakat didapatkan nilai indek sebesar 2.61 dan nilai IKM 65.3 yang berarti mutu pelayanan pada kategori B, sehingga kinerja pelayanannya dapat dikatakan baik.Diharapkan bagi puskesmas untuk menjaga dan mendapatkan kepercayaan serta kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas Kopelma Darussalam seharusnya memperhatikan aspek-aspek yang menjadi penilaian masyarakat seperti halnya yang terdapat dalam penilaian responden di penelitian ini.


Full Text:

PDF

References


Arikunto, S.(2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta : Rineka Cipta

Asmadi. (2008). Konsep dasar keperawatan. Jakarta: EGC.

Azwar, S. (2011). Sikap dan perilaku dalam: sikap manusia teori dan pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Candrawati, A.G.A.G. (2015). Perbedaan tingkat kepuasan pasienpada puskesmas iso dan puskesmas non iso di kota denpasar.Program Pascasarjana. UniversitasUdayana: Denpasar.

Chasanah, U. (2013).Pengukuran kinerja berdasarkan indeks kepuasan masyarakat pada Puskesmas Kalirungkut Surabaya. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya. Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 2 No. 3

Irawan, H.(2009). 10prinsipkepuasanpelanggan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

MenPan.RI (2004). Nomor: Kep/25/M.Pan/2/2004, Pedoman umum penyusunanindeks kepuasan masyarakatunit pelayanan instansi pemerintah

Mubarak, W.I. (2009). Ilmu keperawatan komunitas pengantar dan teori. Buku 1. Jakarta: Salemba Medika.

Nasution. (2009). Metode research. Jakarta: BumiAksara.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

Permenkes No.75 tahun 2014. Pusatkesehatanmasyarakat. MenteriKesehatanRepublik Indonesia

Pohan, I.S.(2006).Jaminan mutu layanan kesehatan; dasar-dasar pengertian dan penerapan, Jakarta: EGC.

Santoso.(2005). Metodologipenelitiankuantitatfdankualitatif, Jakarta: PrestasiPustaka.

Sarwono, J.(2006). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Yogyakarta:Graha Ilmu

Setiadi.(2007). Konsep dan penulisan riset keperawatan. Yogyakarta: GrahaIlmu

Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan. Bandung:Alfabeta

Suhadi. (2015). Perencanaanpuskesmas. Jakarta: TIM

Sukamti, S. (2015). Analisis indeks kepuasan masyarakat (IKM) pada pelayananpublik di Puskesmas Kalicacing Kota Salatiga. STIE AMA

Salatiga. Among Makarti. Vol.8 No.15

Supardi, S., Handayani, R.S., &Notosiswoyo, M. (2008). Faktor-faktor yang berhubungandengankepuasanpasienrawatjalandanrawatinapPuskesmas (Analisa data SKRT 2004). PuslitbangPenelitianKesehatan, 36 (3). 135-144.

Waluyo. (2010). Manajemen Mutu pelayanan kesehatan. Airlangga University Press. Surabaya.

Wijono, D.M.S. (2000). Manajemen mutu pelayanan kesehatan. Vol 1. Airlangga University Press. Surabaya


Refbacks

  • There are currently no refbacks.