PERILAKU MEROKOK DAN PENGALAMAN BENCANA PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH

t_yurizal novandi, teuku tahlil

Abstract


Mahasiswa yang  mendapatkan pemaparan terhadap pengalaman bencana akan menimbulkan kebiasaan baru akibat stres yang dialami, termasuk kebiasaan merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan pengalaman bencana pada MahasiswaUniversitas Syiah Kuala Banda Aceh tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh yang berjumlah 23993 orang dengan sampel sebanyak 100 orang yang diambil dengan teknik snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dengan analisa univariat dan analisa bivariate chi square.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok (ρ-value = 0,023) dimanadari 89 responden yang mengalami pengalaman bencana pada tingkat keparahan ringan, 53,9% mempunyai perilaku merokok. Diharapkan bagi universitas untuk dapat mengatasi perilaku merokok pada mahasiswa yaitu dengan membuat tanda-tanda larangan merokok di fasilitas publik sehingga mahasiswa dapat mengurangi perilaku merokok di lingkungan Universitas.

 

Kata Kunci          :               Perilaku Merokok, Pengalaman Bencana, Mahasiswa


Full Text:

PDF

References


Aula, L.E. (2010). Stop merokok. Jogjakarta: Garailmu.

Baggerly.,& Exum. (2008). Counseeling children after natural disaster: guidance for family therapists. The American Journal of Family Therapy, 36, 79–93.

Cafasso, J. (2016). Traumatic events.Available from http://www.healthline.com/

Feldner, M.T. (2008). Smoking and posttraumatic stress symptoms among adolescents: Does anxiety sensitivity matter?.University of Arkansas Addictive Behaviors, 33, 1470–1476.

Garey, L. (2016). Posttraumatic stress symptom severity and cognitive-based smoking processes among trauma-exposed treatment-seeking smokers: The roleof perceived stress. Department of Psychology, University of Houston, Houston, TX, United States. Elsevier, Addictive Behaviors 60, 84–89

Hasnida.,& Kemala, I.d. (2005). Hubungan antara stress dan perilaku merokok pada remaja laki-laki. Psikologia, 1 (2), 105-111.

Hawari, D. (2011).Manajemen stres cemas dan depresi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Kirby, A.C. (2008). Smoking in help-seeking veterans with PTSD returning from Afghanistan and Iraq.Durham VA Medical Center Addictive Behaviors, 33, 1448–1453.

McKeown-Eyssen G, Baines C, Cole DE, Riley N, Tyndale RF, et al. (2004). Case-control study of genotypes in multiple chemical sensitivity: CYP2D6, NAT1, NAT2, PON1, PON2 and MTHFR. Int J Epidemiol.33:971–8.

Ng, M (2014).Smoking prevalence and cigarette consumption in 187 countries, 1980-2012. Journal Of The American Medical Association, 311 (2), 183-192.

Ningrum, T.P. (2014), Hubungan tingkat stress dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki di Desa Tolomato Kecamatan Suwawa Tengah Kabupaten Bone Bolango. Jurusan Ilmu Keperawatan Universitas Negeri Gorontalo

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Ochtiasari.A.T. (2003). Empati dan perilaku merokok di tempat umum. fakultas psikologi, Universitas Islam Indonesia. JurnalPsikologi, 2, 81-90.

Riskesdas.(2013). Badan penelitian dan pengembangan kesehatan. Departemen Kesehatan RI

Rosita, R. (2012). Penentu keberhasilan berhenti merokok pada mahasiswa. Jurnal Kesehatan Masyarakat. KEMAS 8 (1), 1-9.

Sugiyono.(2012). Metode penelitian kuantitatif kualitatif. Bandung: CV Alfabeta

Undang-Undang No 24 Tahun 2007 tentangPenanggulanganBencana

Welch, G.H. (2015). Cigarette smoking and 9/11-related posttraumatic stress disorder among World Trade Center Health Registry enrollees.Preventive Medicine. 73, 94–99.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.