PENGETAHUAN DAN PERSONAL HYGIENE PADA MAHASISWA YANG TINGGAL DI ASRAMA KOMPAS UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Teuku Alkautsar Safutra, Rachmalia Rachmalia

Abstract


Personal Hygiene sangat penting untuk mencegah timbulnya peradangan serta penyakit-penyakit infeksi maupun non infeksi lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene meliputi citra tubuh, praktik sosial, status sosial ekonomi, pengetahuan dan motivasi kesehatan, variabel budaya, kebiasaan atau pilihan pribadi dan kondisi fisik seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan personal hygiene pada mahasiswa yang tinggal di asrama komplek pelajar dan mahasiswa Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif, Populasinya adalah seluruh mahasiswa laki-laki yang tinggal di asrama komplek pelajar dan mahasiswa Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh yang berjumlah total 160 mahasiswa. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah 66 sampel. Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang terdiri dari 26 item pernyataan dalam bentuk dichotomous choice, pen light dan tongue spatel untuk lembar observasi pemeriksaan fisik. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus 2016. Bredasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden (57,6%) memiliki pengetahuan personal hygiene yang baik, gambaran personal hygiene mahasiswa sebagian besar bersih (69,6%), dimana secara sub variabel sebagian besar mahasiswa memiliki rambut yang bersih (75,5%), kulit bersih (96,9%), kuku bersih (94%), tangan dan kaki bersih (92,4%), mulutbersih (96,9%), mata bersih (98,5%), telinga bersih (91,6%), dan hidung bersih (80,3%). Saran untuk asrama agar membuat suatu pelatihan atau seminar tentang personal hygiene serta memperbaiki sanitasi lingkungan.


Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Edisi Revisi., Jakarta: PT Rineka Cipta.

Andarmoyo, S. (2012). Personal Hygiene: Konsep, Proses dan Aplikasi Praktik Keperawatan. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Depkes RI. (2009). Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan 2005 – 2025. Jakarta: Depkes RI. http://www.depkes.go.id.

Harahap & Marwali. 2000. Ilmu Penyakit Kulit. Hipokrates. Jakarta.

Hidayat, A. (2006). Konsep Personal Hygiene. Yogyakarta: Graha Ilmu

Hidayat, A.A. (2011). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data, Edisi Pertama., Jakarta: Salemba Medika.

Isro’in & Andarmoyo. (2012). Personal Hygiene; Konsep, Proses, dan Aplikasi dalam Praktik Keperawatan, Edisi Pertama., Yogyakarta: Graha Ilmu

Kementrian Kesehatan RI. (2010). Rencana Strategis Kementrian Kesehatan tahun 2010 – 2014. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id.

Kozier, Erb. (2009). Buku ajar praktik keprawatan klinis: ed 5. Jakarta: EGC.

Muzakir. (2008). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Skabies pada Pesantren di Kabupaten Aceh Besar. Tesis. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Medan.

Mubarak & Chayatin. (2007). Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia Teori dan Aplikasi dalam Praktik, Jakarta: EGC.

Notoatmodjo (2012). Promosi Kesehatan, Teori dan Aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta

Nursalam. (2003). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika.

Perry & potter. (2009). Fundamental keprawatan: konsep, proses, dan praktik. Jakarta: EGC.

Pearce, Evelyn. (2006). Anatomi dan Fisiologis untuk Paramedis. Jakarta: Gramedia.

Setiadi. (2007). Anatomi dan Fisiologi.Surabaya:Graha Ilmu.

Setiadi. (2007). Konsep & Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu

Syarifuddin. (2009). Anatomi Tubuh Manusia.Jakarta:Salemba Medika.

Ummul, H. 2011. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren Darul Huffadh di Wilayah Kerja Puskesmas Kajuara Kabupaten Bone. Jurnal Media Kedokteran. 2(4): 1-6.

Wartonah & Warwoto, 2006. Kebutuhan Dasar Manusia dam Proses Keperawatan Edisi 3. Jakarta, Salemba Media.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.