PERBANDINGAN STATUS FUNGSIONAL LANSIA YANG TINGGAL BERSAMA KELUARGA DENGAN YANG TINGGAL DI UPTD BANDA ACEH

Muhammad Rizal, Teuku Samsul Alam

Abstract


Lansia mengalami penurunan fungsi fisik, mental, dan sosial yang memberikan kontribusi terhadap meningkatnya ketergantungan lansia pada orang lain.. Banyak lansia yang justru tinggal di panti sosial dimana jauh dari keluarganya, padahal keluarga mempunyai peran penting dalam menunjang kemandirian seorang lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status fungsional lansia yang tinggal bersama keluarga dengan yang tinggal di UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah descriptive comparative dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi penelitian 117 lansia. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus slovin yaitu sebanyak 54 responden. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Gampong Blang Kecamatan Darussalam Aceh Besar dan di UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda Aceh pada bulan Juni 2016. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Indeks Barthel dengan wawancara terpimpin. Hasil analisa univariat didapatkan status fungsional lansia bersama keluarga dengan kategori mandiri (60,9%), ketergantungan ringan (34,8%) dan ketergantungan berat (4,3%). Lansia yang tinggal di UPTD pada ketegori ketergantungan ringan (61,3%), mandiri (32,3%) dan ketergantungan total (6,5%). Berdasarkan analisis bivariat menggunakan rumus Mann Whitney didapatkan nilai p value=0,045 < α 0,05 sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara kemandirian lansia yang tinggal bersama keluarga dengan yang tinggal di UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang. Sehingga diharapkan kepada pihak panti sosial dan keluarga  lansia agar dapat meningkatkan dan mempertahankan kemandirian status fungsional lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Full Text:

PDF

References


Adi, R (1999). Kelompok Lanjut Usia. T.O. Ihromi. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. Jakarta: Yayasan Obob Indonesia

Bambang (2011). Profesional: Pekerja Sosial pada Lansia di Panti Werdha. http://gaumabaji.kemsos.go.id

Friedman, M. (2003). Keperawatan Keluarga: Teori dan Praktik. Edisi ketiga. Jakarta:EGC.

Hacihasanoglu, R., Yildirim, A., Karakut, P (2012). Loneliness in Elderly Individuals, Level of Dependency in Activity of Daily Living (ADL) and Influential Factors. Archives of Gerontology and Geriatrics 54, 61-66

Hardywinoto & Setiabudhi. (2005). Panduan Gerontologi: Tinjauan dari Berbagai Aspek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Heriawan. (2000). Pedoman Pengelolaan Kesehatan Pasien Geriatric, edisi ke 1, Jakarta Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Gambaran Kesehatan Lanjut Usia di Indonesia. Diakses pada tanggal 24 Maret 2016 dari http://www.depkes.go.id/download/Buletin%20lansia.pdf.

Kuntjoro, S. (2002). Dukungan Sosial Buat Lansia. http://www.balipost.co.id.balipostcetak/2006/5/7/kel 3.html. Diakses 26 Juni 2016.

Lueckenotte, AG. (2000). Pengkajian Gerontologi. Edisi Kedua. Jakarta: EGC.

Marni & Kadir. (2007). Panti Werdha Sebuah Pilihan. http://subhan kadir.wordpress.com

Maryam, R. S. (2008). Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika

Mubarak, W.I, Chayatin, N & Santoso, B.A. (2009). Keperawatan Komunitas. Jakarta: Selemba Medika

Nugroho, W. (2008). Keperawatan Gerontik dan Geriatrik. Jakarta: EGC

Stanley, M & Beare, P. G. (2006). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Jakarta: EGC

Syamsuddin. (2008). Penguatan Eksistensi Panti Werdha di Tengah Pergeseran Budaya dan Keluarga. diakses 15 April 2016. Diunduh dari: http://www.kemsos.go.id.

Tamher, S. (2009). Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Jakarta: Selemba Medika

Watson, Roger.2003. Perawatan Pada Lansia. Jakarta: EGC.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.