STIGMA MASYARAKAT TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI KECAMATAN KUTA MALAKA KABUPATEN ACEH BESAR

Desi Putriyani, Hasmila Sari

Abstract


Di dunia dan di Indonesia banyak orang yang mengalami gangguan jiwa termasuk di  Aceh. Sering kali, orang dengan gangguan jiwa mendapatkan stigma dan diskriminasi dari kalangan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stigma masyarakat Di Kecamatan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar berdasarkan stereotip,  prasangka dan diskriminasi. Jenis penelitian ini deskriptif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat di Desa Tumbo Baro, Desa Lam Ara Tunong dan Desa Reuleng Geulumpang Kecamatan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar berjumlah 68 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode proporsional sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan teknik wawancara terpimpin dan alat ukur berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69,1% responden memberikan stereotip terhadap orang dengan gangguan jiwa, 52,9% responden memberikan prasangka terhadap orang dengan gangguan jiwa dan 52,9% responden tidak melakukan diskriminasi terhadap orang dengan gangguan jiwa, sehingga dapat disimpulkan bahwa 51,5% responden tidak memberikan stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat gambaran dampak stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa dan diharapkan kepada pemerintah Kecamatan Kuta Malaka dapat bekerja sama dengan petugas kesehatan menyelenggarakan seminar/penyuluhan kepada masyarakat tentang stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa agar masyarakat mengerti dan paham mengenai stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa.


Full Text:

PDF

References


Depkes. (2012). Profil kesehatan profinsi Aceh tahun 2012. Aceh.

Depkes. (2013). Laporan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) nasional 2013,badan penelitian danpengembangan Depkes RI.Jakarta.

Halgin, Richard P. & Whitburne, Susan Krauss. (2012). Psikologi abnormal: Perspektif klinis pada gangguan psikologis. Jakarta: Salemba Humanika.

Hendriyana, Artanti. (2013). Setiap tahun, penderita gangguan jiwa di Indonesia terus meningkat. http://www.unpad.ac.id/profil/drsuryani-

skp-mhsc-setiap-tahunpenderita-gangguan-jiwa-di-indonesiaterus-meningkat/. Diakses pada tanggal 30 Juli 2016

Kemenkes RI. (2014). Stop stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). http://www.depkes.go.id/article/view/201410270011/stop-stigma-dandiskriminasi-terhadap-orang-dengangangguan-jiwa-odgj.html. Diakses pada tanggal 30 Desember 2015.

Notoatmodjo. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Romadhon, Alfiana Suci. (2011). Persepsi masyarakat terhadap individu yang mengalami gangguan jiwa di Kelurahan Poris Plawad Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang. Skripsi. Jakarta:Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sarwono, Sarlito W. & Meinarno, Eko A. (2012). Psikologi sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Videbeck. (2008). Buku ajar keperawatan jiwa. Jakarta: EGC.

WHO. (2015). Mental disorders. www.who.int/mediacentre/factsheets/fs396/en/. Diakses pada tanggal 30 Desember 2015.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.