INFORMED CONCENT DALAM PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI ORTHOPEDI RSUD dr.ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH

Putri Nuzira, Ardia Putra

Abstract


Informed concent merupakan persetujuan yang diberikan oleh pasien dan keluarga atas dasar penjelasan tindakan medis yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut. Informasi  pada informed concent  dapat membantu pasien dalam mengantisipasi tahap-tahap prosedur pada pembedahan. Pembedahan dapat menimbulkan stres fisiologis dan stress psikologis pada pasien, salah satunya adalah kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan informed concent dengan tingkat kecemasan pada pasien bedah orthopedi di ruang rawat inap jeumpa rumah sakit umum daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling pada 54 responden. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan teknik wawancara terpimpin dengan menggunakan kuisioner yang terdiri dari 19 pertanyaan dalam bentuk dichotomous choice dan 14 pertanyaan menggunakan kuisioner baku HARS. Analisa data menggunakan uji Chi square. Hasil analisa data didapatkan bahwa ada hubungan antara pemberian informed concent dengan tingkat kecemasan (p-value:0,001). Saran peneliti pada manajemen keperawatan rumah sakit untuk membuat suatu SOP yang jelas mengenai pemberian informed concent, agar pelaksanaan informed concent dapat berjalan sesuai dengan prinsip etik keperawatan yaitu Respek dan otonomi dengan menghormati hak-hak pasien dan kecemasan pada pasien sebelum operasi dapat sedikit ditekan. 


Full Text:

PDF

References


Ake, J (2002). Malpraktik dalam Keperawatan. Jakarta: EGC

Anjaryani, W.D (2009). Kepuasan Pasien rawat inap terhadap pelayanan perawat di RSUD Tugurejo Semarang. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro semarang

Arisandi A.D, Sukesi N, & Solechan A (2014). Pengaruh pemberian informed concent terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di RSUD tugurejo semarang. Jurnal ilmu keperawatan dan kebidanan.

Baradero, M. ( 2008). keperawatan Perioperatif: Prinsip dan praktik. jakarta :EGC.

Depkes, RI. (2008), Undang-Undang Kesehatan. Jakarta. Dir.Jen Pelayanan Medik.

Hanafiah.J, & Amri.A, (2008). Etika Kedokteran & Hukum Kesehatan ( Ed.4). Jakarta : EGC

Hendrik.(2011). Etika & Hukum Kesehatan. Jakarta : EGC

Ismani, N. (2001). Etika Keperawatan. Jakarta: Widya medika

Julianus, A (2002). Malpraktik dalam Keperawatan. Jakarta: EGC

Kiyohara, L.Y; Kayano, L.M; Oliveira, L.M; Yamamoto, M.U; Inagaki, M.M; Ogawa, N.Y; Gonzales, P.E; Mandelbaum, R; Okubo, S.T; Watanuki, T. & Vieira, J.E. (2004). Surgery Information Reduces Anxiety in The Preoperative Period. Rev. Hosp. Clin. Fac. Med. S. Paulo. 59(2):51-56.

Kneale. J.D, & Davis.P.S (2011). Keperawatan Ortopedik & Trauma. Jakarta : EGC

Kustiawan R & Lesharini E (2014). Pengalaman pemberian informed concent tindakan pembedahan pada pasien pre operatif elektif di Ruang IIIA RSU Kota Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 11 no.1

Mitchell, M. J. (2010). Day surgery and general anaesthesia: What makes patients anxious?.Day Surgery Australia. ISSN. 1446-8999. vol.19 no.2 pp.8-16. http://usir.salford.ac.uk/id/eprint/9735

Nevid J.S, Rathus S.A, & Greene B (2005) Psikologi Abnormal. Jakarta: Erlangga

Noor, H. Zairin. (2013). Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Jakarta:Salemba Medika

Nuriyanto, A.R, Lubis R.H, & Husni T.R (2013). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan penderita prabedah fraktur tulang panjang ekstremitas inferior di ruang rawat inap bedah BLUD RSUDZA. Skripsi Pendidikan Dokter Universitas Syiah Kuala.

Potter & Perry.(2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses, dan Praktik.jakarta: EGC

Priharjo R (2008). Konsep & perspektif praktik keperawatan profesional. Jakarta: EGC

Rohmawati A, Hartiti T & Machmudah (2012). Hubungan pemberian informed concent dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di instalasi rawat inap RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Jurnal Keperawatan vol.5 No. 2

Sawitri, E. & Sudaryanto. (2008). Pengaruh Pemberian Informasi Prabedah terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Prabedah Mayor di Bangsal Orthopedi RSUI Kustati Surakarta. Berita Ilmu Keperawatan ISSN 1979-2697. 1(1):13-18.

Smeltzer C. Suzanne, & Brenda G.Bare.(2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner& Suddarth. Jakarta : EGC.

Sumijatun. (2012). Membudayakan etika dalam praktik keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Ta’adi .(2013). Hukum kesehatan : sanksi & motivasi bagi perawat. Jakarta: EGC

Triwibowo.C, & Yulia.F.(2012) Malpraktik Etika Perawat. yogyakarta : Salemba Medika


Refbacks

  • There are currently no refbacks.