FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA LAUNDRY DI BANDA ACEH

Zhada Mawadi, Rachmalia Rachmalia

Abstract


Gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu penyakit akibat kerja, yang dapat disebabkan oleh posisi atau sikap kerja yang tidak tepat dan faktor lain, dengan gejala berupa sakit, nyeri, mati rasa, kesemutan dan bengkak sehingga dapat menghambat produktivitas. Tujuan penelitian ini adalah melihat hubungan jenis kelamin, umur, masa kerja, durasi, gerakan repetitif dan postur dengan keluhan gangguan muskuloskeletal pada pekerja laundry di Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Jenis penelitian ini diskriptif korelatif dengan teknik angket dan menggunakan alat ukur kuesioner. Populasinya seluruh pekerja laundry yang ada di Kecamatan Syiah Kuala berjumlah 136 orang dengan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling yang dikumpulkan dari bulan Juni hingga bulan Juli 2016. Hasil penelitian dari 58 responden, didapatkan 98,3% perempuan, 82,8% umur < 35 tahun, 75,9% masa kerja ≤ 2 tahun,  94,8% durasi yang beresiko, 96,6%  gerakan repetitif yang beresiko, 67,4% postur dengan kategori 2. Hasil uji Spearman diperoleh faktor jenis kelamin  p-value= 0,346, umur p-value = 0,001, masa kerja p-value = 0,567, durasi p-value= 0,093, gerakan repetitif p-value= 0,177, dan  postur p-value = 0,019 (α= 0.05). Sehingga dapat disimpulkan faktor umur dan postur mempunyai hubungan yang signifikan dengan gangguan muskuloskeletal, sedangkan faktor jenis kelamin, masa kerja, durasi, dan gerakan repetitif tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan gangguan muskuloskeletal. Rekomendasi terhadap Puskesmas agar mendukung keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja informal melalui survei dan penyuluhan saat bekerja bagi para pekerja laundry agar mempertahankan posisi yang ergonomis

Full Text:

PDF

References


Andini, F. (2015). Risk factors of low back pain in workers. J Majority Vol 4, 1, 12-19.

Aswi, B. (2009). Bisnis laundry kiloan. Jakarta : Penebar Plus

Bukhori, E.(2010). Hubungan faktor resiko pekerjaan dengan terjadinya keluhan musculoskeletal disorders (msds) pada tukang angkut beban penambang emas di kecamatan cilograng kabupaten lebak tahun 2010. Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah

.

Fajri, P.N., & Yuantari, MG.C. (2015). Faktor-faktor sekunder berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal pekerja laundry di kelurahan muktiharjo kidul semarang. Dikutip 22 juli 2016 dari http://eprints.dinus.ac.id/17408/1/jurnal_16094.pdf

Fathoni, H., Handoyo., & Swasti, K.G. (2009). Hubungan sikap dan posisi kerja dengan low back pain pada perawat di RSUD Purbalingga. Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 4, 3 , 131-139.

Frizka, M. & Martiana, T.(2014). Hubungan antara karakteristik individu unit kerja dan faktor ergonomi dengan keluhan kesehatan di industri kecil sepatu Kota Mojokerto. The Indonesian Journal of Occupational Safety, Health, and Environment, 1, 37-47.

Hajrah et al. (2013). Faktor yang berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal pada cleaning service RSUP dr. Wahidin sudirohusodo makassar. Dikutip pada 24 juli 2016 dari http://repository.unhas.ac.id/ bitstream/handle/123456789/6220/JURNAL%20HAJRA%20K111%2008847.pdf

Kurnianto, R. Y., & Mulyono. (2004). Gambaran postur kerja dan resiko terjadinya muskuloskeletal pada pekerja bagian welding di area workshop bay 4.2 pt. alstom power energy systems Indonesia. The Indonesian Journal of Occupational Safety, Health, & Environment vol 1, 1, 61-72.

Marulloh. (2014). Analisa postur kerja dan keluhan subjektif pekerja untuk aktivitas pemindahan batako secara manual. Jakarta: FTI Universitas Gunadarma.

Mutiah, A., Setyaningsih, Y., & Jayanti, S. (2013). Analisis tingkat resiko musculoskeletal disordes (MSDs) dengan the brief survey dan karakteristik individu terhadap keluhan msds pembuatan wajan di Desa Cepogo Boyolali. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2, 1-5.

Nurhikmah. (2011). Faktor-faktor yang berhubungan dengan musckuloskeletal disorders (MSDs) pada pekerja furnitur di Kecamatan Banda Kota Tangerang. Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah.

Nuryaningtyas, B.M.,& Martiana, Tri.(2014). Analisis tingkat risiko muskuloskeletal (MSDs) disorders dengan the rapid upper limbs assesmennt (RULA) dan karakteristik individu terhadap keluhan msds. The Indonesian Journal Of Occupational Safety And Health, 3,160-169.

Pratiwi, H.M et al.(2009). Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada penjual jamu gendong. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol 4, 1,61-67.

Tampubulon, J.S, & Adiatmika, I.P.G.(2014). Keluhan muskuloskeletal pada pekerja laundry di Kecamatan Denpasar Selatan, Bali. E-Jurnal Medika Udayana, 5, 1-9.

Tarwaka., Bakri, S.H.A., & Sudiajeng, L. (2004). Stasiun kerja dan sikap kerja duduk berdiri bergantian meningkatkan produktivitas kerja penyetrika di laundry. Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Produktivitas. Surakarta: UNIBA Press.

Ulfah, N.,Harwanti, I.,& Nurcahyo, P. J. (2014). Sikap kerja dan risiko musculoskeletal disordes pada pekerja laundry. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol 8, 7, 313- 318.

Zar, A. (2012). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal pada upper limb extremities mahasiswa ketika proses belajar mengajar di kelas di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidaytullah. Jakarta: Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidaytullah.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.