DUKUNGAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN STROKE DI POLIKLINIK SARAF RSUD MEURAXA BANDA ACEH

fahrizal fahrizal, devi darliana, devi darliana

Abstract


Perawatan pasca stroke merupakan perawatan pemulihan jangka panjang yang menimbulkan berbagai komplikasi seperti hemiplegia,hemiparesis, gangguan komunikasi, gangguan persepsi, gangguan kognitif dan efek psikologik sehingga membutuhkan dukungan keluarga berupa dukungan  informasional, dukungan penilaian, dukungan instrumental dan dukungan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuidukungan keluarga dalam merawat pasien stroke di Poliklinik Saraf Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh. Jenis penelitiankualitatifdeskriptifeksploratifmenggunakan desain cross sectional study yang dilaksanakan pada tanggal 01 sampai 08 Agustus 2016.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien stroke sebanyak 141 pasien dengan pengambilan sampel secara purposive sampling pada 58 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan metode wawancara terpimpin. Analisa data digunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukan dukungan keluarga dalam merawat pasien stroke berada pada kategori baik sebanyak 86.2% responden, dukungan informasional keluarga dalam merawat pasien stroke berada pada kategori baik sebanyak 84.5% responden, dukungan emosional keluarga dalam merawat pasien stroke berada pada kategori baik sebanyak 75.9% responden, dukungan instrumental keluarga dalam merawat pasien stroke berada pada kategori baik sebanyak 82.8% responden, dan dukungan penilaian keluarga dalam merawat pasien stroke berada pada kategori baik sebanyak 67.2%  responden. Bagi rumah sakit diharapkan agar lebih aktif melibatkan keluarga dalam merawat pasien stroke serta memberikan penyuluhan kepada keluarga agar lebih memahami tentang pentingnya setiap program rehabilitasi yang dianjurkan kepada pasien stroke

Full Text:

PDF

References


Erlina, R. (2014).Pengaruh dukungan keluarga terhadap tingkat kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari pada lansia pasca stroke non hemoragik di poliklinik neurologi di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukit Tinggi. Fakultas Keperawatan. Universitas Andalas

Friedman, M.M.,& Bowden, V.R. (2010). Buku ajar keperawatan

keluarga: riset, teori, & praktik. Jakarta: EGC.

Fuady, N.F.A. (2016). Pengaruh pelaksanaan discharge planning terhadap dukunganpsikososial keluarga merawat pasien strokedi Rsup Dr. Wahidin Sudirohusodo. JST Kesehatan, vol 6 (2): 172 – 178.

Hlebec, V et al. (2009). Social support network and received support at stressful events. Metodološki zvezki, Vol. 6, No. 2, 2009, 155-171.

Kristyningsih. (2011).Hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada lansia. Jurnal Keperawatan, vol 01 (01).

Lumbantobing, S. M. (2007). Stroke bencanaperedaran darah otak. Jakarta: FakultasKedokteran UI

Lutz. (2013).The crisis of stroke: experiences of patients and their family caregiver diunduh dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov pada tanggal tanggal 10 Agustus 2016.

MacIsaac. (2010).Supportive care needs of caregivers of individuals following stroke: a synopsis

Riskesdas. (2013). Riset kesehatan dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI

Rosand. J., &Schwamm L.H. (2001). Management of brain edema complicating stroke. J Intensive Care Med, vol 16. 128-41.

Setiadi. (2008). Konsep & keperawatan keluarga. Yogyakarta: Graha Ilmu

Simoni, A.D. (2015) Stroke survivors and their families receive information and support on an individual basis from an online forumdiunduh dari http://bmjopen.bmj.com/content/6/4/e010501.abstract pada tanggal 10 Agustus 2016.

Smeltzer, S. C., & Bare B. G. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah BrunnerSuddarth (Edisi 8 Volume 1). Jakarta: EGC

Suiter, S.V. (2011). Issues of care are issues of justice: reframing the experiences of family caregivers of children with mental illness. Families in Society: The Journal of Contemporary Social Services, 92 : 191-198

Taylor, R.B. (2003). Family medicine : Principles and Practice sixth edition. New York. Springer-Verlag.

WHO. (2015). National survey for noncommunicable disease risk factors and mental health using approach in Bhutan-2014. South-East Asia: WHO Library Cataloguing-in-Publication data

Wirawan. (2009). Rehabilitasi stroke padapelayanan kesehatan primer. smf rehabilitasi medis RS Fatmawati, Jakarta. Maj Kedokt Indon, 59 (2)

Yeung, S. (2007). Family carers in stroke care: examining the relationship between problem-solving, depression and general health. diunduh dari http://onlinelibrary.wiley.com pada tanggal tanggal 10 Agustus 2016.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.