PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING PADAPASIEN SINDROM KORONER AKUT DI RSUDZA BANDA ACEH

wahyu meihanda, Devi Darliana

Abstract


SindromKoronerAkut merupakan penyakit kardiovaskular yang menyebabkan perawatan rumah sakit dan kematian yang tinggi 7,2 juta (12,2%). Perawatan secara kontinu perlu dilakukan dalampemberian discharge planning, serta memfasilitasi perawatan pasien selama di rumah sakit hingga perawatan pasien dirumah demi menunjang kesehatan pasien. Penelitianinibertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan discharge planning pada pasien SindromKoronerAkut di RSUDZA Banda Aceh. Populasi pada penelitian ini adalah pasien SindromKoronerAkut di ruang penyakit jantung. Jenis penelitianmenggunakan descriptive eksplorative. Desain penelitian menggunakan cross sectional study.Teknikpengambilansampelyaitunonprobability samplingdenganmetode consecutive samplingdenganjumlahsampelsebanyak 30 responden. Waktu penelitian 21 April - 20 Juli 2016. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk skala Likertterdiri dari 30 pernyataan. Data di analisa secara deskriptif dengan kategori baik, cukup, kurang. Hasil penelitian Discharge Planning pada 6 subvariabel meliputi Informasi psikososial (46,7%), aktivitas sehari-hari (50,0%), lingkungan (63,3%), pengajaran (73,3%), terapi (80,0%) dan rujukan (56,7%). Dapat disimpulkan, pelaksanaan discharge planning pada pasien SindromKoronerAkut di RSUDZA Banda Aceh berada pada kategori baik yaitu (63,3%). Direkomendasikan kepada perawat untuk mempertahankan pelaksanaan discharge planning pada pasien SindromKoronerAkut dengan menggunakan media seperti booklet, leaflet, lembar balik, audovisual dan lainnya sehingga mengurangi angka kekambuhan dan meminimalkan pasien kembali kerumah sakit.


Full Text:

PDF

References


Aria, Nurrachmah dan Gayatri (2013). Pengaruh Penerapan Discharge Planning terhadap kesiapan pulang pasien penyakit jantung Koroner.

American Heart Association, Part 10. Acute Coronary Syndromes. (2011). AHA

Guidlines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care. Retrieved November 30, 2014 from (https://www.AHA+Part+10.+Acute+Coronary+Syndromes.ahajournals.org. diakses pada 23 Februari 2016).

Azimatunnisa’. (2011). Hubungan Discharge Planning Dengan Tingkat Kesiapan Klien Dalam Menghadapi Pemulangan Di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta: Naskah Publikasi.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Republik Indonesia. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar. (2013). Jakarta: Departeman Kesehatan Republik Indonesia (https://www.riskesdas&ie. Diakses pada 17 Januari 2016).

Basuni, R. Andang, H. J, Dede, K. (2009). Rehabilitasi Kardiovaskular Di Indonesia. Jurnal Kardiologi Indonesia. J Kardiol Indonesia. 2009; 30:43-5 ISSN 0126/3773.

Budiarto, E. (2001). Biostatistika untuk kedokteran dan kesehatan masyarakat. Jakarta: EGC

Gillette, V. A. (1995). Ederly Patients and family Members Satisfaction With Discharge Planning. (https://www.Gillette%C+V.+A.+Eder ly+Patients+and+family+Members +SatisfactionWith+DischargePlanning +USA&ie. Diakses pada 17 januari 2016).

Lilik, M. & Wesiana, H. S. (2013). Analisa Pemahaman Discharge Planning dengan Tingkat Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) Dalam Menjalani Terapi Hemodialisis di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. THESIS.

Muhammad, R.I, Tutik, S.H & Hening, P. (2016). Perjanjian dan Konsensus Dalam Pelaksanaan Perencanaan Pulang Pada Perawat Rumah Sakit.

Nawawi, A. (2010). Activity of daily living skills (ADL). http://file.upi.edu/Direktori/FIP/Jur. Pend._Luar_Biasa/195412071 981121 Ahmad_Nawawi/ADL_.pdf.

National Council ofSocial Service. (2006). Care and Discharge Planning: A guide for service providers. Singapore: NCSS.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rhineka Cipta

Nurul, F.F.A, Elly, L.S. & Veni, H. (2016). Pengaruh Pelaksanaan Discharge Planning Terhadap Dukungan Psikososial Keluarga Merawat Pasien Stroke Di RSUP DR. Wahidin Sudirohusodo. JST Kesehatan, April 2016, Vol. 6 No.2 : 172 – 178.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. (2015). Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut.

https://www.google.com/#q=Perhimpu nan+Dokter+Spesialis+Kardiovask ular+Indonesia.+%282015%29.+Pedo man+%09Tatalaksana+Sindrom+Ko roner+Akut.

Putra, S.R. (2012). Panduan Riset Keperawatan dan Penulisan Ilmiah. Yogyakarta: Medika

Pro Emergency. (2015). Buku Panduan Basic Trauma Cardiac Life Support. Jakarta : Sagung Seto.

Rahmi, U. (2011). Pengaruh Discharge Planning Terstruktur Terhadap Kualitas Hidup Pasien Strok Iskemik di RSUD Al-Ihsan dan RS Al- Islam Bandung. Thesis

Rosdahl, C.B. (2014). Buku Ajar Keperawatan Dasar. Ed.10. Vol 2 & Vol 4. Jakarta: EGC.

Shopa T. Vibration of orthotropic cylindrical shell with a set of cutouts of arbitrary configuration // Scientific Journal of the Ternopil National Technical University. − 2012. –№ 4. − С. 14-27.

Siregar, S. (2013). Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Siti, I., Samsi, H. & Jarot, S. (2013). Pelaksanaan Discharge Planning Pada Pasien Post Sectio Caesaria. Magister Kedokteran Keluarga.

The Royal Marsden Hospital. (2004). NHS Foundation Trust. Manual of clinical nursing

Timby, B, K. (2009). Fundamental Nursing Skills and Concepts. Ed. 9. Wolters Kluwer Health. Lippincott Williams & Wilkins.

Torry, A. L & Jeffrey (2013). Gambaran faktor risiko penderita sindrom koroner akut. Manado: Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Thesis.

Tutik, S.H, Efi, A. & Hanny, H. (2013). Evaluasi Model Perencanaan Pulang Yang Berbasis Teknologi Informasi. MAKARA KESEHATAN, VOL. 12, NO. 2, DESEMBER 2013: 53-58 (https://www.Tutik, dkk+MAKARA+KESEHATAN diakses pada 24 Juli 2016).

Yuliana, L. (2013). Gambaran Pengetahuan Perawat Tentang Discharge Planning

Pasien Di Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.