KONSEP DIRI ORANG TUA DENGAN ANAK PENYANDANG CACAT MENTAL DI SDLB LABUI BANDA ACEH

sazli sazli, muhammad_armiyadi armiyadi

Abstract


ABSTRAK

Memiliki anak dengan kondisi cacat mental dapat menimbulkan perasaan frustasi dan kecewa pada orang tua setelah mengetahui bahwa anak yang dilahirkan tidak memenuhi harapannya. Mereka memiliki anggapan bahwa kehadiran anak berkelainan dapat menurunkan martabat atau gengsi orang tua atau keluarga. Sehingga terjadi kecenderungan pada sikap orang tua untuk menolak kehadiran anak yang menyandang kelainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri orang tua yang memiliki anak penyandang cacat mental debil di SDLB Labui Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang dilakukan pada tanggal 14-16 Juli 2016 pada seluruh orang tua yang memiliki anak penyandang cacat mental (debil) di SDLB Labui Kota Banda Aceh berjumlah 60 orang dengan metode pengambilan sampel secara total sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner dengan bentuk skala gutman dan metode pengumpulan data adalah wawancara dan data diolah dengan mengunakan analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa gambaran konsep diri orang tua dengan anak penyandang cacat mental debil berada pada kategori positif 58,3%, gambaran citra tubuh berada pada kategori negatif 53,3%, gambaran ideal diri berada pada kategori positif 78,3%, gambaran harga diri berada pada kategori positif 51,7%, gambaran peran diri berada pada kategori negatif 51,7%, gambaran identitas diri berada pada kategori positif 51,7%. Hasil penelitian menunjukkan hanya sebagian orang tua dengan anak penyandang cacat mental (debil) memiliki konsep diri positif. Penelitian ini merekomendasikan pada orang tua lebih aktif dalam mencari dukungan dan informasi tentang masalah yang dihadapinya.


References


Effendi, Mohammad. (2008). Pengantar Psikopedagogik Anak Bekelainan. PT Bumi Aksara.jakarta

Listiyaningsih, Reni. (2009). Kepercayaan Diri Pada Orang Tua Yang Memiliki Anak Tunagrahita. Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta.https://docs.google.com/viewer?url=http://jurnalpsikologiuht.com/wp-content/uploads/2012/11/JURNAL-SKRIPSI-MEDA-WIDHIASTY.docx&hl&chrome=true diakses 20 Maret 2013, Rabu, Pukul 10.00 wib)

Novi. (2007). Jumlah Penyandang Cacat Fisik . http://digilib.sunan-ampel.ac.id/files/disk1/207/jiptiain--khoirunnis-10307-1-keterlib-u.pdf. 20 maret 2013

Notoadmodjo, Seekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta: Jakarta

Perry & Potter. 2005. Buku ajar Fundamental keperawatan: konsep, proses dan praktik, Ed.4. Jakarta: EGC

Purwanto.(2006).PerkelahianPelajar.http://id.wikipedia.org/wiki/Anak_berkebutuhan_khusus. diakses tanggal 21 maret 2013

Saodyah. (2007). Pendidikan Untuk Anak-anak Tunanetra Untuk Guru GPLB Jakarta : Departeman Pendidikan Dan Kebudayaan.

Stuart & Sudeen. 1998. Buku saku keperawatan jiwa. Edisi III. Jakarta: EGC

Suparyonto. (2011). Konsep Orang Tua.

Lembaga Penerbit FEUI. Jakarta

Thomas. (2000). Perkembangan dan Kepribadian Anak . (terjemahan). Edisi Enam. Jakarta: Arcan.

Wahyurini dan Mashum, (2003).

Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: Refika Aditama


Refbacks

  • There are currently no refbacks.