DEPENDENT CARE PADA PASIEN STROKE DI BANDA ACEH

Khairi Rizkana, Ahyana Ahyana

Abstract


ABSTRAK

 

Stroke merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya tinggi di dunia. Pasien stroke memerlukan perhatian khusus karena masa pemulihannya akan berlangsung lama, dan juga seringkali pasien mengalami gejala seperti kelumpuhan, gangguan bicara, gangguan menelan dan disfungsi kandung kemih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dependent care pada pasien stroke. Metode penelitian survei deskripitif dengan pendekatan cross sectional study. Populasinya merupakan seluruh pasien stroke yang dirawat di ruang Rawat Inap Penyakit Saraf Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, sebanyak 34 pasien. Penelitian ini menggunakan indeks Barthel sebagai alat pengumpulan data. Hasil penelitian ini dengan menggunakan analisa univariat didapatkan dari 34 pasien, sebanyak 50% mengalami ketergantungan total, 32,4% ketergantungan berat, 5,9% ketergantungan sedang, dan 11,8% ketergantungan ringan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketergantungan yang paling banyak dialami pasien yang dirawat di ruang Rawat Inap Penyakit Saraf adalah ketergantungan total. Pemberi perawatan perlu mengkaji ketergantungan pasien stroke untuk memberikan intervensi yang tepat.


Full Text:

PDF

References


• Jurnal

Dinata, C.A., Safrita. Y., & Sastri, S. (2013). Gambaran faktor risiko dan tipe stroke pada pasien rawat inap penyakit dalam RSUD kabupaten solok selatan periode 1Januari 2010-31 Juni 2012. Jurnal kesehatan andalas. 2 (2). 57-61.

Maeir, A. H., Soroker, N., & Katz, N. (2007). Activities, participation, & satisfaction one year post stroke. Disability and rehabilitation. 29(7), 559-566.

Safitri, F. N., Agustina, H. R., & Amrullah, A. A. (2012). Resiko stroke berulang dan hubungannya dengan pengetahuan dan sikap keluarga. Retrieved from http://jurnal.unpad.ac.id/ejournal/article/viewFile/679/ 725.

• Buku

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Smeltzer, S. C., & Brenda, G. B. (2001). Buku ajar keperawatan medikal bedah. Jakarta: EGC.

• Artikel Online

Agustina, H.R. (2009). Kajian kebutuhan perawatan di rumah bagi klien dengan stroke di rumah sakit umum daerah cianjur. diakses pada tanggal 11 Juni 2016 dari: http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2010/05/kebutu han_ perawatan_di_rumah_pasien_stroke.pdf.

Darmanto, A. (2014). Hubungan antara hipertensi dengan kejadian stroke iskemik di bangsal dan poliklinik saraf RSUD DR. Soedarso Pontianak. diakses melalui http://eprints.umpo.ac.id/634/7/DAFTAR%20PUSTAKA.pdf

Jayanti, A. A.(2013). Hubungan hipertensi dengan kejadian stroke di Sulawesi Selatan tahun 2013. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Puspaningrum, Y. V. (2013). Hubungan antara status gizi dan mobilitas dengan risiko terjadinya dekubitus pada pasien stroke di Rumah Sakit Umum Daerah DR. Moewardi Surakarta. diakses melalui http://eprints.ums.ac.id /26162/12/02_NASKAH_PUBLIKASI.pdf.

Qamariah, N., (2015). Activity daily living pada pasien post stroke iskemik di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh: Unsyiah.

Riset kesehatan dasar. (2013). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI Tahun 2013.

Sari, R. K. (2014). Kemandirian pemenuhan activity daily living (adl) pada penderita stroke di poli syaraf rumah sakit abdor rahem situbondo.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.