PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENANGANAN SITOTOKSIK DALAM PEMBERIAN KEMOTERAPI DI RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN

KANA RIZKIYA, ANDA KAMAL

Abstract


Kemoterapi pada pasien kanker menggunakan obat-obat sitotoksik yang bersifat karsinogenik, mutagenik, dan teratogonik. Obat-obat sitotoksik berpotensi terpapar melalui kontak kulit, inhalasi, tertelan, dan kecelakaan suntik sehingga dalam proses penyiapan obat harus dilakukan secara aman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan perawat tentang metode penanganan obat-obat sitotoksik yang aman dalam pemberian kemoterapi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 22 responden. Alat pengumpul data berupa kuesioner terdiri dari 30 item pertanyaan dalam bentuk multiple choice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan perawat tentang metode penanganan obat-obat sitotoksik yang aman dalam pemberian kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2016 berada pada kategori kurang 45,5%. Untuk setiap metode penanganan obat sitotoksik, pengetahuan perawat tentang penyiapan obat kurang 63,6%, teknik pemberian obat kurang 40,9%, tindakan pembuangan limbah obat cukup 54,5%, penanganan alat tajam kurang 54,5% dan penanganan tumpahan obat kurang 45,5%. Disarankan pada pengambil kebijakan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh agar dapat membuat pelatihan-pelatihan tentang kemoterapi dan evaluasi minimal 1 tahun sekali.


Full Text:

PDF

References


Asmarhany, C. (2014). Pengelolaan Limbah Medis Padat di Rumah Sakit Umum Daerah Kelet Kabupaten Jepara. Skripsi. Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan. Diakses 18 Juni 2016.

Budiarto, E. (2002). Biostatika untuk kedokteran dan kesehatan masyarakat. Jakarta: EGC.

Donadear, Prawesti & Anna. (2009). Gambaran Pelaksanaan Kemoterapi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran Bandung. Diakses 18 Juni 2016.

Hidayati, Utami, & Agrina. (2013). Hubungan tingkat pengetahuan perawat kemoterapi dengan tindakan pemberian kemoterapi pasien kanker payudara. Jurnal penelitian. Diakses 18 Juni 2016.

Hulls, R. (2003). Handling Cytotocix Drugs in The Workplace. Managing Health & Safety Risks Associated with Handling Cytotoxic Drugs in The Healthcare Industry: Worksafe Victoria.

Kementerian Kesehatan RI. (2015). Pusat Data dan Informasi. Jakarta

Kementerian Kesehatan RI. (2015). Situasi Penyakit Kanker. Pusat data dan Informasi.

Mubarak, W. (2007). Promosi Kesehatan: sebuah pengantar proses belajar mengajar dalam pendidikan. Yogyakarta:Graha Ilmu.

Notoadmodjo, S. (2007).Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoadmodjo, S. (2010).Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: rineka Cipta.

National Institute for Occopational Safety and Health.(2004). Antineoplastic Agents Occupational Hazards in Hospital. Department of Health and Human Services.Diakses dari www.cdc.gov/ niosh.

Sarce. (2009). Proteksi Diri Perawat dalam Pemberian Sitostatika di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Artikel Riset Keperawatan: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. Diakses 20 Juni 2016.

Seminar dan Mini Workshop. (2010). Safety Handling Chemotherapy. Jakarta: Rumah Sakit Dharmais.

Siregar, C. (2005). Farmasi Klinik: Teori dan Penerapan. Jakarta: EGC.

Tjay &Rahardja. (2007). Obat-obat penting: kasiat, Penggunaan dan Efek-efek sampingnya. Jakarta: PT Elex Media Komputindo


Refbacks

  • There are currently no refbacks.