PERAN AYAH DALAM STIMULASI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH DI PAUD

MAULIDA NURLIZA, SRI INTAN RAHAYUNINGSIH

Abstract


Orang tua merupakan peran utama dalam proses pemberian stimulasi pada anak, ayah merupakan bagian dari orang tua di mana peran ayah dan ibu dalam proses pemberian stimulasi adalah sama, anak yang banyak mendapatkan stimulasi yang terarah akan lebih cepat berkembang dibandingkan anak yang kurang atau bahkan tidak mendapat stimulasi. Namun pada kenyataannya ibu yang berperan aktif dalam memberikan stimulasi terhadap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran ayah dalam stimulasi dengan perkembangan anak usia prasekolah di PAUD Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Populasi berjumlah 389 (anak usia prasekolah dan ayahnya), dan menggunakan teknik pengambilan sampel secara proporsional sampling dengan jumlah sampel 88 responden. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 4 sampai 8 Juni 2016 di beberapa PAUD Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh dan home visit. Alat pengumpulan data yaitu kuesioner, metode analisa data dilakukan dengan univariat dan bivariat (uji statistik Chi-square). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan peran ayah dalam stimulasi dengan perkembangan anak usia prasekolah di PAUD Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh (p-value 0,001). Diharapkan ayah bersama ibu bermain bersama anak untuk memberikan stimulasi motorik kasar, motorik halus, bahasa dan sosial.

 


Full Text:

PDF PDF

References


Agrina, S.J & Haryati, T.S .(2012). Karakteristik orang tua dan lingkungan rumah mempengaruhi perkembangan balita diakses dari file:///C:/Users/perpustakaan/Downloads/31-61-2-PB.pdf

Dagun. (2002). Psikologi keluarga. Jakarta: PT Rineka Cipta

Friedman, M.M. (2010). Buku ajar keperawatan keluarga: riset, teori & praktik. Jakarta: EGC

Hall et.al .(2014). Early human development. Jurnal Science Direct. 90 (2014) 877-883

Kusumaningtyas, K & Wayanti, S (2016). Faktor pendapatan dan pendidikan keluarga terhadap perkembangan motorik halus anak usia 3-4 tahun diakses dari file:///C:/Users/perpustakaan/Downloads/13-36-1-PB.pdf

Lestari (2012) Hubungan peran orang tua dengan pencapaian perkembangan kognitif pada anak pra sekolah di desa sumber karang dlanggu mojokerto. Diakses dari http://ejournal.stikes-ppni.ac.id/index.php/keperawatan-bina-sehat/article/view/226

Maharani, O.P. & Andayani, B (2003) hubungan antara dukungan sosial ayah dengan penyesuaian sosial pada remaja laki-laki. Jurnal Psikologi (1) 23-35

Pieter, H.Z., Janiwarti, B & Saragih, M. (2011). Pengantar psikopatologi untuk keperawatan. Jakarta: Kencana

Potter, P.A., & Perry, A.G. (2005). Buku ajar fundamental keperawatan: konsep, proses & praktik. Jakarta: EGC

_____________________ . (2010). Fundamental keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Soetjiningsih. (2002). Tumbuh kembang anak. Jakarta: EGC

Stolte, K. M. (2003). Diagnosa keperawatan sejahtera. Jakarta: EGC

Suherman. (2000). Buku saku perkembangan anak. Jakarta EGC

Sulistyawati. (2014). Deteksi tumbuh kembang anak. Jakarta: Salemba Medika

Tovah, et.al (2010) Fathers’ perspectives on parenting a child with a craniofacial Anormaly.http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0891524509002430

Wong, D.L., Hockenberry, M., Wilson, D.,Winkelstein, M.L., & Schwartz., p. (2008). Buku ajar keperawatan pedriatik. Jakarta: EGC


Refbacks

  • There are currently no refbacks.