PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA 0-24 BULAN DI BANDA ACEH

Vera Rizki, Sri Intan Rahayuningsih

Abstract


Diare merupakan salah satu penyakit utama pada bayi di Indonesia yang sampai saat ini menempati urutan ke tiga penyebab kematian bayi. Salah satu penyebabnya adalah pemberian susu formula dengan cara yang tidak benar. Hal ini menyebabkan meningkatnya risiko terjadinya diare sebagai akibat dari tata cara atau proses pemberian susu formula yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian susu formula dengan kejadian diare pada anak usia 0-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study.Populasi berjumlah 797 ibu yang memiliki anak usia 0-24 bulan. Teknik pengambilan sampel secara proporsional sampling dengan jumlah sampel 89 orang.Alat pengumpulan data yaitu kuesioner. Uji analisa data dilakukan univariat dan bivariat (uji statistik chi-square). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pemberian susu formula dengan kejadian diare pada anak usia 0-24 bulan (p-value 0,002). Secara khusus ada hubungan membersihkan alat yang digunakan dalam pemberian susu formula dengan kejadian diare (p-value 0,027), ada hubungan frekuensi pemberian susu formula dengan kejadian diare (p-value 0,008), ada hubungan jumlah pemberian susu formula dengan kejadian diare (p-value 0,002), ada hubungan cara menyiapkan susu formula dengan kejadian diare (p-value 0,009). Oleh karena itu diharapkan kepada ibu-ibu yang memberikan susu formula kepada anaknya harus memperhatikan cara yang benar dalam pemberian susu formula meliputi cara membersihkan, frekuensi pemberian, jumlah pemberian dan cara menyiapkan susu formula. 


Full Text:

PDF

References


Arisman.(2010). Gizi dalam daur kehidupan.Jakarta: EGC.

Depkes RI. (2006). Profil kesehatan 2005.Jakarta.Ditjen PPM dan PL.

_________. (2007). Buku pedoman pelaksanaan program pemberantasan penyakit

diare. Jakarta: Ditjen PPM dan PL.

Dinkes Provinsi Aceh. Profil Kesehatan Provinsi Aceh 2012.

Gibney, M.J., Margetts, B.M., Kearney, J.M., & Arab, L. (2008).Gizi kesehatan masyarakat. Jakarta: EGC.

Herlina, A. (2010). Hubungan cara penyediaan susu formula dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Balai Selasa Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan.

Ineke, A. (2012). Hubungan pemberian susu formula dengan terjadinya obesitas pada bayi usia 0-6 bulan.

Khasanah, Nur. (2011). Asi atau susu formula ya? panduan lengkap seputar asi dan susu formula. Jogjakarta: Flash Books.

Notoatmodjo, S. (2007).Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Shelov, P. Steven. (2004). Panduan lengkap perawatan untuk bayi dan balita. Jakarta: Arcan.

Suherna.(2009). Perawatan masa nifas.Yogyakarta: Fitramaya.

WGO. (2012). Acute diarrhea in adults and children: A global perspective. WorldGastroenterology Organisation Global Guidelines. 2012.

Widjaja, M.C. (2002). Mengatasi diare dan keracunan pada balita. Jakarta: Kawan Pustaka.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.