PENGETAHUAN RELAWAN SIAGA BENCANA TERHADAPPENILAIAN KORBAN METODE TRIASESTARTDI BANDA ACEH

nurha kiki, Anda Kamal Anda Kamal

Abstract


Triase merupakan pemilahan korban dengan cara memberikan korbanmenggunakan label triase sesuai dengan berat ringannya cedera.Relawan siaga bencana (sibat) dilatih oleh Palang Merah Indonesia sesudah bencana tsunami, relawan sibat mengabdi untukdesanya sendiri dandiharapkan mendapatkan materi pelatihan dan kaderisasi setiap tahun sesuaidengan isu yang berkembang, salah satunya memberikan pelatihan danpengetahuan dengan metode triase start. Tujuan penelitian inimengetahui tingkat pengetahuan relawan siaga bencana tentang metode triasestart. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan desain crosssectional study.Metode pengambilan sampel menggunakan non probabilitysampling dengan teknik purposive sampling dan jumlah sampel 73 responden.Alat pengumpul data berupa kuesioner terdiri dari 25 item pertanyaan dalambentuk skala guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan relawansiaga bencana tentang metode triase start di Kecamatan Meuraxa Banda Acehtahun 2016 berada pada kategori baik dengan 58 responden. Hasil penelitianmenunjukkan dari metode triase start, pengetahuan relawan siaga bencana ditinjaudari pernapasan korban baik 66 responden, sirkulasi korban baik 52 responden,dan penilaian tingkat kesadaran baik 59 responden. Disarankan pada PMI yangmelatih sibat Kecamatan Meuraxa Banda Aceh agar dapatmeningkatkan pelatihan triase dan memperbaharui pelatihan metodetriase start,memfasilitasi simulasi bencana dan pertolongan pertama saatbencana.

 

Kata kunci: konsep bencana, triase bencana, kompetensi relawan, dan responmasyarakat.


References


Budiarto, E. (2002). Biostatistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat.Jakarta: EGC.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia Pusat Penanggulangan Krisis [PPKDEPKES RI]. (2007). Pedoman Pos Informasi Penanggulangan KrisisKesehatan Akibat Bencana.

Fathoni, Aziz Nur (2013) Hubungan Tingkat Pengetahuan Perwat Tentang BasicLife Support (BLS) Dengan Perilaku Perawatan Dalam Pelaksanaan PrimarySurvey di RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.Jurnal: Stikes Kusuma Husada Surakarta

Gobel, I. (2009). Gambaran Tingkat Pengetahuan Perawat TentangPenatalaksanaan Bantuan Hidup Dasar di RSUD Liunkendage TahunaKabupaten Sangihe Provinsi Sulawesi Utara. Skripsi

Japanese Red Cross Society & PMI. 2009. Keperawatan Bencana. Banda Aceh:Forum Keperawatan Bencana.

Kapacu, Naim. (2008). Culture of preparedness: household disaster preparedness,Journal of Disaster Prevention and Management.

Kartika Dewi, N (2013). Buku Ajar Dasar-dasar Keperawatan Gawat Darurat.Salemba Medika. Jakarta.

Laviyandi, A. (2015). Gambaran Tingkat Pengetahuan Tim Rescue tentang BasicLife Support. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Mubarak, I.W., & Chayati, N. (2009). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: SalembaMedika

Oman, K. (2008). Emergency nursing secrets. Jakarta. EGC.

Palang Merah Indonesia. (2011) & America Red Cross (2009). Program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat.

Purwo, S. N 2013. Tewas karena bencana Hidrometeorologi. Kompas, Jakarta. 27juli 2016.

Radika. (2010). Gambaran Tingkat Pengetahuan Khususnya Mahasiswa di FakultasKedokteran Islam Sumatera Utara. Skripsi

Shabra, 2008. Tsunami and Disaster Mitigation Research Center [TDMRC]. AcehMedia, 28 agustus 2015.

Sugianti, K.M. (2013). Gambaran tingkatpengetahuan perawat tentang bantuanhidup dasar di RSUD Ciawi Bogor. Diakses 5 januari 2015 Dari:http://lib.ui.ac.id/opac/themes//green/detail.jsp?id=20345874&loksi=lokal


Refbacks

  • There are currently no refbacks.