PERAN INFORMAL KELUARGA DALAM MOTIVASI MELAKUKAN REHABILITASI PADA PENGGUNA METAMFETAMIN

sri hartini, teuku tahlil

Abstract


Keterlibatan peran informal keluarga sangat dibutuhkan terutama dalam meningkatkan motivasi pecandu metamfetamin yang sedang menjalani proses rehabilitasi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi ada atau tidaknya hubungan antara peran informal keluarga dengan motivasi melakukan rehabilitasi pada pengguna metamfetamin di panti rehabilitasi narkoba Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif. Populasi dalam penelitian ini adalah para pengguna metamfetamin yang melakukan rehabilitasi di panti rehabilitasi narkoba Banda Aceh yang berjumlah 64 orang. Teknik pengumpulan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden merupakan laki-laki, 57.8% mempunyai peran informal keluarga kategori baik, dan hanya 53.1% mempunyai motivasi yang baik untuk melakukan rehabilitasi. Hasil uji chi square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara peran informal keluarga dengan motivasi melakukan rehabilitasi pada pengguna metamfetamin (p = 0.000). Dapat disimpulkan bahwa semakin baik peran informal keluarga yang didapat oleh pengguna metamfetamin maka semakin baik pula motivasi untuk melakukan rehabilitasi. Perawat komunitas diharapkan dapat memberikan informasi kepada keluarga akan pentingnya keterlibatan peran keluarga bagi pengguna metamfetamin yang sedang menjalani rehabilitasi.

 


References


REFERENSI

Ambarwati, D,. & Wibowo, A. (2015). Hubungan peran keluarga dan komunitas pecandu terhadap motivasi untuk sembuh pengguna narkoba jarum suntik. Jurnal Biometrika dan Kependudukan, Vol. 4, No. 1 Juli 2015: 1–6. Surabaya: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.

Badan Narkotika Nasional. (2015). Jurnal data pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) tahun 2014. Jakarta: BNN.

Badan Narkotika Nasional. (2015). Laporan akhir survei nasional perkembangan penyalahguna narkoba di Indonesia tahun anggaran 2014. Jakarta: BNN.

Djamarah. (2002). Teori motivasi (ed-2). Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Friedman. (2010). Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Riset, teori dan aplikasi. Jakarta: EGC.

Iskandar, A. (2015). Jalan Lurus: Penanganan penyalahguna narkotika dalam konstruksi hukum positif. Karawang: Viva Tanpas.

Martono, L. H. (2008). Peran orang tua dalam mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan narkoba (ed. 2). Jakarta: Balai Pustaka.

Partodiharjo, S. (2010). Kenali narkoba dan musuhi penyalahgunaannya. Jakarta: Erlangga.

Putra, B. S. (2011). Hubungan antara dukungan sosial dengan motivasi untuk sembuh pada pengguna napza di rehabilitasi madani mental health care. Skripsi. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Surya, H. (2009). Jika anak pakai narkoba. Tersedia di http://hendrasurya.blogspot.co.id/2009/02/jika-anak-pakai-narkoba.html.

Tim Visi Media. (2006). Rehabilitasi bagi korban narkoba. Jakarta: VisiMedia.

Waluyo, A. (2011). Hubungan antara orientasi masa depan dengan optimisme kesembuhan pengguna napza di Madani Mental Health Care. Skripsi. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Winarto, S. S. (2007). Ada apa dengan narkoba. Semarang: Aneka Ilmu.

Yunianingsih. (2010). Psikologi kelompok psikologi sosial. Tersedia di http://ninik-yunianingsih.blogspot.co.id/2010/10/psikologi-kelompok-psikologi-sosial.html


Refbacks

  • There are currently no refbacks.