IDENTIFIKASI JENIS CACING YANG MENGINFESTASISAPI ACEH YANG ADA DI PUSAT PEMBIBITAN SAPI ACEH, KABUPATEN ACEH BESAR (IDENTIFICATION OF HELMINTH TYPES INFESTED ACEH CATTLE IN THE CENTER OF ACEH CATTLE, ACEH BESAR DISTRICT)

Bayu Keliat, Yudha Fahrimal, Teuku Reza Ferasyi

Abstract


                        Abstrak

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan jenis-jenis cacing yang menginfestasi serta prevalensi infestasinya pada sapi Aceh jantan di Pusat Pembibitan Sapi Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan 50 sampel feses sapi Aceh jantan yang diambil secara acak. Penelitian ini mengunakan metode Apung untuk mengidentifikasi telur cacing nematoda dan metode modifikasi Borray untuk pemeriksaan telur cacing serta metode Mc. Master untuk menghitung jumlah telur tiap gram feses. Dari hasil penelitian ini ditemukan 3 jenis parasit yang menginfeksi Sapi Aceh di Pusat Pembibitan Sapi Aceh, Kabupaten Aceh Besar yaitu Oesophagostomum sp., Haemonchus sp. dan Paramphistomum sp. Sebanyak 4% dari 50 sampel feses sapi Aceh terinfeksi Oesophagostumum sp., 4% dari 50 sampel terinfeksi Haemonchus sp. dan 38% dari 50 sampel terinfeksi Paramphistomum sp. Kisaran jumlah telur nematoda yaitu 200-400 telur tiap gram feses, jumlah tersebut termasuk kategori infeksi ringan.

Kata kunci: Feses sapi Aceh, Nematoda, Trematoda 

Abstract

            This study aims to determine and determine the types of infestation of worms and the prevalence of their infestations in male Aceh cattle at the Aceh Cattle Breeding Center, Aceh Besar District. This study used 50 male Aceh cattle feces samples taken randomly. This research used Floating (Apung) method to identify nematode worm eggs and Borray modification method for worm egg examination and McMaster method. to calculate the number of eggs per gram of feces. From the results of this study found 3 types of parasites that infect Aceh Cattle at the Aceh Cattle Breeding Center, Aceh Besar District namely Oesophagostomum sp., Haemonchus sp. and Paramphistomum sp. As many as 4% of 50 Aceh cattle feces samples were infected with Oesophagostomum sp., 4% of 50 samples infected with Haemonchus sp. and 38% of 50 samples infected with Paramphistomum sp. The range of nematode eggs is 200-400 eggs per gram of feces, this number is categorized as mild infection.

Keyword: Aceh cattle feces, Nematoda, Trematoda


Full Text:

PDF

References


Abidin, Z. 2002. Penggemukkan Sapi Potong. Agro Media Pustaka : Jakarta. 70 hal.

Astiti, L. G. S., Panjaitan, T., Prisdiminggo. 2011. Identifikasi Parasit Internal Pada Sapi Bali Di Wilayah Dampingan Sarjana Membangun Desa Di Kabupaten Bima. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Lombok Barat.

Blakely, J. dan D. H. Bade. 1991. Ilmu Peternakan Edisi Keempat. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Darmono. 1983. Parasit cacing Paramphistomum sp. pada ternak ruminansia dan akibat infestasinya. Bogor: Balai Penelitian Penyakit Hewan. Wartazoa. 1: (2).

Endi, S. 1985. Tinjauan masalah infestasi haemonchus contortus (rudolphi, 1803) pada domba di indonesia. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Fauziah, Morica, C. D. dan Rosnizar, R., 2017. Prevalensi parasit Gastrointestinal Ternak Sapi Berdasarkan Pola Pemeliharaan di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Bioleuser, 1(1):7-17.

Handoko, J. 2008. Buku Dinas Kesehatan Ternak. Suska Press. Pekanbaru.

Leliana, T. Rizalsyah. 2015. Infestasi caplak ixodidae pada sapi lokal aceh di balai pembibitan ternak unggul dan hijauan pakan ternak (bptu-hpt) Indrapuri kabupaten aceh besar. JESBIO. IV(2):10-13.

Mage, C., Bourgne, C. Toullieu, J.M., Rondelaud, D. and Dreyfuss, G. 2002. Fasciola hepatica and Pharamphistomum daubneyi: changes in prevalences of natural infections in cattle and in Lymnaea truncatula from central Franceover the past 12 years. Veterinary Research. 33(5):439-447.

Melaku, S. Addis, M. 2012. Prevalence and intensity of Paramphistomum in Ruminants Slaugthered at debre Zeit Industrial Abattoir, Ethiopia. Glob Vet. (8)3: 315-319.

Muhibullah. 2001. Efektivitas Albendazol terhadap cacing Nematoda pada Ayam Burras. Skirpsi. Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.

Nofyan, E., M. Kamal dan I. Rosdiana.2010. Identitas jenis telur cacing parasit usus pada ternak sapi (Bos sp) dan kerbau (Bubalus sp) di rumah potong hewan Palembang. Jurnal Penelitian Sains. (D) 10:06-11.

Nugroho, Z.F. 2012. Keragaman dan kelimpahan nematoda usus pada kambing yang dipelihara dengan tatalaksana pemeliharaan yang berbeda di kecamatan Sumbang kabupaten Banyumas. Skripsi. Fakultas Biologi, Universitas Jendral Sudirman, Purwokerto. Banyumas.

Sari, I. K. 2014. Prevalensi Dan Derajat Infeksi Cacing Saluran Pencernaan Pada Sapi Peranakan Ongole (PO) dan Limousin Di Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan. Skripsi. Universitas Airlangga. Surabaya.

Subekti, S., Mumpuni, S. M., Kusnoto. 2007. Ilmu penyakit nematoda veteriner. Surabaya (ID): Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga.

Sudarmono, A. S., Sugeng B. Y. 2008. Sapi Potong, Pola Pemeliharaan, Perbaikan Produksi, Prospek Bisnis, dan Analisis Penggemukan. Niaga Swadaya, Semarang.

Waller, P.J. and Margaret, F. 1996. The prospect for biological control of the free living stages of nematode parasites of livestock. Jurnal Parasitol. 26 (8): 915-925.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v3i1.9811

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.