KANDUNGAN Escherichia Coli PADA TELUR ITIK YANG DIJUAL DI PASAR INDUK LAMBARO KECAMATAN INGIN JAYA ACEH BESAR(The Amount of Escherichia coli in Duck Eggs Sold In The Central Market of Lambaro,Ingin Jaya District Aceh Besar)

hendri saputra, Rastina Rastina, Ismail Ismail, M Jalalluddin, Erina Erina, Rusli Rusli

Abstract


Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan melihat jumlah bakteri E.coli pada telur itik yang dijual di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Dalam penelitian digunakan 20 telur itik dari 10 pedagang yang berbeda. Pengujian jumlah bakteri E.coli  mengunakan  Metode Total Plate Count (TPC) yang mengacu pada SNI 7388 : 2009 dengan pengenceran 10-1 sampai 10-4. Hasil positif dari cemaran E.coli ditandai dengan terbentuknya koloni berwarna hijau metalik pada media eosin methyline blue agar (EMBA). Hasil dari penelitian menunjukkan tidak adanya cemaran E.coli. Berdasarkan  hasil dari penelitian telur itik yang dijual dipasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar tidak tercemar dari E.coli.

                                                                                                          

Abstract

This study aims to indentify comtamination of E.coli in duck eggs sold in The Central Market of   Lambaro, Ingin Jaya District Aceh Besar. In the study used 20 duck eggs from 10 using Total Plate Count (TPC) method with refering SNI 7388 : 2009 with by methalic green coloni different trader in Lambaro central market. Amount testing E.coli  using contamination dilution 10-1 to10-4. The positive result of coloni on the eosin methylene blue agar (EMBA) medium.  The result of the study did not show any E.coli contamonation based on the research result can be concluade that the duck eggs sold in the central market Lambaro Ingin Jaya District Aceh Besar free from E.coli contamination.

 


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Afifah, N. 2013. Uji salmonella-shigella pada telur ayam yang disimpan pada suhu dan waktu yang berbeda. J. Edu Research 2(1):35-46.

Chusniati, S., R.N. Budiono dan R. Kurnijasanti. 2009. Deteksi Salmonella sp pada telur ayam buras yang dijual sebagai campuran jamu di Kecamatan Sidoarjo. J of Poultry Diseases 2(1):20-23. De-Roos, N.M. and M.B. Katan. 2000. Effects of probiotics bacteria on diarrhea, lipid metabolism, and carcinogenesis. Am. J. Clin. Nutr. 71:405-411.

Hardani, R. 2003. Mewaspadai Penanganan Telur Ayam. Jurnal Dimensi5(2). ISTECS. Japan.

Haryoto. 1993. Pengawetan telur segar. Penebar Swadaya. Jakarta.

Haryoto. 2010. Membuat Telur Asin. Kanisius. Yogyakarta

Lindquist, J.2004. Deferensial Media Eosin Metheyline Blue Agar 4(2):61-65 http://www.jildiuist.net/generalmiscro/defb.html

Lukman, D.W., M. Sudarwanto, A.W. Sanjaya, T. Purnawarman, H. Latif, dan R.R. Soejoedono. 2009. Higiene Pangan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Murdiati, T.B. dan I. Sendow. 2006. Zoonosis yang ditularkan melalui pangan. WARTAZOA. 16(1):14-20.

Purnama, B.I. dan Yendri. 2007. Cemaran Mikroba Terhadap Telur dan Daging ayam. Dinas Peternakan. Sumatra Barat.

Sudaryani, T. 2003. Kualitas telur. Penebar Swadaya. Jakarta

Suharno, B. 2002. Beternak itik secara intensif. Penebar Swadaya. Jakarta




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v3i1.9693

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.