Isolasi dan Identifikasi Staphylococcus aureus pada Ambing Kambing Peranakan Etawa (PE)

Midali Khairunnisa

Abstract


ABSTRAK

             Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Staphylococcus aureus dari ambing kambing Peternakan Etawa (PE). Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada bulan Maret 2018. Sampel yang digunakan berasal dari 5 ekor kambing PE, sampel diambil menggunakan swab steril, kemudian ditanam pada media Manitol Salt Agar (MSA) yang diinkubasi selama 24 jam, selanjutnya identifikasi bakteri dengan pewarnaan Gram, uji hemolisa, uji katalase dan uji gula-gula (manitol dan glukosa). Hasil penelitian pada pewarnaan Gram menunjukkan 5 sampel positif dengan karakteristik bakteri berbentuk kokus berwarana ungu. Pada uji hemolisa 4 sampel menunjukan hasil γ-hemolisis dan 1 sampel α-hemolisis. Pada uji katalase 5 sampel menunjukan hasil positif, pada uji gula-gula (manitol dan glukosa) menunjukan 5 sampel positif. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian diketahui Staphylococcus aureus dapat diisolasi dan diidentifikasi dari ambing kambing PE.

    

Abstract

 

The purpose of this research was to isolate and identify Staphylococcus aureus from goat udder of PE. This research held in Microbiology Laboratorium of Veterenary Medicine Faculty of Syiah Kuala University in Banda Aceh on March 2018. Sample ussed were 5 goat udders of PE, sample obtained using steril swab, after that acquired swab planted on Nutrient Broth (NB) and incubated for 23 hours. Growing isolate then moved into Manitol Salt Agar (MSA) and incubated for 24 hours, then identificated the bacteri using Gram stain. Hemolisa test showed 4 samples γ-hemolisis and 1 sample α-hemolisis. Catalase test and Sugar test (manitol and glucose). Gram stain showed 5 samples resulted as positive results with characterized by the the form of bacteria as purple cocci shaped. Catalyses test of samples showed 5 positive results, the sugar test (manitol and glukosa) showed 5 positive. It can be conclude from the results of this research that 5 showed Staphylococcus aureus can be isolated and identified of udder goat of PE.

 


Keywords


Staphylococcus aureus, ambing, kambing PE

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Dewi, A. K. 2013. Isolasi, Identifikasi dan Uji Sentivitas Staphylococcus aureus terhadap Amoxicilin dari Sampel Susu Kambing Peranakan Etawa (PE) Penderita Mastitis di Wilayah Grimulyo, Kulonogoro, Yogyakarta. Jurnal Sain Veteriner. 31(2) : 138-150.

Djanatun, T., J.T, Rochani., R, Wikaningrum., D. Widiyanti, dan A.R. Pane. 2002. Pemanfaatan Darah Manusia yang Kadarluasa sebagai Pengganti Darah Domba dalam Pembuatan Media Agar Darah Plat (ADP). Departemen Of Microbilogy Yarsi University. Jakarta

Djide, N dan Sartini. 2006. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Universitas Hasanuddin. Makassar

Felitra., I. Efendi dan E. Suryani. 2004. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Probiotik dari Ikan Kerapu Macan (Ephinephelus fuscogatus) dalam Upaya Efisiensi Pakan Ikan. Jurnal Natur Indonesia. 6(2) : 78-80

Fitri, L dan Y. Yasmin. 2011. Isolasi dan Pengamatan Morfologi Koloni Bakteri Kinolitik. Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi. 3(2) : 20-25.

Handayani, K.S dan M. Purwanti. 2010. Kesehatan Ambing dan Higiene Pemerahan di Peternakan Sapi Perah Desa Pasir Bunar Kecamatan Karingan. Jurnal Penyuluhan Pertanian. 5 (1): 47-53.

Handoko, E dan W. A. Sumilat. 2011. Metabolisme hidrogen peroksida dan peranannya pada infeksi telinga. Laboratorium Ilmu Penyakit THT FK Universitas Brawijaya. Malang

Harda, U. 2018. Sekilas Media Gula-Gula. www.academica.edu/9923615/sekilas-media-gula-gula (diakses pada tanggal 20 Juli 2018)

Herlina, N., F. Afiati., A.D. Cahyo., P.D. Herdiyani., Qurotunnada, dan B. Tappa. 2015. Isolasi dan Identifikasi Staphylococcus aureus dari Susu Mastitis Subklinis di Tasikmalaya. Pros Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia.1(3):413-417.

Jawetz, E., J.L. Melnick, E.A. Adelberg, G.F. Brooks, J.S. Butel, and L.N. Ornston. 1995. Mikrobiologi Kedokteran. (Diterjemahkan Nugroho dan R.F. Maulany). Edisi ke-20. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Khusnan., S.I.O. Salasia dan Soegiyono. 2008. Isolasi, Identifikasi dan Karakterisasi Fenotipe Bakteri Staphylococcus aureus dari Limbah Penyembelihan dan Karkas Ayam Potong. Jurnal Veteriner. 9(1): 45-51

Khusnan., W. Prihtiyantoro dan M. Slipranata. 2012. Identifikasi dan Karakterisasi Fenotipe Staphylococcus aureus Asal Kasus Bumblefoot dan Arthritis pada Broiler. Jurnal Kedokteran Hewan. 6 (2): 102-104

Lay, W. B. 1994. Analisis Mikroba di Laboratorium. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Murwani, Sri. 2015. Dasar-Dasar Mikrobiologi Veteriner. Universitas Brawijaya Press. Malang

Nurhayati, I.S dan E. Martindah. 2015. Pengendalian Mastitis Subklinis melalui Pemberian Antibiotik Saat Periode Kering pada Sapi Perah. Wartazoa. 25(2): 65-74.

Pommerfille, J.C. 2005. Alcamo’s Laboratory Fundamental of Microbiology. 7 ed. Jones and Bartelett Publishers. London.

Prasetyo, B dan E. Kusumaningrum. 2014. Deteksi gen tst isolat Staphylococcus aureus melalui amplifikasi 23s rrna asal susu kambing dan sapi perah. Jurnal Kedokteran Hewan. 22(3): 142-147

Pribandityas,P.A., T.H, Suprayogi dan P. Sambodo.2012. Hubungan antara Bobot Badan, Volume Ambing terhadap Produksi Susu Kambing Perah Laktasi Peranakan Etawa. Animal Agricultural Journal. 1(1) 99-105

[SNI] Standar Nasional Indonesia 01-6366.2000. Batas maksimum cemaran mikroba dan batas maksimum residu dalam bahan makanan asal hewan. Jakarta. Badan Standarisasi Nasional.

Sardiani, N., M. Litaay., R.G. Budji., D. Priosambodo., Syahribulan dan Z. Dwyana. 2015. Potensi Tunikata Rhopaleae sp sebagai Sumber Inokulum Bakteri Endosimbion Pengahsil Antibakteri; Karakterisasi Isolat. Jurnal Alam Lingkungan . 6 (11): 1-10.

Sodiq, A dan Z. Abidin. 2009. Meningkatkan Produksi Susu Kambing Peranakan Etawa. Agromedia Pustaka. Jakarta Selatan.

Todar,K. 2002. Staphylococcus Bacteriology at UW-Bacterilogy 330 Home page 1-7 : textbookofbacteriology.net (diakses pada 20 Juli 2018)

Todar, K. 2005. Salmonella and Salmonellosis. Todar’s Online Textbook of Bacteriology. University of Wisconsin-Madison. Department of Bacteriology. Wisconsin.

Yuwono. 2012. Mikrobiologi Kedokteran. Unsri. Palembang




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v2i4.9331

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.