GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI BABI HUTAN YANG TERINFEKSI PARASIT INTERNAL DI KAWASAN LHOKNGA ACEH BESAR (The Description Of The Histopathology Of Liver Of The Wild Boar Internal Parasites In The Infected Area Lhoknga In Aceh Besar)

bakti suganjar, Muttaqien Bakri, Ummu Balqis

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histopatologi hati babi hutan yang terinfeksi parasit internal. Pemeriksaan dilakukan pada feses dengan metode uji natif dan pemeriksaan darah menggunakan metode ulas darah tipis. Sampel berupa tiga ekor babi hutan yang terinfeksi parasit internal. Patologi anatomis hati babi hutan diamati terlebih dahulu sebelum organ tersebut dibuat preparat histopatologi. Hasil yang di dapat dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan babi pertama tidak terinfeksi parasit, babi hutan ke-2 terinfeksi parasit Strongyloides ransomi dengan gambaran patologi anatomi perubahan warna pucat, konsistensi keras, dan terbentuknya nodul fokal nekrotik dan babi ke-3 terinfeksi parasit Anaplasma marginale menunjukan perubahan warna pucat dan nodul nekrotik multi fokal. Secara histopatologi babi hutan yang tidak terinfeksi menunjukan gambaran hiperemi, disosias sel hati dan pelebaran sinusoid, hati babi yang terinfeksi Strongyloides ransomi menunjukan perubahan adanya peningkatan jaringan ikat pada septa interlobular dan infiltrasi sel radang. dan hati babi yang terinfeksi Anaplasma marginale menunjukan perubahan infiltrasi sel radang, pelebaran buluh empedu dan peningkatan jaringan ikat. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, babi postif terinfeksi Anaplasma marginale dan Strongyloides ransomi. (This research aims to knew the description of the histopathological of infected wild boar liver internal parasite. The examination is done on the stool by the method of blood test and examination of natively using the method of review of blood thinner. The sample consists of three infected wild boars internal parasites. Anatomical Pathology wild boar liver observed before the histopathological preparations made. The results can be analyzed in a descriptive based. The Results of the research showed the first pigs were not infected with the parasite, the wild boar infected with Strongyloides ransomi parasite with description of Anatomic Pathological changes the color of pale, hard consistency, and the formation of focal necrotic and nodules, 3rd pig infected with Anaplasma marginale parasite shows pale discoloration and multi focal necrotic nodule. In the first boar histopathological showed an overview hiperemi, disosias liver cells and dilation of liver sinusoids, the infected pigs Strongyloides ransomi showed an increase in connective tissue changed on the interlobular septa and infiltration of inflammatory cells. and heart of infected pigs Anaplasma marginale showed changes in infiltration of inflammatory cells, dilation of bile and Reed increased connective tissue. Research results can be concluded that positive infected pigs, Anaplasma marginale and Strongyloides ransomi).


Full Text:

PDF

References


Aak. 1974. Usaha Ternak Babi. Kanisius, Jakarta.

Albert, W. R. Rizaldi dan J. Nurdin. 2014. Karakteristik Kubangan dan Aktivitas Berkubang Babi Hutan (Sus scrofa L.) di Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi (HPPB) Unversitas Andalas. Jurnal Biologi Universitas Andalas, 3 (3) : 2303-2162.

Azhima, F. 2001. Pengendalian Babi Hutan, Hama Utama Pada Kebun Karet di Jambi. Seri : Wanatani Karet.

Bacha.W. J dan L.M.Bacha. 2000. Color Atlas Of Veterinary Histoogy Third Edition. Wiley-Blackwell. New jersey.

Baqarizky, F. 2015. Gambaran Histopatologik Pankreas, Hepar dan Ginjal Tikus Diabetes Mellitus yang Diinduksi Streptozotocin dengan Pewarnaan Hematoksilin Eosin. Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Bracke, M. B. M. 2011. Review of Wallowing in Pigs : Description of The Behaviour and Its Motivational Basis. Applied Animal Behaviour Science, 132 : 1-13.

Carter, W. V. 1978. Mamalia Darat Indonesia. PT Inter Massa, Jakarta.

Dewi, N.K.N.L., Winaya, I.B.O dan Dharmawan, N.S. 2017. Gambaran Histopatologi Hati Dan Ginjal Babi Landrace Yang Diberi Pakan Eceng Gondok Dari Perairan Tercemar Timbal. Buletin Veteriner Udayana. 9(1):1-8.

Djik. J. E. V., E. Gruys dan J. M. V. M. Mouwen. 2007. Color Atlas Of Veterinary Pathology Second Edition. Saunders Elsevier. Philadelphia.

Ditjen PKH. 2013. Rencana Strategis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Jakarta (Indonesia) : Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Eroschenko, V.P. 2008. Atlas Histologi diFiore dengan korelasi fungsional. (Diterjemahkan oleh: Pendit, B.U.). EGC. Jakarta.

Estuningsih, S. 2009. Taenasis dan Sistiserkosis Merupakan Penyakit Zoonosis Parasiter. WARTAZOA.1( 19):84-92

Guna, I.N.W., Suratma, N.A dan Damriyasa, I.M. 2014. Infeksi Cacing Nematoda Pada Usus Halus Babi di Lembah Baliem dan Pegunungan Arfak Papua. Buletin Veteriner Udayana. 6(2):129-134.

Hartatik, T. 2013. Analisis Genetika Ternak Lokal. Hartatik T, Penyunting. Yogyakarta (Indonesia) : Universitas Gadjah Mada Press.

Himawan, W. 2009. Identifikasi parasit darah pada kerbau belang (Tedongbonga) dan kerbau rawa (Swamp Buffalo) di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Skripsi. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Irgantara, V. P. 2015. Gambaran Histopatologi Hepar Mencit (Mus musculus) yang Diinfeksi Toxoplasma gondii secara Intravagina. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Surabaya.

Ito, A., T. R. Wandra,A. Subahar, H.Hamid, Yamasaki, W. Mamuti, M. Okamoto, K. Nakaya, M. Nakao, Y. Ishikawa, T. Suroso, P.S. Craig dan S.S. Margono. 2002. Recent Advances In Basic And Applied Science For The Control Of Taeniasis/ Cysticercosis In Asia, J. Trop Southeast Asian. Med. Public Health, Diakses 23 Oktober 2017.

IUCN. 2008. About Red List IUCN. http://www.iucnredlist.org/about/introduction. Diakses pada tanggal 28 september 2017.

Kessel, R. G. 1998. Basic Medical Histology The Biologi of Cell, Tissue, and Organ. Oxford University Press, New York.

Kiernan, J.A. 1990. Histological and Histochemical Method: Theory and Practice. 2nd Ed. Pergamon Press, New york.

Kocan, K.M., Blouin, E.F., dan Barbet, A.F. 2000. Anaplasmosis control. Past, present, and future.Ann. NY. Acad Sci. 916:501-509.

Kueain, Y. A. I. K. Suamba dan P. U. Wijayanti. 2017. Analisis Finansial Usaha Peternakan Babi (Studi Kasus Peternakan Babi UD Karang di Desa Jagapati Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung). E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, 6(1) : 2301-6523.

Lesson, C.R., T.S. Leeson dan A.A. Paparo. 1996. Buku Ajar Histologi. (Diterjemahkan oleh: Jan Tambajong). Edisi 5. EGC. Jakarta.

McGlone, J. J. 1999. Managing Heat Stress in Outdoor Pigs Breeding Herd. Texas Tech University. Texas. http://www.pii.ttu.edu/. 30 September 2017.

Muladno. 2016. Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Budidaya Babi Tahun 2016. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian.

Murrell, K.D., 1981, Induction of Protective Immunity to StrongyloideS ransomi in Pigs, American Journal of Veterinary Research 42, 1915-1919.

Ngangan, C.J; D.N. Karanja and M.N Mutune. 2008. The Prevalence of Gastrointestinal Helminth Infection in Pig in Kenya. Tropical Animal Health and Production. 40(5).

Oka, I.B.M dan Dwinata, I.M. 2011. Strongyloidosis Pada Anak Babi Pra-Sapih (Strongyloidosis in Piglet). Buletin Veteriner Udayana. 3(2):107-112.

Prihanto, A. T. 2012. Perbandingan Kerja Produksi Induk Babi Landrace yang di Flushing dan Dikawinkan dengan Pejatan Duroc serta Duroc Pietrain. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Ressang, A.A. 1984. Patologi Khusus Veteriner. Eds 2. Bali.

Riyandi, R. 2011. Studi Keberadaan Sarang Babi Hutan (Sus scrofa) di Taman Nasional Way Kambas Lampung. Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Lampung.

Sam, A.D.P. 2015. Prevalensi Dan Faktor-Faktor Risiko Anaplasmosis Pada Sapi Bali Di Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Skripsi. UNHAS. Makassar.

Sandy, S. 2014. Kajian Aspek Epidemiologi Taeniasis Dan Sistiserkosis Di Papua. Jurnal Penyakit Bersumber Binatang. 1(2):1-4.

Soewandi, B. D. P. Dan C. Talib. 2015. Pengembangan Ternak Babi Lokal di Indonesia. Balai Penelitan Ternak. 25(1) : 039-046.

Solihat, L., 2002. Proses Pemeriksaan Sampel Penyakit-Penyakit Parasait Darah Di Laboraturium Parasitology Balitvet.

Soulsby, E.J.L. 1982. Helminths, Arthropods And Protozoa Of Domesticated Animal. 7th Ed. Billiere Tindall. London.

Staff Pengajar Bagian Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. 1973. Kumpulan Kuliah Patologi. Universitas Indonesia press. Jakarta.

Supriadi, A. M. 2014. Pre-Eliminasi Parasit Gastrointestinal Pada Babi dari Desa Suranadi Kecamatan Narmada Lombok Barat. Media Bina Ilmiah. 8(5) : 2-5.

Suriawanto, N., M. M. Guli, dan Miswan. 2014. Deteksi Cacing Pita (Taenia Solium L.) Melalui Uji Feses Pada Masyarakat Desa Purwosari Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah. Biocelebes. 1(8):17-28.

Sutisna P, Fraser A, Kapti IN, Canul RR, Widjana DP, Craig PS, Allan JC. 1999. Community prevalence study of taeniasis and cysticercosis in Bali, Indonesia. Tropical Medicine and International Health 4: 288-294.

Tandi, J. E. 2012. Ilmu Nutrisi Ternak Babi (Dilengkapi dengan Panduan Pembuatan Biogas dan Kompos) : Masagena Press, Makassar.

Tarigan, F. R. 2004. Perbandingan Prevalensi Infeksi Kecacingan Pada Babi di Kecamatan Siborongborong dan Kecamatan Patumbak Sumatera Utara. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian. Bogor.

Tizard, I. 1988. Pengantar Imunologi Veteriner. Penerjemah Masduki Partodiredjo. Airlangga University Press.

Tortora, G. J. 2005. Principles of Human Anatomy Ed ke-10. USA : Jhon Wiley & Sons, Inc.

Widarso, Hs., S. S. Margono, W. H Purba,dan R. Subahar. 2001. Prevalensi Dan Distribusi Taeniasis Dan Sistiserkosis. Makara:Kesehatan.2(5):34-38.

Yulianto, H. F. Satrija. D. W. Lukman dan M. Sudarwanto. 2015. Seroprevalensi Positif Sistiserkosis pada Babi Hutan di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Jurnal Veteriner, 16 (2) : 187-195.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v2i4.9328

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.