PEMERIKSAAN CEMARAN FORMALIN DAN MIKROBA PADA BAKSO YANG DIJUAL DI BEBERAPA PEDAGANG DI KABUPATEN BIREUEN (The Examination of Formalin and Microbial Contents on Meatballs of Several Traders in Bireuen District)

M Niza Ariq Irvanda, Teuku Reza Ferasyi, Razali Razali

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mendeteksi kandungan formalin dan cemaran mikroba pada bakso yang dijual di beberapa pedagang di Kabupaten Bireuen.  Sampel yang digunakan yaitu bakso daging yang berasal dari 25 pedagang bakso yang dijual di 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen. Pada tiap pedagang diambil secara acak sejumlah 3 butir bakso sebagai sampel. Pemeriksaan formalin dilakukan dengan menggunakan reagen Fenilhidrazin 0,5%, Sodium Nitroprusit 5%, dan NaOH 10%. Hasil positif yang diamati pada pemeriksaan formalin ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi warna kehijauan. Pemeriksaan cemaran mikroba dilakukan dengan metode Total Plate Count (TPC). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil pemeriksaan formalin menunjukkan bahwa terdapat 5 pedagang (20%) yang baksonya terindikasi positif mengandung formalin. Selanjutnya hasil pemeriksaan cemaran mikroba menunjukkan bahwa sebanyak 24 pedagang yang sampel baksonya mengandung mikroba melebihi SNI. Pada 1 pedagang lainnya kandungan mikroba pada bakso di bawah ambang batas SNI. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 4 pedagang (16%) yang baksonya tercemar formalin sekaligus mengandung mikroba melebihi SNI. Hanya 1 pedagang (4%) yang mengandung formalin dan cemaran mikroba di bawah ambang batas SNI. Sisanya 20 pedagang (80%) yang baksonya ditemukan cemaran mikroba di atas SNI, dan tidak menggunakan formalin.

 

ABSTRACT

This study was aimed to detect the content of formalin and microbial contamination on meatballs of several traders in Bireuen District. The sample used were meatballs from 25 meatballs traders that were sold in 17 sub-districts in Bireuen District. Each trader randomly selected 3 meatballs as samples. Formaldehyde examination was performed using 0.5% phenyllhydrazine reagent, 5% Sodium Nitroprusites, and 10% NaOH. The positive results observed in the formalin examination were characterized by the color change of the solution to a greenish color. Microbial contamination is done by Total Plate Count (TPC) method. The data obtained were analyzed descriptively and presented in tabular form. The results of formalin examination showed that there were 5 traders (20%) whose positive indications contained formaldehyde. Furthermore, the results of microbial contamination examination showed that as many as 24 traders whose samples contained microbes exceeding SNI. In 1 other trader the microbial content of meatballs is below the SNI threshold. Based on the results of the study it can be concluded that there are 4 traders (16%) whose form is contaminated with formalin while containing microbes exceeding SNI. Only 1 trader (4%) contained formaldehyde and microbial contamination below the SNI threshold. The remaining 20 traders (80%) were found to have microbial contamination above SNI, and did not use formalin.


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Alsuhendra dan Ridawati. 2013. Bahan Toksik dalam Makanan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Ariani, N., M. Safutri, dan S. Musiam. 2016. Analisis Kualitatif Formalin pada Tahu Mentah yang Dijual di Pasar Kalindo, Teluk Tiram dan Telawang Banjarmasin. Jurnal Ilmiah Manuntung. 2 (1): 60-64.

Badan POM RI. 2008. Pengujian Mikrobiologi Pangan. Info POM. 9 (2): 1-11

Cahyono, D., M. C. Padaga dan M. E. Sawitri. 2013. Kajian Kualitas Mikrobiologis (Total Plate Count (TPC), Enterobacteriaceae dan Staphylococcus aureus Susu Sapi Segar di Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak. 8 (1): 1-8.

Harsojo dan L. Andini. 2003. Cemaran Mikroba pada Makanan Olahan Asal Ternak. Puslitbang Peternakan Bogor. 532-537.

Iftriani, I., S. Wahyuni dan H. Amin. 2016. Analisis Kandungan Bahan Pengawet Formalin pada Tahu yang Diperdagangkan di Pasar Tradisional Kota Kendari (Pasar Panjang, Pasar Anduonohu, Pasar Basah dan Pasar Baruga). J. Sains dan Teknologi Pangan. 1 (2): 125-130.

Indraningsih, T. Ariyanti, dan A. Priyanti. 2010. Pengujian Residu dan Cemaran Mikroba pada Daging Kerbau serta Implikasi Nilai Ekonomi. Seminar dan Lokakarya Nasional Kerbau.

Ismail, M. R. Kautsar, P. Sembada, S. Aslimah dan I. I. Arief. 2016. Kualitas Fisik dan Mikrobiologis Bakso Daging Sapi pada Penyimpanan Suhu yang Berbeda. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan. 4 (3): 372-374.

Nugroho, W.S. 2004. Jaminan Keamanan Daging Sapi di Indoneisa. Makalah. Fungsionaris Asosiasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Indonesia, Bogor.

Pandie, T., D.A. Wuri, dan N.A. Ndaong. 2014. Identifikasi Boraks, Formalin dan Kandungan Gizi serta Nilai Tipe pada Bakso yang Dijual di Lingkungan Perguruan Tinggi di Kota Kupang. Jurnal Kajian Veteriner. 2(2): 183-192.

Purwa, N., Junianto dan T. Herawati. 2012. Karakteristik Bakteri Caviar Nilem dalam Perendaman Campuran Larutan Asam Asetat denga Larutan Garam pada Penyimpanan Suhu Rendah (5-10°C). Jurnal Perikanan dan Kelautan. 3 (4): 171-175.

Rini, Y.P., H. Setiyawan, A. H. Burhan, T. Sumarlini dan Harmawati. 2017. Uji Formalin, Kandungan Garam dan Angka Lempeng Total Bakteri pada Berbagai Jenis Ikan Asin yang Beredar di Pasar Tradisional Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Sains Universitas Muhammadiyah Semarang. 5(1): 1-9.

Risch, A. 2005. Kejadian Residu Formalin pada Kalkas Ayam yang dijual di Wilaya Jakarta. Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Wardani, R.I. dan S.A. Mulasari. 2016. Identifikasi Formalin pada Ikan Asin yang Dijual di Kawasan Pantai Teluk Penyu Kabupaten Cilacap. KESMAS. 10 (1): 15-24.

Wijaya, R. 2009. Penerapan Peraturan dan Pratek Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah di Sekolah Dasar Kota dan Kabupaten Bogor. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Yulisa, N., E. Asni dan M. Azrin. 2014. Uji Formalin pada Ikan Asin Gurami di Pasar Tradisional Pekanbaru. Jom FK. 1 (2): 1-12.

Yunita, M., Y. Hendrawan, dan R. Yulianingsih. 2015. Analisis Kuantitatif Mikrobiologi Pada Makanan Penerbangan (Aerofood ACS) Garuda Indonesia Berdasarkan TPC (Total Plate Count) Dengan Metode Pour Plate. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem. 3 (3): 237-248.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v2i4.9260

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.