Gambaran Histopatologi Ginjal Babi Hutan (Sus scrofa) yang Terinfeksi Parasit Internal di Kawasan Lhoknga, Aceh Besar (HISTOPATHOLOGY OF WILD SWINE (Sus scrofa) KIDNEY INFECTED BY INTERNAL PARASITE IN LHOKNGA REGION, ACEH BESAR)

Rhoza Indra, Muttaqien Muttaqien, Muttaqien Muttaqien, Muttaqien Muttaqien, Ummu Balqis, Ummu Balqis, Muttaqien Muttaqien, Winaruddin Winaruddin, Winaruddin Winaruddin, Ummu Balqis, Cut Dahlia Iskandar, Cut Dahlia Iskandar, Ummu Balqis, Triva Murtina Lubis, Triva Murtina Lubis, Winaruddin Winaruddin, Winaruddin Winaruddin, Cut Dahlia Iskandar, Cut Dahlia Iskandar, Triva Murtina Lubis, Triva Murtina Lubis

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi ginjal babi hutan (Sus scrofa) yang terinfeksi parasit internal. Sampel penelitian menggunakan 3 ekor babi hutan dengan kriteria terinfeksi parasit internal. Babi hutan (Sus scrofa) di eutanasia dan dilakukan pemeriksaan darah dan feses lalu dinekropsi untuk mengambil ginjalnya. Beberapa bagian dari ginjal diambil untuk diperiksa secara patologi anatomi (PA), setelah itu dibuat sediaan secara histopatologi (HP) dengan menggunakan pewarnaan Haemotoksilin Eosin  (HE). Pembuatan sediaan histopatologi diawali dari fiksasi, stopping point, dehidrasi, penjernihan, infiltrasi, penanaman dan pemotongan dengan ketebalan 5 µm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemeriksaan darah babi pertama (B1) anakan jantan terinfeksi Anaplasma marginalis, pemeriksaan PA tidak ada perubahan dan secara HP mengalami nekrosis tubulus, infiltrasi sel radang dalam glomerulus, penyempitan lumen tubulus dan infiltrasi leukosit. Pada pemeriksaan feses babi kedua (B2) anakan jantan ditemukan telur cacing Strongyloides ransomi, pemeriksaan PA tidak ada perubahan dan secara HP mengalami infiltrasi sel radang dalam glomerulus, kapsula bowman mulai menipis, piknotis, kariolisis, karioreksis, dan infiltrasi leukosit. Sementara hasil pemeriksaan pada babi ketiga (B3) anakan jantan tidak terinfeksi parasit namun pada pemeriksaan HP terdapat infiltrasi sel radang.

Kata kunci : Babi hutan, Ginjal, Parasit internal,  Anaplasma marginalis, Strongyloides ransomi.

 

ABSTRACT

                This study aims to determine the histopathological picture of wild swine (Sus scrofa) kidney infected with internal parasites. The study sample used 3 wild swine with criteria for infection with internal parasites. Wild swine (Sus scrofa) is euthanized and blood and feces are examined and then decanted to take the kidney. Some parts of the kidneys were taken for anatomical pathology (PA), after which histopathology (HP) was prepared using Haemotoxicillin Eosin (HE) staining. The preparation of histopathological preparations begins with fixation, stopping points, dehydration, purification, infiltration, planting and cutting with a thickness of 5 µm. The results showed that in the first pig blood examination (B1), male tillers were infected with Anaplasma marginalis, PA examination had no change and HP had tubular necrosis, glomerular inflammation in the cell infiltration, narrowing of the tubular lumen and leukocyte infiltration. On the second pig stool examination (B2), male tillers were found on Strongyloides ransomi worm eggs, PA examination had no changes and HP had inflammatory cell infiltration in the glomerulus, the bowman capsule began to thin, picnosis, kariolysis, karioreksis, and leukocyte infiltration. While the results of the examination on the third pig (B3) male tillers were not infected with parasites but on HP examination there was an infiltration of inflammatory cells.

Keywords : Wild swine, kindey, internal parasite, Anaplasma marginalis, Strongyloides ransomi


Keywords


Babi hutan; Ginjal; Parasit internal; Anaplasma marginalis; Strongyloides ransomi.

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Albert, W.R., Rizaldi, dan J. Nurdin. 2014. Karakteristik kubangan dan aktivitas berkubang babi hutan (Sus scrofa L.) di Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi (HPPB) Unversitas Andalas. Jurnal Biologi Universitas Andalas. 3(3):2303-2162.

Bermúdez, R., A.P. Losada., S. Vázquez., M.J. Redondo., P. Álvarez-Pellitero, dan M.I. Quiroga. 2010. Light and Electron Microscopic Studies on Turbot Psetta maxima Infected with Enteromyxum scophthalmi: Histopathology of Turbot Enteromyxosis. Jurnal Dis Aquat Org. 80:200-211.

Bracke, M.B.M. 2011. Review of wallowing in pigs : description of the behaviour and its motivational basis. Applied Animal Behaviour Science. 132:1-13.

Campbell, T.A, dan D.B. Long. 2010. Activity patterns of wild boars (Sus scrofa) in southern Texas. The Southwestern Naturalist. 55(4):564-600.

Carlton, W.W, dan M.D. McGavin. 1995. Special Veterinary Pathology. Mosby, Saint Louis.

Concha, R., W. Harrington, dan A.I. Rogers. 2005. Intestinal strongyloidiasis: recognition, management, and determinants of outcome. Jurnal Clinical Gastroenterology. 39(3): 203-211.

Darwin, C.O. 2016. Gambaran sel darah putih pada respon inflamasi pasca pemasangan implan yang dilapisi platelet rich plasma dan tanpa dilapisi platelet rich plasma. Skripsi. Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Fahrimal, Y., Rahmiwati, dan D. Aliza. 2016. Gambaran histopatology ginjal tikur putih (Rattus novergicus) jantan yang diinfeksikan Trypanosoma evansi dan diberi ekstrak daun sernai (Wedelia biflora). Jurnal Medika Veterineria. 10(2):166-170.

Fendriyanto, A., I.M. Dwinata., I.B.M. Oka, dan K.K. Agustina. 2015. Identifikasi dan prevalensi cacing nematoda saluran pencernaan pada anak babi di Bali. Jurnal Indonesia Medicus Veterinus. 4(5) : 465-473.

Guyton, A.C., Hall J. E. 2007. Ginjal dan Cairan Tubuh - Fisiologi Kedokteran. Edisi XI. EGC, Jakarta.

Hanafiah, M., W. Nurcahyo., J. Prastowo, dan S. Hartati. 2017. Gambaran histopatologi toksoplasmosis pada kucing peliharaan. Jurnal Veteriner. 18(1):11-17.

Harahap, W.H., Patana P. dan Afifuddin Y. 2012. Mitigasi Konflik Satwa Liar dengan Masyarakat di Sekitar Taman Nasional Gunung Leuser. Artikel. Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan.

IUCN. 2008. IUCN Red List of Threatened Species. IUCN.

Junqueira L.C. and Carneriro J., 2007. Histologi dasar teks dan atlas. Edisi 10. EGC, Jakarta.

Kiernan. 1990. Histological and Histochemical Methods. Pergamon Press, New York.

Kocan, K.M., J.D.L. Fuente., E.F. Blouin, dan J.C. Garcia. 2004. Anaplasma marginale (Rickettsiales:Anaplasmataceae) recent advances in defining host-pathogen adaptations of a tick-borne rickettsia. Jurnal Parasitology. 129:285–300.

Magai, M.F. 2017. Deteksi protozoa darah babi liar (Sus scrofa) di kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Oka, I.B.M, dan I.M. Dwinata. 2011. Strongyloidosis pada anak babi pra-sapih. Buletin Veteriner Udayana. 3(2):107-112.

Pudjiatmoko. 2014. Manual Penyakit Hewan Mamalia. Direktorat Kesehatan Hewan, Jakarta.

Putri, D.M., H. Busman, dan N. Nurcahyani. 2013. Gambaran histologis tubulus proksimal ginjal mencit (Mus musculus L.) jantan yang terpapar kebisingan. Artikel. Seminar Nasional Sains & Teknologi V. Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Lampung, Bandar Lampung. 362-369.

Sahara, A., J. Prastowo., D.P. Widodo., E.S. Rohayati, dan S. Widyarini. 2013. Identifikasi cacing trematoda dan gambaran patologi ginjal burung merpati yang terinfeksi. Jurnal Veteriner. 14( 4): 402-407.

Solihat, L. 2002. Proses pemeriksaan sampel penyakit-penyakit parasit darah di laboraturium parasitology Balitvet. Artikel. Temu Teknis Fungsional Non Peneliti. Balai penelitian veteriner, Bogor. 77-85.

Supriadi, A.M. 2014. Pre-Eliminasi parasit gastrointestinal pada babi dari desa Suranadi Kecamatan Narmada Lombok Barat. Media Bina Ilmiah.8(5):2-5.

Suryawan, G.Y., N.A. Suratma, dan I.M. Damriyasa. 2014. Potensi babi sebagai sumber penularan penyakit zoonosis Entamoeba spp. Buletin Veteriner Udayana. 6(2):141-145.

Sutisna, I.P., A. Fraser., I.N. Kapti., R.R. Canul., D.P. Widjana., P.S. Craig, dan J.C. Allan. 1999. Community prevalence study of taeniasis and cysticercosis in Bali, Indonesia. Jurnal Tropical Medicine and International Health. 4(4): 288-294.

Verdiansah. 2016. Pemeriksaan Fungsi Ginjal. Jurnal CDK 237. 42(2):148-154.

Yuniarti, W.M., I.S. Yudaniayanti, dan N. Triakoso. 2009. Gambaran histopatologik ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) pasca ovariohisterektomi dengan suplemen kalsium karbonat dosis tinggi. Jurnal Penelit. Med. Eksakta 8(1):31-38.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v2i4.9050

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.