ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ENTERIK PATOGEN PADA BADAK SUMATERA (Dicerorhinus sumatrensis) DI SUAKA RHINO SUMATERA (SRS), TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS (TNWK), LAMPUNG (Isolation and Identification Pathogenic Enteric Bacteria in Feces of Sumatran Rhino (Dicerorhinus sumatranensis) at Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) Way Kambas National Park, Lampung)

renji mailisa wahyuni

Abstract


 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengetahui keberadaan dan jenis bakteri enterik patogen yang terdapat pada badak sumatera di Suaka Rhino Sumatera (SRS), Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung. Penelitian ini menggunakan sampel feses tujuh ekor badak sumatera di SRS, pengambilan sampel dilakukan pada pagi hari dengan menggunakan spatula dan dimasukkan ke dalam botol steril, kemudian ditempatkan dalam cooler box untuk dibawa ke laboratorium Balai Veteriner Lampung dan Balai Veteriner Bukittinggi. Kemudian sampel feses dimasukkan ke dalam media nutrient broth (NB) dan diinkubasi selama 24 jam, kemudian dilakukan penanaman pada media Salmonella Shigella Agar (SSA), MacConkey, dan Eosin Methylen Blue (EMB) dengan membuat goresan T, selanjutnya diinkubasi dalam inkubator 37oC selama 24 jam. Selanjutnya dilakukan uji biokimia IMVIC (Indol, Methyl Red, Voges Proskauer, Sulfid Indol Motility, Simon’s Citrat Agar), TSIA (Triple Sugar Iron Agar) dan uji gula-gula. Data penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan beberapa bakteri enterik patogen. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bakteri enterik patogen yang ditemukan seperti Escerichia coli, Enterobacter spp, Salmonella sp, dan Alcaligenes sp.

Kata Kunci: Bakteri enterik patogen, Badak sumatera, Suaka Rhino Sumatera (SRS)

 

ABSTRACT

This aim of this study is determine the presence and type of pathogenic enteric bacteria in Sumatran rhinoceros at Sumatran Rhino Sanctuary (SRS,) Way Kambas National Park,  Lampung. This study used feses from seven rhinoceroses samples in SRS, samples were collected in the morning by using spatula and inserted into sterile bottles, then saved in cooler box then brought to laboratory of Lampung Veterinary Hall and Bukittinggi Veterinary Hall. Sampel then was put into nutrient broth (NB) and incubated for 24 hours, then planted on SSA, MacConkey and Eosin Methylen Blue (EMB) by making T scratches, then incubated in incubator 37o C for 24 hour. Then biochemical tetses were conducted such as IMVIC (Indol, Methyl Red, Voges Proskauer, Sulfid Indol Motility, Simon's Citrat Agar), TSIA (Triple Sugar Iron Agar) and sugars test. The  data is analyzed descriptively. The results show that it was found some pathogenic enteric bacteria. Based on this research it can be concluded that some enteric pathogenic bacteria were found such as Escherichia coli, Enterobacter spp, Salmonell sp and Alcaligenes sp.

Keyword: Pathogenic Enteric Bacteria, Sumatran rhino, Sumatran Rhino Sanctuary


Keywords


Bakteri enterik patogen; Badak sumatera; Suaka Rhino Sumatera (SRS) ; Pathogenic Enteric Bacteria; Sumatran rhino; Sumatran Rhino Sanctuary

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Adams M. R., and M. O. Moss. 2000. Food Microbiology Second Edition. University of Surrey. Guildford. UK.

Ahmad, A. H., J. Payne and Z. Z. Zainuddin. 2013. Preventing the extinction of the sumatran rhinoceros. Journal of Indonesian Natural History. 1(2):14.

Arwin, M., F. G. Ijong, dan R. Tumbol. 2016. Characteristics of Aeromonas hydrophila isolated from tilapia (Oreochromis niloticus). Aquatic science & management. 4(2):58.

Bauman, R. W. 2011. Microbiology. Pearson, San Fransisco.

Bettelheim, K. 2000. The role of non O157 VTEC. J of Applied Microbiology Symposium Supp. 88: 38S-50S.

Breed, R. S., E. G. D. Murray, and R. S. Nathan. 1974. Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology, 7th Edition. The Williams and Wilkins Company, USA.

Brook, G. F., J. S. Butel, dan S. A. Morse. 2005. Mikrobiologi Kedokteran. Salemba Medika, Jakarta.

Capuccino, J. G and N. Sherman. 2005. Microbiology a Laboratory Mannual. The Benjamin/Cummings Publish, California.

Capuccino, J. G and N. Sherman. 2008. Microbiology a Laboratory Mannual. The Benjamin/Cummings Publish, California.

Cowan, S. T. dan Steel’s. 1974. Manual for the Identification of Medical Bacteria. Cambridge University Press, New York.

Cowan, S. T. 1984. Manual for the Identification Of Medical Bacteria. Cambridge University Press, New York.

Engelkirk, P. G. and J. E. Duben. 2008. Laboratory Diagosis of Infection Deases. Lippincott, America.

Fardiaz, S. 1989. Analisis Mikrobiologi Pangan, Petunjuk Laboratorium. PAU, Bogor,

Gyles, C. L. 1994. Escherichia coli in Domestic Animal and Human. CAB internasional, England.

Hariyadi, A. R. S. 2012. Model pengelolaan populasi badak jawa (Rhinoceros sondaicus) berdasarkam analisis nutrisis dan tingkat cekama sebagai parameter kesehatan. Skripsi. Pasca Sarjana IPB, Bogor.

Irianto, K. 2006. Mikrobiologi: Menguak Semua Dunia Mikroorganisme. Yrama Widya, Banda Aceh.

Jawetz, E. 1996. Mikrobiologi Kedokteran edisi 20. EGC, Jakarta

Jawetz, E., J. L. Melnick, dan E. A. Adelberg. diterjemahkan oleh Nugroho E. Dan R. F. Maulany. 2007. Mikrobiologi Kedokteran. Edisi ke – 22rd ed. EGC. Jakarta.

Jawetz, E., J. L. Melnick, dan E. A. Adelberg. diterjemahkan oleh Nugroho E. Dan R. F. Maulany. 2008. Mikrobiologi Kedokteran. Edisi ke – 23rd ed. EGC. Jakarta.

Juwita, U. H. Yuli, dan J. Christine. 2014. Jumlah bakteri coliform dan deteksi Escherichia coli pada daging ayam di Pekanbaru. JOM FMIPA. 1(2):48.

Kismiyati, S. Subekti, dan R. Kusdarwati. 2009. Isolasi dan identifikasi bakteri gram negatif pada luka ikan maskoki (Carassius auratus) akibat infestasi ektoparasit Argulus sp. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 1(2):131.

Kurniawanto, A. 2007. Studi Perilaku Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis Fischer, 1814) di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Skripsi. Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Mutmainnah, H. 2008. Isolasi dan karakterisasi bakteri probiotik dari saluran pencernaan ayam kampung (Gallus domesticus). Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Maullana, D. A. dan A. Darmawan. 2014. Perubahan penutupan lahan di Taman Asional Way Kambas. Jurnal Sylva Lestari. 2(1):88.

Mirmomeni, M. H., S. Naderi, H. A. Colagar, and S. Sisakhtnezhad. 2009. Isolation of Salmonella enteritidis using biochemical tests and diagnostik potential of SdfI amplified gene. Res. J Biol. Sci. 4 (6): 656-661.

Molita, A. D. 2017. Identifikasi bakteri Escherichia coli pada minuman susu kedelai bermerek dan tidak bermerek di kota Bandar Lampung. Skripsi. Fakultas Kedokteran UNILA, Lampung.

Prasetyo, T. 2009. Pola resistensi kuman dari kultur darah di lab mikro FKUI th 2001 – 2006 terhadap kloramfenikol, trimethoprim dan tetrasiklin. Skripsi. FKUI, Jakarta.

Rahayu, S. A. dan M. H. Gumilar. 2017. Uji cemaran air minum masyarakat sekitar Margahayu Raya Bandung dengan identifikasi bakteri Escherichia coli. IJPST. 4(2):53.

Riyanto, M. A., D. Candra, M. Agil, I. Supriatna, dan B. Purwantara. 2003. Suaka Rhino Sumatera, Perkembangan dan Masa Depannya. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Romadon, O. 2015. Isolasi dan identifikasi bakter enterik patogen pada orangutan sumatera (Pongo abeli) di kebun binatang kinantan Bukittinggi. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Usyiah, Banda Aceh.

Rondonuwu, G., B. J. Kepel, dan B. Widhi. 2014. Gambaran bakteri resistensi HGCL2 yang diambil dari feses, urin, dan karang gigi pada individu yang tinggal di daerah pesisir pantai di desa Kema Ii. Jurnal e-Biomedik (eBM). 2(3):3.

Sadjudin, R. H., M. Syamsudin, dan W. S. Ramono. 2013. Status kritis dua jenis badak di Indonesia. Jurnal Biologi. 6(1):78.

Samosir, M. F., D. Suryanto, dan Desrita. 2017. Isolasi dan identifikasi bakteri potensial probiotik pada saluran pencernaan ikan mas (Cyprinus carpio). Jurnal Biologi. 6(2):24.

Sheeline, L. 1987. Is There a Future in the Wild for Rhinos. WWF. 7(4):1-24

Sulistinah, N. Dan R. Riffiani. 2016. Studi awal detoksifikasi sianida menggunakan Sel utuh (whole cell) bakteri indigenous rhodococcus Pyrinidinivorans lp3 dan tpik. Prosiding seminar nasional II Kerjasama prodi pendidikan biologi fkip dengan pusat studi lingkungan dan Kependudukan (PSLK). universitas muhammadiyah malang, Malang.

Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas, Lampung dan kaitannya dalam penularan penyakit pada badak sumatera(dicerorhinus sumatrensis)

Skripsi. Fakultas Kedokteran hewan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Suzanna, E., dan T, Wresdiyati. 1991. Penangkaran badak ditinjau dari segi penyakit. Media Konservasi. 3:35–39.

Tsauri, S. 2012. Isolasi mikroba penghasil antibiotika dari tanah tempat pengolahan ayam di jalan Abu Bakar Lambogo, kota Makassar. Skripsi. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar.

Ulfa, A., E. Suarsini, dan M. H. I. A. Muhdar. 2016. Isolasi dan uji sensitifitas merkuri pada limbah penambangan emas di Sekokotong Barat kabupaten Lombok Barat penelitian pendahuluan. Proceeding Biologi Education Conference. 13(1):797.

Usman, W. S. 2015. Bakteri asosiasi karang yang terinfeksi penyakit brown band (BRB) di perairan pulau Barranglompo kota Makassar. Skripsi. Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Makasar.

Waluyo, L. 2008. Teknik dan Metode Dasar dalam Mikrobiologi. Universitas Muhammadiyah Malang Press, Malang.

Yunus, R., R. Mongan, dan Rosnani. Cemaran bakteri gram negatif pada jajanan siomay di kota kendari. Medical Laboratory Technology Journal. 3(1):89.

Yusuf, R. W. N. 2009. Isolasi dan identifikasi bakteri gram negatif pada luka ikan maskoki (carassius auratus) akibat infestasi ektoparasit Argulus sp. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Surabaya.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v2i4.9036

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.