Pemberian Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Terhadap Jumlah Total Cemaran Bakteri pada Daging Sapi

Dian Afrina, Fakhrurrazi Fakhrurrazi, Rastina Rastina

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh pemberian daun mengkudu dalam bentuk ekstrak dengan konsentrasi yang berbeda terhadap jumlah total cemaran bakteri pada daging sapi. Penelitian ini menggunakan 6 sampel daging sapi dan ekstrak daun mengkudu dengan konsentrasi ekstrak 0%, 10% dan 30% dan disimpan pada suhu 4-10˚C. Pemeriksaan mikrobiologis daging sapi menggunakan metode tuang (pour palte). Pengamatan dilakukan setelah 24 jam disimpan di dalam inkubator. Koloni bakteri yang tumbuh kemudian dilakukan pengamatan morfologi koloni berupa warna, posisi, pinggiran dan diameter koloni. Parameter yang diamati adalah total bakteri (Cfu/g). Hasil diambil secara deskriptif. Hasil penelitian didapatkan jumlah total bakteri dengan konsentrasi 0%,10% dan 30% adalah 4.3x103 Cfu/g, 2.9x103 Cfu/g dan ˂101 Cfu/g. Hasil ini berada pada standar SNI yaitu 1x106 Cfu/g, sehingga daging sapi masih dapat dikonsumsi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun mengkudu konsentrasi 10% dan 30% dapat mengurangi jumlah cemaran bakteri pada daging sapi.
Kata kunci: ekstrak etanol, daun mengkudu, daging

 

 

ABSTRACT

This study aims to study the effect of noni leaves in the form of extract with different concentration to the total amount of microbial contamination in fresh beef. This study used 6 samples of beef and noni leaf extract with concentration of extract 0%, 10% and 30% and kept at 4-10˚C. Microbiological examination of beef using pour palte. Observations were made after 24 hours were stored in the incubator. Colonies of bacteria that grow later observed colony morphology of color, position, periphery and diameter of the colony. The parameters observed were total bacteria (Cfu / g). Results are taken descriptively. The result of this research was to get total bacteria with concentration 0%, 10% and 30% were 4.3x103 Cfu / g, 2.9x103 Cfu / g and ˂101 Cfu / g. This result is in SNI Standard that is 1x106, so beef can still be consumed. From the research results can be concluded that the leaves extract mengkudu 10% and 30% concentration can affect the amount of microbial contamination in beef.
Keys word: ekstract etanol, Morinda citrifolia, beef


Keywords


Ekstrak etanol ; daun mengkudu ; daging

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Afiff, F.E dan S. Amilah. 2017. Efektivitas ekstrak daun mengkudu (Morinda

citrifolia L.) dan daun sirih (Piper crocatum Ruiz & Pav) terhadap zona hambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Stigma Journal of Science. 10(1) : 12-16.

Badan Standar Nasional. 2008. (SNI 2897:2008). Metode pengujian cemaran mikroba dalam daging, telur dan susu, serta hasil olahannya. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.

Badan Standar Nasional. 2009. (SNI 7388:2009). Batasan maksimum cemaran mikroba dalam pangan. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.

Dewi, S.H.C. 2012. Populasi mikroba dan sifat fisik daging sapi beku selama penyimpanan. Jurnal AgriSains. 4(3).

Djaafar, T.F dan S. Rahayu. 2007. Cemaran mikroba pada produk pertanian, penyakit yang ditimbulkan dan pencegahannya. Jurnal Litbang Pertanian. 26(2).

Djauhariya, E. M. Rahardjo, dan Ma’mun. 2006. Karakteristik morfologi dan mutu buah mengkudu. Buletin Plasma Nutfah. 12 (1).

Djauhariya, E. 2003. Mengkudu (Morinda citrifolia L.) tanaman obat potensial. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Jurnal Perkembangan Teknologi TROL. 15(1) : 21.

Gustiani, E. 2009. Pengendalian cemaran mikroba pada bahan pangan asal ternak (daging dan susu) mulai dari peternakan sampai dihidangkan. Jurnal Litbang Pertanian. 28(3).

Hadioetomo, R.S. 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek Teknik dan Prosedur

Dasar Laboratorium. Gramedia, Jakarta

Harti, A.S. 2015. Mikrobiologi Kesehatan. ANDI, Yogyakarta.

Harsojo, Andini L.S, dan Trimey,N.R. 2005. Dekontaminasi bakteri patogen pada

daging dan jeroan kambing dengan iradiasi gamma. Di dalam: Prosiding

Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.

Kameswari, M.S, H. Mahatmi, dan I.N.K. Besung. 2013. Perasan daun mengkudu

(Morinda citrifolia L.) menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli secara In Vitro. Indonesia Medicus Veterinus. 2 (2) : 216-224.

Kameswari, M.S, H. Mahatmi, dan I.N.K. Besung. 2013. Perasan daun mengkudu

(Morinda citrifolia L.) menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli

secara In Vitro. Indonesia Medicus Veterinus. 2 (3) : 322 – 330.

Karmila. 2016. Daya hambat ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap pertumbuhan bakteri penyebab diare. Teknosains.

Komariah, I.I. Arief dan Y. Wiguna. 2004. Kualitas fisik dan mikroba daging sapi yang ditambahkan jahe (Zingiber officinale Roscoe) pada konsentrasi dan lama penyimpanan yang berbeda. Media Peternakan. 2(27) : 46-54.

Komariah, S. Rahayu, dan Sarjito. 2009. Sifat fisik daging sapi, kerbau dan domba pada lama postmortem yang berbeda. Buletin Peternakan. 3(33) : 183-189.

Kuntoro, B., R.R.A. Maheswari, dan H. Nuraini. 2012. Hubungan penerapan Standar Sanitasi Operational Procedure (SSOP) terhadap mutu daging ditinjau dari tingkat cemaran mikroba. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan. 2(15).

Nagappan, T., P. Ramasamy, M.E.A. Wahid, T.C. Segaran, dan C.S. Vairappan. 2011. Biological activity of carbazole alkaloid and essential oil of Murayya koenigii against antibiotic resistant micribes and Cancer cell lines. Joernal Molecules. (16) : 9651-9664.

Nurwantoro., V.P. Bintoro, A.M. Legowo, A. Purnomoadi, L.D. Ambara, A. Prokoso, dan S. Mulyani. 2012. Nilai pH, kadar air, dan total Escherichia coli daging sapi yang dimarinasi dalam jus bawang putih. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 2(1).

Prasetyo, H., M.C. Padaga, dan M.E. Sawitri. 2013. Kajian kualitas fisiko kimia daging sapi di pasar Kota Malang. Jurnal Ilmu dan Ternologi Hasil Ternak. 8(2): 1-8

Prihharsanti, A.H.T. 2009. Populasi bakteri dan jamur pada daging sapi dengan penyimpanan suhu rendah. Sains Peternakan. 7(2) : 66-72.

Purwani, E., E. Retnaningtyas, dan D. Widowati. 2008. Pengembangan model pengawet alami dari ekstrak lengkuas (Languas galanga), kunyit (Curcuma domestika) dan jahe (Zingiber officinale) sebagai pengganti formalin pada daging segar. Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi FKIP UNS

Purwantiningsih, T.I., Y.Y. Suranindyah dan Widodo. 2014. Aktivitas senyawa fenol dalam buah mengkudu sebagai antibakteri alami untuk penghambatan bakteri penyebab mastisis. Jurnal Buletin Peternakan. 38(1) : 63

Sangadji, I. 2013. Lama penyimpanan daging sapi terhadap ALT bakteri. Jurnal Biology Science dan Education.

Santoso, H.B. 2008. Ragam dan Khasiat Tanaman Obat. Agromedia, Jakarta.

Saraswati, D. 2015. Pengaruh lama penyimpanan daging sapi pada refrigerator terhadap Angka Lempeng Total Bakteri (ALT) dan keberadaan bakteri Escherichia coli. Jurnal entropi. 1(10).

Singh, D.R. 2012. Morinda citrifolia L. (Noni): A review of the scientific validation for its nutritional and therapeutic properties. Journal of Diabetes and endocrinology. 3(6): 77-91.

Soeparno. 1998. Ilmu dan Teknologi Daging. Universitas Gajah Mada Press, Yogyakarta.

Taha, R. 2012. Cemaran mikroba pada pangan asal hewan di pasar tradisional Kota Gorontalo. Laporan Penelitian Dosen Muda. Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo.

Waluyo, L. 2007. Mikrobiologi Umum. Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.

Wardiny, T.M., Y. Retnani dan Taryati. 2012. Pengaruh ekstrak daun mengkudu terhadap profil darah puyuh starter. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan. 2(2).

Yanti, H, Hidayati dan Alfawati. 2008. Kualitas daging sapi dengan kemasan plastik PE (Polyethylen ) dan plastik PP (Polypropylen) di pasar Arengka Kota Pekanbaru. Jurnal Peternakan. 5(1) : 22-27.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v2i4.9017

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.