JUMLAH CEMARAN MIKROB PADA TELUR ASIN MENTAH YANG DIJUAL DI PASAR ULEE KARENG BANDA ACEH (The level of contamination microbe in raw salted eggs sold at Ulee Kareng market of Banda Aceh)

Restia Dora, T. Reza Ferasyi, Ismail Ismail, rastina rastina, abdullah hamzah, zuhrawati zuhrawati

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah cemaran mikrob pada telur asin mentah yang dijual di pasar Ulee Kareng. Penelitian ini menggunakan 20 butir telur asin yang diperoleh dari 10 pedagang. Jumlah cemaran mikrob dilakukan dengan pour plate method (Total Plate Count) dengan pengenceran berseri 10-1–10-4untuk isi telur. Data hasil penelitian ini disajikan secara deskriptif. Jumlah cemaran mikrob terkecil terdapat pada 3 dari 20 telur asin yang dijual oleh 10 pedagang yaitu berkisar dari < 101 – 9,8×104 CFU/g dan jumlah cemaran mikrob tertinggi pada pedagang 5, 9 dan 10 yaitu 1,8×105 CFU/g,  1,1×106 CFU/g,  dan 1,2×105 CFU/g. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 15% telur asin mentah yang isi telur tercemar mikrob melebihi batas SNI ( >1×105 CFU/g).(This study was aimed to determine the amount of microbial contamination in raw salted eggs sold at Ulee Kareng market. This study used 20 salted eggs obtained from 10 traders. The amount of microbial contamination was not by pour plate method (Total Plate Count) with 10-1-10-4 dilution for egg content. The data of this research were presented descriptively. The smallest amount of microbial contamination was found in 3 of 20 salted eggs sold by 10 traders, ranging from <101-9.8 × 104 CFU / g and the highest number of microbial contaminant in traders 5, 9 and 10, namely 1.8×105 CFU /g, 1.1×106 CFU / g, and 1.2 × 105 CFU / g. Based on the results of the study it can be concluded that there were 15% of raw salted eggs which contain microbial contaminated egg exceeding the SNI limit (>1×105CFU / g))

 

Keywords


Mikrob,Kontaminasi,Telur Asin

Full Text:

PDF

References


Agus G. T. K. 2002. Intensifikasi Beternak Itik. AgroMedia Pustaka. Jakarta.

Akbar, M. Y., G. Diansyah, dan Isnaini. 2016. Deteksi cemaran bakteri Salmonella sp. pada ikan teri (Stolephorus spp.) hasil perikanan di perairan sungsang banyuasin Sumatera Selatan. Maspari Journal. 8(1):25-30.

Andriyantono. A., M.A.M. Andriani., E. Widowati. 2013. Pengaruh penambahan ekstrak kayu manis terhadap kualitas sensoris, aktivitas antioksidan dan aktivitas antibakteri pada telur asin selama penyimpanandengan metode pengeraman basah. Jurnal Teknosains Pangan. 2(2)

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI., 2008. Pengujian Mikrobiologi Pangan. InfoPOM. Volume 9 No 2 Maret 2008. Jakarta Pusat

Badan pengawas obat dan makanan (BPOM). 2009. Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dan Makanan. Badan Standarisasi Nasional.

Departemen Kesehatan. 2005. Telur. http://pusat.jakarta.go.id/ternak/datsu.htm. diakses pada 19 November pukul 20:05 WIB.

Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan. 1992. Farmakope Indonesia: “Batas Maksimum Cemaran Mikroba Makanan, SNI No. 19-2897-1992”. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Dewan Standardisasi Nasional (DSN). 2008. SNI 2897:2008. Metode Pengujian Cemaran Mikroba. Jakarta: Standar Nasional Indonesia.

Hastuti, S. 2010. Pengaruh perendaman dalam larutan kapur dan lama penyimpanan terhadap kualitas telur asin. Agrointrk. 4(1) : 37-81.

Lesmayati, S., E. Siti. 2014. Pengaruh lama pemerahan telur asin terhadap tingkat kesukaan konsumen. Artikel. 19 November 2017.

Novia, D., I Juliyarsi. 2011. Evaluasi Total Koloni Bakteri Dan Cita Rasa Telur Asin dengan Perlakuan Perendaman Ekstak Kulit Bawang (Allium ascalonium). Jurnal Peternakan Indonesia. 13(2).

Pasaribu, N. 2017. Jumlah cemaran mikroba pada telur ayam ras yang dijual di swalayan daerah Darussalam Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Skripsi. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Pui, C.F., Wong W, Chai L.C, Tunung R, Jeyaletchumi P, Noor H.M.S, Ubong, A, Farinazleen M.G, Cheah Y.K, Son R. 2011. Salmonella: A foodborne pathogen. Int Food Res J. 18:465-473

Sembiring, G. G., S. Dharma., I. Marsaulina. 2015. Penilaian hygiene dan sanitasi penjualan makanan pecel dan pemeriksaan bakteri Salmonella di Kecamatan Medan Helvetia 2015. Departemen Kesehatan Linkungan. Universitas Sumatra Utara.

Sholehah, F., I. Thohari., F. Jaya. 2015. Pengaruh Penambahan Sari Lengkuas Merah (Alpinia purpanata K. Schum) dan Lama Simpan telur Asin Terhadap Total Mikroorganisme, Aktivitas Antioksoidan, Aktivitas Air Dan Tekstur. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak. 10(2) : 18-27.

Suprapti, Ir. M. L. 2002. Pengawetan Telur. Kanisius (Anggota IKAPI). Yogyakarta.

Susanna, D., Y. M. Indrawati., Zakianis. 2010. Kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan pedagang kaki lima di sepanjang jalan Margonda Depok Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Nasional. 5(3) : 110-115.

Sutrisno dan Koswara. 1991. Perbaikan Proses Pengasinan Telur Ayam dan Telur Itik . Pusbangtepa-IPB, Bogor.

Standar Nasional Indonesia (SNI). 2008. SNI 3926-2008. Telur ayam konsumsi. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Stoppler, C.M., J. R. Shiel. 2013. https://www.medicinenet.com/pink_eye/article.htm. diakses pada 26 April pukul 21:45 WIB.

Titik, S. 2000. Kualitas Telur. Penebar Swadaya, Jakarta

Tulung, Y. L. R., N. Suartha., H. Hetharie., H. Mahatmi., J. S. Saerang., W. Batan., J. A. N. Masrikat. 2003. Makalah pengantar falsafah sains : “ Telur sebagai imunoterapi penyakit menular”. Program Pasca Sarjana IPB. Bagor.

Wulandari, Z. 2004. “Sifat Fisikokimia dan Total Mikroba Telur Itik Asin Hasil Teknik Penggaraman dan Lama Penyimpanan yang Berbeda”. J. Media Peternakan 20(2): 38-45.

Zulaekah, S., E. Nur. 2005. Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Teh Pada Pembuatan Telur Asin Rebus Terhadap Jumlah Bakteri Dan Daya Terimanya. Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi. 6(1) : 1-13




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v2i4.8735

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.