JUMLAH TOTAL BAKTERI PADA TELUR AYAM YANG DIJUAL DI WARUNG KOPI KAWASAN DARUSSALAM KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH (Total Plate Count of Bacteria In Chicken Eggs Sold In Coffee Stalls, at Darussalam, Syiah Kuala Sub-District, Banda Aceh)

Habibi sahidan poleh, rastina rastina, T Reza Ferasyi, erina erina, ismail ismail, m isa

Abstract


ABSTRAK

                Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah total bakteri pada telur ayam yang dijual diwarung kopi kawasan Darussalam Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan 12 butir telur ayam yang diperoleh dari enam warung kopi kawasan Darussalam. Jumlah total bakteri dilakukan dengan menggunakan metode Total Plate Count dengan pengenceran berseri 10-1 – 10-4 untuk isi telur. Hasil penelitian menunjukkan jumlah total mikroba tertinggi dari warung kopi B 2,0 x 105 CFU/ml, sedangkan terendah dari warung kopi E 3,0 x 103 CFU/ml. Kesimpulan dari penelitian ini sebanyak 0,16% warung kopi kawasan Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh terdapat telur yang batas maksimum cemaran mikroba melebihi standar SNI 3926:2008 (1 x 105 CFU/ml).   

Kata kunci :Jumlah Total Bakteri, Warung Kopi, telur ayam.

ABSTRACT

This study aimed to detetermined total plate count of bacteria in eggs that were  sold in coffee stalls at Syiah Kuala, Banda Aceh. This study used 12 eggs from each stall. Assessment were done in total plate count method with diluent of 10-1 – 10-4 to each egg content. The result showed highest count was from ‘B’ Coffee stall at 2,0 x 105 CFU/ml, while the lowest was found in ‘E’ 3,0 x 103 CFU/ml. This study concluded that 0,16% coffee stalls in region of Darussalam subdistrict in Banda Aceh exceed national standard of Indonesia which set at SNI  3926:2008 (1 x 105 CFU/ml).

Keywords :Bacteria Total Plate Count, Coffee Stall, Chiken Egg.


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Afifah, N. 2013. Uji Salmonella – Shigella pada telur ayam yang disimpan pada suhu dan waktu yang berbeda. Jurnal Ilmiah Edu Research. 2(1):35-46.

Ahmad, N. 2015. Kualitas telur ayam ras yang dipelihara pada sistem Free- Range dengan waktu pemberian naungan alami yang berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Akbar, M. Y., G. Diansyah., dan Isnaini. 2016. Deteksi Cemaran Bakteri Salmonella sp. Pada Ikan Teri (Stolephorus spp.) Hasil Perikanan DI Perairan Sungsang Banyuasin Sumatera Selatan. Maspari Journal, 8(1):25-30.

Anjasari, B. 2010. Pangan hewani fisiologi pasca mortem dan teknologi. Yogyakarta: Graha ilmu.

Bahri, S., E. Masbulan, dan A. Kusumaningsih. 2005. Proses praproduksi sebagai factor penting dalam menghasilkan produk ternak yang aman untuk manusia. Jurnal Litbang Pertanian. 24(1):27-35.

Chusniati, S., R.N. Budiono, dan R. Kurnijasanti. 2009. Deteksi Salmonella sp pada telur ayam buras yang dijual sebagai campuran jamu di kecamatan sidoarjo. Journal of Poultry Diseases. 2(1):20-23.

D’Aoust JV. 2001. Salmonella Guide to foodborne pathogens. New York (US): J Wiley.

Djaafar, T.F. dan Siti . 2007. Cemaran mikrob pada produk pertanian penyakit yang ditumbulkan dan pencegahannya. Jurnal Litbang Pertanian. 26(2):67-75.

Dewan Standardisasi Nasional (DSN). 1992. SNI 01-2897-1992. Metode Pengujian Cemaran Mikroba. Jakarta: Standar Nasional Indonesia.

Fardiaz, S . 1992. Mikrobiologi Pangan 1. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Fibrianti, S.M., I.K. Suada, dan M.D. Rudianto. 2012. Kualitas telur ayam konsumsi yang dibersihkan dan tanpa dibersihkan selama penyimpanan suhu kamar. Indonesia Medicus Veterinus. 1(3):408-416.

Finata, R.P., D.R. Mas, dan K.S. I Gusti. 2015. Pengaruh lama penyimpanan pada suhu kamar telur itik segar dan telur yang mengalami pengasinan ditinjau dari jumlah Eschericia Coli. Buletin Veteriner Udayana. 7(1):41-47.

Gorris, L.G.M., 2005. Food safety objective: An integral part of food chain management. Food Contr. 16:801-809.

Harianto, H. 2002 . Analisa kandungan salmonella sp pada produk telur ayam ras yang dipasarkan pada pasar tradisional di kota medan. Universitas Sumatera Utara.

Hiroko, S.P., T. Kurtini, dan Riyanti. 2014. Pengaruh lama simpan dan warna kerabang telur ayam ras terhadap indeks albumen, indeks yolk dan pH telur. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Lampung.

Indrawan, I.G., I.M. Sukada, dan I.K. Suada. 2012. Kualitas telur dan pengetahuan masyarakat tentang penanganan telur di tingkat rumah tangga. Indonesia Medicus Veterinus.1(5):607-620.

Jazil, N., A. Hintono, dan S. Mulyani. 2013. Penurunan kualitas telur ayam ras dengan intensitas warna coklat kerabang berbeda selama penyimpanan. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 2(1):43-47.

[Kepmentan] Keputusan Menteri Pertanian. 2001. Pedoman Budidaya Ternak Ayam Petelur yang Baik (Good Farming Practices), Jakarta.

Lukman, D.W., M. Sudarwanto, A.W. Sanjaya, T. Purnawarman, H. Latif, dan R.R. Soejoedono. 2009. Higine pangan.Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Lukmanto, A., 1996. Tuntunan konsumen dalam negeri terhadap mutu produk pangan. Agritech, Majalah Ilmu dan Teknologi Pertanian, 16(4):1-6.

Manik, A.B., I.K. Suada, dan M.D. Rudyanto. 2013. Kualitas telur ayam ras yang mendapat pelapisan bubur kulit manggis dan disimpan pada suhu ruang. Indonesia medicus veterinus. 2(4):385–396.

Messen, W., K. Grijspeerdt and L. Herman. 2005. Eggshell penetration by salmonella. Journal World Poultry Sci. 61(1):75-85.

Mine, Y. 2008. Egg Bioscience and Biotechnology. Departement of Food Science

University of Guelph. Wiley-interscience A John Wiley & Sons. Inc-Publication.

Nugroho, E.E.S, 2012. Jumlah total mikroorganisme pada telur ayam dan bebek

yang dijual di pasar tradisional di wilayah Provinsi Jawa Barat. Skripsi.

Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Nurjanna, S. 2015. Kontaminasi bakteri telur ayam ras yang di pelihara dengan sistem pemeliharaan intensif dan free range dengan waktu pemberian naungan alami berbeda. Skripsi. Fakultas Perternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Omwandho, C.O.A dan T. Kubota. 2010. Salmonella enterica Serovar Enteritidis. A Mini Riview of Contamination Routes and Limitations to Efective Control. JARQ: 44:7-16.

Pasaribu, N. 2017. Jumlah cemaran mikrob pada telur ayam ras yang dijual di swalayan daerah Darussalam Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Skripsi. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Pelczar, Chan. 1988. Dasar-Dasar Mikrobiologi Jilid 2. Jakarta: Universitas Indonesia.

Purwaningsih, D., A.D. Muhammad, dan R.S. Tyas. 2016. Kualitas telur ayam ras setelah pemberian olesan lidah buaya(Aloe Vera) dan lama penyimpanan waktu yang berbeda. Buletin Anatomi dan Fisiologi. 24(1):13-20.

Saksono, L. 2007. Pengantar Sanitasi Makanan. Penerbit Alumni. Bandung.

Sakti, M.R., Mas D.R, dan I Gusti K.S. 2012. Pengaruh suhu dan lama penyimpanan telur ayam lokal terhadap jumlah Coliform. Indonesia Medicus Veterinus.1(3):394-407.

Stadelman,W.J. dan O.J. Cotteril, 1973. Egg Science and

Technology. Mac Millan Publisher, UK.

Standar Nasional Indonesia (SNI). 2008. SNI 3926-2008. Telur ayam konsumsi. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Stoppler, Melissa C; Shiel Jr, W. C. 2013 (online) https://www.medicinenet.com/pink_eye/article.htm diakses pada 4 Desember pukul 05:14 WIB.

Tugiyanti, E dan N. Iriyanti. 2012. Kualitas eksternal telur ayam petelur yang mendapat ransum dengan penambahan tepung ikan fermentasi menggunakan isolat produser antihistamin. Jurnal Aplikasi teknologi pangan. 1(2):44-47.

Toha, 2014. Kandungan lemak telur ayam leghorn dan telur itik setelah penambahan ekstrak bawang putih (Allium sativum) dengan konsentrasi yang berbeda. Skrpsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Solo.

Usman, D., T. Ashar, dan E. Naria. 2013. Analisa kandungan Salmonella sp pada telur mentah dan telur setengah matang pada warung kopi di jalan samanhudi kelurahan hamdan kecamatan medan maimun. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Pui, C.F., Wong W, Chai L.C, Tunung R, Jeyaletchumi P, Noor H.M.S, Ubong, A, Farinazleen M.G, Cheah Y.K, Son R. 2011. Salmonella: A foodborne pathogen. Int Food Res J. 18:465-473.

Wijaya, V.P. 2013. Daya antibakteri albumen telur ayam kampung (Gallus Domesticus) dan ayam kate (Gallus Bantam) terhadap spesies bakteri coliform fekal pada cangkang telur. Jurnal Pendidikan Sains. 1(4):365-374.

Winarno, F. G. 2002. Telur : Komposisi, Penanganan, dan Pengolahannya.MBrio Press. Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v2i2.7030

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.