Efek Pemberian Pakan Fermentasi Dedak Jagung, Cangkang Udang dan Kepitng Terhadap Kadar Kolesterol pada Daging Dada Puyuh (Coturnix coturnix japonica) jantan

Nurul Savira, m aman yaman, m jalaluddin

Abstract


EFEK PEMBERIAN PAKAN FERMENTASI DEDAK JAGUNG, CANGKANG UDANG DAN KEPITING TERHADAP KADAR

KOLESTEROL PADA DAGING DADA

PUYUH (Coturnix coturnix japonica)

JANTAN

 

 

ABSTRAK

          Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pakan fermentasi dedak jagung, cangkang udang dan kepiting terhadap kadar kolesterol daging dada puyuh jantan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah daging dada puyuh jantan yang berumur 90 hari sebanyak 16 ekor. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terbagi dalam 4 kelompok perlakuan dengan 4 kali pengulangan setiap kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 2 ekor puyuh. Pada penelitian ini uji kadar kolesterol menggunakan metode Lieberman Burchard dan dilanjutkan pengukuran menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang λ 420 nm. Hasil rataan kadar kolesterol pada daging dada puyuh jantan ialah P0 = 129.25 mg/100 gram, P1 = 225.00 mg/100 gram, P2 = 258.25 mg/100 gram dan P3 = 518,50 mg/100 gram. Dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan pakan fermentasi sangat berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap peningkatan kadar kolesterol pada daging dada puyuh jantan. Kadar kolesterol terendah terdapat pada perlakuan P0 sebagai kontrol. Kadar kolesterol tertinggi terdapat pada perlakuan P3. Disimpulkan bahwa pemberian pakan fermantasi dedak jagung, tepung cangkang udang dan kepiting meningkatkan kadar kolesterol.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The Effect Of Fermented Food Of Corn Bran, Shrimp Shells  And Crab Shells On Cholesterol Countent Of Male Quail Breast

(Coturnix coturnic japonica)

 

 

 

ABSTRACT

This study aims to observe the effect of fermented food of corn bran, shrimp shells and  crab shells on cholesterol countent on male quail breast. The sample used in this study is 16 chunks of 90-day male quail breast. The design in this study was a complete randomized design (RAL) which was divided into 4 treatment groups with 4 repetitions per group. Each group consists of 2 male quail. In this study, the cholesterol countent was tested by using Lieberman Burchard method and subsequently measured by using a spectrophotometer with an optical density of λ 420 nm. The average of cholesterol content of the male quail breast was P0 = 129.25 mg / 100 gram, P1 = 225.00 mg / 10 gram, P2 = 258.25 mg / 100 gram and P3 = 518.50 mg / 100 gram. The results of the statistical analysis showed that the treatment of fermented food has a significant effect (P <0.05) on the increase of cholesterol countent of male quail breast. The lowest cholesterol countent is in P0 treatment as control, while the highest cholesterol countent is found in P3 treatment. It was concluded that fermented feeding of corn bran, shrimp shells and crab shell flour increased cholesterol countent.


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Amrullah, I.K. 2004. Nutrisi Ayam Broiler. Edisi 2. Lembaga Satu Gunung Budi, Bogor.

Asiyah, N., D. Sunarti, dan U. Atmomarsono. 2013. Performa burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) umur 3 sampai 6 minggu dengan pola pemberia pakan bebas pilih (Free choice feeding). J. Animal Agricultural. 2(1):497–502.

Buwono, F.A. 2007. Pengaruh Tingkat Protein Pakan dan Frekuensi Pemberian Pakan terhadap Kinerja Itik Mojosari (Anas domestica) Jantan Periode Awal. Skripsi. Universitas Braijaya, Malang.

Djailani, L., M. Mukhtar, dan S.S. Djunu. 2015. Level pemberian dedak jagung fermentasi dalam ransum terhadap pertambahan bobot badan dan Efesiensi ransum puyuh (Coturnix coturnix japonica) fase pertumbuhan. J. Belibis Sains. 1(1):12–20.

Fahrudin, A., W, Tanwiriah dan H, Indrijani. 2016. Konsumsi Ransum, Pertumbuhan Bobot Badan dan Konversi Ransum Ayam Lokal Di Jimmy’s Farm Cipanas Kabupaten Cianjur. Skripsi. Fakultas Peternakan, Cianjur.

Guyton, A.C. dan J.E. Hall. 2006. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. EGC, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta.

Habib, H. 2003. Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Indigofera (Indigofera Arrecta) Dalam Ransum Terhadap Performans Ternak Puyuh (Cortunix-cortunix japonica) Umur 1-6 Minggu. Skripsi. Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian. Universitas Bengkulu,

Handarini. R., E. Saleh. dan B. Togatorop. 2008. Produksi Burung Puyuh yang Diberi Ransum Dengan Penambahan Tepung Umbut Sawit Fermentasi. Agribisnis Peternakan. 4(3):107-110.

Jola, J.M.R.L., J.E.G. Rompis, dan C. Mangelep. 2017. Kualitas karkas ayam pedaging yang diberi ransum mengandung limbah sawi. Jurnal Zootek. 37(1):1–7.

Judge, M.D., E.D. Aberle, J.C. Forrest, H.B. Hendrick, and R.A. Merkel, 1989. Principle of Meat Science. 2nd Ed. Kendall Hunt Publishing Co., Dubuque, Iowa.

Kafrawi, M. 2006. Si Kecil Yang Bermanfaat. http://www.nonruminansia.ditjennak.go.id/today/artikel.html?topic=news&sizenum=237357484%page=sikecilyangbermanfaaat.html. 10 Mei 2017

Knorr, D. 1984. The use of chtinous polymers in food. Food Tech. 85-94.

Kurniawan, L.A., U. Atmomarsono, dan L.D. Mahfudz. 2012. Pengaruh berbagai frekuensi pemberian pakan dan pembatasan pakan terhadap pertumbuhan tulang ayam broiler. Jurnal Agromedia. 30(2):14–22.

Kritchevsky, D. dan A. C. Beynen. 1986. Dietary fiber and serum cholesterol. In: A. C. Beynen (Ed.). Nutritional effects on cholesterol metabolism. Transmondial, Voorthuizen, Netherland.

Lase, H.G., E. Sujana, dan H. Indrijani. 2008. Performa pertumbuhan puyuh (Coturnix coturnix japonica) petelur betina silangan warna bulu coklat dan hitam di pusat pembibitan puyuh universitas padjadjaran. 25(2):1–7.

Latif, S. E. Suprijatna, dan D. Sunarti. 2017. Performans produksi puyuh yang diberi ransum tepung limbah udang fermentasi. J. Ilmu-Ilmu Peternakan. 27(3):44-53.

Linder, M. C. 1992. Biokimia Nutrisi dan Metabolisme. Diterjemahkan oleh A. Parakkasi. Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Listiyowati, E. dan K. Roospitasari. 2000. Beternak Puyuh Secara Komersial. Panebar Swadaya, Jakarta.

Listiyowati, E. dan K. Roospitasari. 2005. Tatalaksana Budidaya Puyuh Secara Komersial. Edisi Revisi. Penebar Swadaya, Jakarta.

Luis, M., H.A.L. Estronga, A.S. Filipe, J. Maria, and Moreno. 2014. Homeostatis of free cholesterol in the blood–a preliminary evaluation and modeling of its passive dx rc transport. Journal of Lipid. 55(6):1033–1043.

Mahata, M.E. 2005. Kebutuhan Protein Itik Lokal Berdasarkan Efisiensi Penggunaan Protein pada Periode Pertumbuhan. Tesis. Pendidikan Pasca Sarjana. Universitas Andalas, Padang.

Mahfudz, L.D., Y. Ratnawati, E. Suprijatna, dan W. Sarengat. 2009. Performans Karkas Puyuh Jantan Akibat Pemberian Limbah Distilasi Minuman Beralkohol (LDMB) Dalam Ransum. Dalam Prosiding Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan.

Muljowati, S. dan Moch, Mufti. 1999. Prestadi puyuh jantan selama periode pertumbuhan oleh pengaruh pemberian berbagai pakan komplit dan jenis lantai kandang. Indon. J. Anim.Prod.1(2): 90-98.

Nugroho dan I.G.K. Mayun. 1990. Beternak Burung Puyuh. Eka Offset, Semarang.

Rahmat, D. dan R. Wiradimadja. 2011. Pendugaan kadar kolesterol daging dan telur berdasarkan kadar kolesterol darah pada puyuh jepang. Jurnal Ilmu Ternak. 11(1):35–38.

Romans, J.R., W.J. Costello, C.W. Carlson, M.L. Greaser, and K.W. Jones. 1994. The Meat We Eat. Interstate Publisher, Inc. Danville, Illinois.

Rusdiyanto., S. Suhermiyati dan I. Suswoyo. 1999. Respon ternak puyuh periode pertumbuhan terhadap level protein dan penambahan metionin sintetik dalam pakan. Indon. J. Anim.Prod.1(1):17-23.

Setiadi, D., N. Khaira, dan T. Syahrio. 2005. Perbandingan bobot hidup, karkas, giblet, dan lemak abdominal ayam jantan tipe medium dengan strain berbeda yang diberi ransum komersial broiler. J. Peternakan. 5(2):1–7.

Sinurat, A.P., Miftah, dan Pasaribu. 2009. Pengaruh sumber dan tingkat energy ransum terhadap penampilan itik lokal jantan. Ilmu dan Peternakan. 6(2): 20–24.

Sitepoe, M. 1992. Kolesterol Fobia, Keterikatannya dengan Penyakit Jantung. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Soeparno. 2005. Ilmu dan Teknologi Daging. Edisi 4. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Sofjan, O.G.D dan H. Surisdiarto. 2003. Penggantian jagung kuning dengan tepung gaplek dalam pakan ayam pedaging yang menggunakan konsentrat. Anim Prod. 5(4):7–13.

Syaiful, F.L. 2002. Pengaruh Pemberian Tepung Ampas Tahu Dalam Pakan Terhadap Performans Puyuh (Cortunix-cortunix japonica) Umur 1-6 Minggu. Skripsi. Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian. Universitas Bengkulu, Bengkulu.

Tilman, A.D., H. Hartadi, S. Reksohardiprodjo, S. Prawirokusumo, dan S. Lebdosukojo. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Yunilas, B., Irawati, dan D.P.K, Tubagus. 2008. Pemanfaatan tepunt kulit buah terong belanda (Cyphomandra betacea) fermentasi (Aspergillus niger) terhadap produksi telur puyuh. J. Agribisnis Peternakan. 4(1): 20–30.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v2i2.6832

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.