DAYA PENGEMPUKAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya) DAN EKSTRAK BUAH NANAS (Ananas comosus) TERHADAP DAGING PAHA AYAM KAMPUNG DINILAI DARI DAYA PUTUS DAN GAMBARAN MIKROSKOPIS(leaf extract Papaya (Carica papaya) and fruit extract pineapple (Ananas comosus) ser tenderness on meat chicken thigh village of power rated Drop overview and Microskopic)

lismawati lismawati, Razali Razali, T Reza Ferasyi

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan  mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun pepaya (Carica papaya) dan ekstrak buah nanas (Ananas comosus) terhadap nilai daya putus dan gambaran mikroskopis. Penelitian ini menggunakan 6 sampel paha ayam kampung berumur 2 tahun yang diberikan ekstrak daun pepaya ekstrak buah nanas  dan kontrol. Metode yang dipakai adalah organ paha ayam dalam bentuk ukuran potongan 1x2 cm  direndam dalam larutan  ekstrak kemudian diproses secara histotekhnik. Analisis dilakukan secara deskriptif yaitu dengan membandingkan hasil ketiga perbandingan tersebut. Penentuan nilai daya putus dilakukan secara panelis. Dari hasil penelitian daya putus didapat bahwa daging paha ayam yang diberikan ekstrak buah nanas sangat mudah digigit (+++), ekstrak daun pepaya mudah digigit (++) dan yang kontrol tidak mudah digigit (+). Hasil gambaran mikroskopis terlihat bahwa jaringan ikat dan serabut otot yang diberikan ekstrak buah nanas sangat renggang, yang diberikan ekstrak daun pepaya sedikit merenggang dan yang tanpa ekstrak serabut otot dan jaringan ikatnya tetap. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah nanas memiliki kemampuan lebih baik dan lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak daun pepaya.

This study aimed to determine the effect of papaya extract (Carica papaya) and extract of pineapple (Ananas comosus) against the value of breaking and microscopic appearance. This study used chicken thighs 6 samples were 2 years old were given extracts of papaya, pineapple and fruit extracts (control). The method used was immersed in a solution organ extracts then processed histotekhnik. The analysis was done descriptively by comparing the third result of the comparison. Determining the value of breaking conducted panelists from power breaking research results that chicken thigh meat given pineapple extract very easily bitten (+++), papaya extract easily bitten (++) and the controls are not easily bitten (+). The results of microscopic picture showsed that the connective tissue and muscle fibers were given extracts of pineapple is very tenuous, given papaya extract a little stretched and without extract muscle fibers and connective tissue to normal. It can be concluded that the extract of pineapple have better skills and more powerful in comparison with papaya extract.


Full Text:

PDF

References


Abustam dan Ali. 2004. Bahan Ajar Ilmu dan Teknologi Daging. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar.

Anam, C., N, S. Rahayu, dan M, Baedowi. 2003. Aktivitas Enzim Bromelin terhadap Mutu Fisik Daging. Seminar Nasional dan Pertemuan Tahunan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI). Yokyakarta.

Anonimus. 2009. Kandungan Bromelin Pada Tanaman Nanas. http://www. Kandungan bromelin pada nanas.com.(di akses tanggal 10 Desember 2011).

Arief H.P. 1975. Papain. Bulletin Biokimia (1) Tahun I Mei 1975. Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Bogor.

Astawan. 2007. Teknologi Pangan dan Gizi. IPB. Bogor

Bagakalie, M. 1996. Bertanam Pepaya. Penebar. Swadaya, Jakarta.

Cooreman. WM., S. Scharpé, J. Demeester, and A. Lauwers. 1976 Bromelain, Biochemical And Farmakologis Properties. Pharm. Acta Helv. 4 : 73-97.

Esih, P. 2006. Pengaruh Jenis Presipitan Pada Proses Isolasi Enzim Bromelin dari Buah Nanas terhadap Aktivitas Proteolitik Enzim Pada HidrolisisKasein (http://www.digilib.ui.ac.id/file?file=pdf/abstrak20247416.pdf), diakses 5 Oktober 2016.

Gautam, S. S., Mishra, S. K., Dash, V., Goyal, A. K. & Rath, G. 2010. Comparative Study of Extraction, Purification and Estimation of Bromelain from Stem and Fruit of Pineapple Plant. Thai J. Pharm. Sci, 34:67-76.

Gerelt, B., Ikeuchi, Y. And Suzuki, A. 2000. Meat Tenderization By Protelitic Enzymes After Osmotic Dehydration. J. Meat Sci. 56: 311- 318.

Hafid, H. 1999. Persentase Karkas Ayam Broiler yang diberi Pakan Komplit Butiran. J . kultura .

ISFI. 2007. ISO (Informasi Spesialite Obat) Indonesia. Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia: Jakarta.

Lawrie, R.A. 2003. Ilmu Daging. Terjemahan Aminudin Parakkasi. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Lesiak, M.T. D .G . Olson, C.A. Lesiak and D. U . Ahn . 1996 . Effects Of Post Mortem Temperatures And Time On Water Holding Capacity Of Hot-Boned Turkey Breast And Thigh Muscle. J. Meat Science , Vol. 43, no. 1, 51-60, 1996 .

Miller A.R. 1958. Meat Hygiene. Second Edition. Lea and Febiger. Philadelphia

Moyle R , . D.J . Fairbairn. J . Ripi . M , Crowe and J.R.Botella . 2005 . Developing Pineaple Fruit Has A Small Transcriptome Dominated By Metallothionein J . of Exp . Bot . 56 (409) : 101 – 112.

Muhidin, D. 1999. Agroindustri Papain dan Pektin. PT.Penebar Swadaya Jakarta. Murtidjo. B. A., 1998. Beternak Ayam Kampung Kaninus. Yogyakarta.

Price J.F. 1971. The Science of Meat and Meat Products. Third Edition. W.H. Freeman Company. San Francisco.

Priya, S. P., Jayakumar., Mathai, V., Chintu & Babu, S. 2012. Immobilization and Kinetic Studies of Bromelain: A Plant Cysteine Bromelin From Pineapple (Ananas comosus) Plant Parts. Int J Med Health Sci., 1 (3): 10-16.

Prihatman, Kemal. 2000. Nanas (Ananas comosus). Jakarta : Sistim Informasi Manajmen Pembangunan di Persdesaan, Bappenas.

Qihe.2006. Effecs of elastase from a Bacillus starin on the tenderization of beef meat journal of Agricultura and food chemistry. Food Chemistry 98 (2006)

Raina, M. H. 2011. Ensiklopedia Tanaman obat Untuk Kesehatan Absolut. Yogyakarta.

Rasyaf, M. 1998. Beternak Ayam Kampung. Penebar Swadaya.Jakarta.

Sangi, M.S. 1989. Pemurnian Enzim Bromelin Dari Bonggol Nanas. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan UNSRAT, Manado.

Santiwati. 2002. Pengaruh Penggunaan Ekstrak Nenas dan lokasi Otot yang Berbeda Terhadap Kualitas Daging. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Halioleo, Kendari

Sarwono, B. 1991. Beternak Ayam Buras. Cetakan ke 3. Penebar Swadaya,Jakarta

Secor Jr, E. R., Carson VI, W. F., Cloutier, M. M., Guernsey, L. A., Schramm, C.M., Wu, C. A. & Thrall, R. S. 2005. Bromelain Exerts Anti-Inflammatory Effects in An Ovalbumininduced Murine Model of Allergic Airway Disease. Cell Immunol., 237 (1): 68-75.

Shackelford. S.D., T.L. Wheeler and M. Koohmaraie. 1999. Evaluation Of Slice Shear Force As An Objective Method Of Assessing Beef Longissimus Tenderness. Journal of animal science. 77 : 2693-2699.

Soeparno, 1992. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada Universty Press,

Yogyakarta.

Soeparno, 1998. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press , Yogyakarta

Soeparno, 2005. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Srigandono, B. 1997. Produksi Unggas Air. Cetakan ke -3. Universitas Press, Yogyakarta.

Suwarno.1975. Pengaruh Cahaya dan Perlakuan Benih Terhadap Perkecambahan Benih Pepaya. Dalam Buletin . Agricultural Vol. XV No. 3

Suriawiria. 2002. Tanaman Berkhasiat sebagai Obat.Papas Sinar Sinanti,Jakarta.

Tochi, B. N., Wang, Z., Xu, S. & Zhang, W. 2008. Therapeutic Application of Pineapple Protease (Bromelain): A Review. Pakistan Journal of Nutrition, 7 (4): 513-520.

Utami. 2010. Pengaruh Penambahan Ekstrak Buah Nanas (Ananas Comosus) Dan Waktu Pemasakan Yang Berbeda Kualitas Daging Itik Afkir. Skripsi. Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Whitaker, J. R. 1991. Principles Of Enzimalogy For the Food Scinces. Marcel Dekker Inc. New York.

Winarno F.G. 1995. Enzim Pangan. Cetakan ke 2. PT. Gramedia. Jakarta




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v1i4.5519

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.