PENGARUH TINGKAT PAPARAN TIMBAL (Pb) TERHADAP PROFIL DARAH IKAN NILA (Oreochromis nilloticus) (The Influence Of The Level Of Lead (Pb) Exposure On The Blood Profiles Of Tilapia Fish (Oreochromis nilloticus))

Muhammad Fauzan, Rosmaidar Rosmaidar, Sugito Sugito, Zuhrawati Zurawati, Muttaqien Muttaqien, Azhar Azhar

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat konsentrasi timbal yang berpengaruh terhadap profil darah ikan nila. Penelitian ini menggunakan 12 ekor ikan nila dengan kriteria sehat, bobot badan 15 – 18 gram, umur ± 2 bulan, jenis kelamin jantan. Penelitian ini menggunakan 4 kelompok perlakuan, P0 sebagai kontrol ikan hanya diberi pakan pelet, P1 diberikan paparan timbal  6,26 mg/L  dan pakan pelet, P2 diberikan paparan timbal 12,53 mg/L  dan pakan pelet dan P3 diberikan paparan timbal 25,06 mg/L  dan pakan pelet,  masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ekor ikan nila. Perlakuan dilakukan selama 30 hari dan Penghitungan profil darah ikan dilakukan pada hari ke 31. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola searah. Pengambilan darah melalui vena caudalis dengan spuit 1 ml  sebanyak 0,5 ml, kemudian sampel darah ditempatkan pada tabung tube yang berisi EDTA. Darah diperiksa menggunakan hematology analyzer. Parameter yang diamati adalah jumlah leukosit total, jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan nilai hematokrit. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah leukosit total P0 (148,20±64,54), P1 (139,03±44,81), P2 (101,67±4,46), dan P3 (111,90±0,85). Rata-rata jumlah eritrosit P0 (1,53±0,80), P1 (1,81±0,48), P2 (1,19±0,10), dan P3 (1,39±0,41). Rata-rata kadar hemoglobin P0 (6,13±3,10), P1 (8,53±1,46), P2 (5,00±0,36), dan P3 (5,93±2,02). Rata-rata nilai hematokrit P0 (23,90±15,37), P1 (24,47±14,38), P2 (21,60±2,94), dan P3 (23,70±9,49). Kesimpulan dari penelitian bahwa konsentrasi timbal 0 mg/L; 6,26 mg/L; 12,53 mg/L dan 25,06 mg/L yang dipaparkan selama 30 hari tidak mempengaruhi profil darah ikan nila.

The aims of this research was to find out to determine the level of Lead (Pb) concentration that affect the blood profile of tilapia (Oreochromis nilloticus). This study used 12 tilapia with criteria healthy; body weight 15 – 18 gram; age ± 2 month; male. This study used 4 treatment groups, P0 as control, fish fed only pellets, P1 was given lead exposure 6,26 mg/L and pellet, P2 was given lead exposure 12,53 mg/L and pellet  and P3 was given lead exposure 25,06 mg/L and pellet. Each treatment consists of 3 tilapia. Treatment was done for 30 days and counted blood fish profile done on day 31. The design used was a complete randomized design (RAL) of unidirectional pattern. Blood taking through vena caudalis with 1 ml sryringe as much as 0,5 ml, then the blood sample is placed on a tube containing EDTA. Blood is examined using a hematology analyzer. Parameter observed were total leukocyte count, total erythrocytet, hemoglobin levels and hematocrit value. The results showed the average of total leukocyte count P0 (148,20±64,54), P1 (139,03±44,81), P2 (101,67±4,46), and P3 (111,90±0,85). Average of total erythrocytet P0 (1,53±0,80), P1 (1,81±0,48), P2 (1,19±0,10), and P3 (1,39±0,41). Average of hemoglobin levels P0 (6,13±3,10), P1 (8,53±1,46), P2 (5,00±0,36), and P3 (5,93±2,02). Average of hematocrit value P0 (23,90±15,37), P1 (24,47±14,38), P2 (21,60±2,94), and P3 (23,70±9,49).  The conclusion of research  showed that the concentration of lead 0 mg/L; 6,26 mg/L; 12,53 mg/L and 25,06 mg/L exposed  for 30 days  do not effect the blood profile of the tilapia. 


Keywords


Timbal; Profil Darah;Ikan nila(Lead; the blood profiles; Tilapia fish)

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Afrianto, E., E. Liviawaty, Z. Jamaris dan Hendi. 2015. Penyakit Ikan. Penebar Swadaya, Jakarta.

Bastiawan, D., M. Taukhid, Alifudin dan T.S. Dermawati. 1995. Perubahan hematologi dan jaringan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang diinfeksi cendawa Aphanomyces sp. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. 1(2):106-115.

Dewi, N.K. 2012. Biomarker Pada Ikan Sebagai Alat Monitoring Pencemaran Logam Berat Kadmium, Timbal dan Merkuri di Perairan Kaligarang Semarang. Thesis. Universitas Diponegoro.

Fardiaz, S. 1992. Polusi Air dan Udara. Kanisius, Yogyakarta.

Hartika, R., Mustahal, A.N. Putra. 2014. Gambaran darah ikan nila (Oreochromisniloticus) dengan penambahan dosis prebiotik yang berbeda dalam pakan. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 4(4):259-267.

Jawad, L.A., M.A. Al-Mukhtar and H.K. Ahmed. 2004. therelationship between haematocrit and some biological parameters of the indian shad, Tenualosailisha(Family Clupeidae). Anim. BiodConserv. 27(2):47-52.

Mardani, T.R, P. Setiyono, dan S. Listyawati. 2005. Kadar timbal (pb) dalam darah dan hubungannya dengan kadar hb darah akibat emisi kendaraan bermotor pada petugas DLLAJ di kota surakarta. BioSMART. 7(1): 60-65.

Matofani, A. S., S. Hastuti dan F. Basuki. 2013. Profil darah ikan nila kunti (Oreochromisniloticus)yang diinjeksi Streptococcus agalactiae dengan kepadatan berbeda. J. Aquac. Manage. Tech. 2(2):64-72.

Musthapia, I dan M.T. D. Sunarno. 2006. Dampak polutan timbal pada ikan dan manusia. Seminar Nasional Limnologi Widya Graha LIPI Jakarta. 1-12.

Nirmala, K., Y.P Hastuti, dan V. Yuniar. 2012. Toksisitas merkuri (hg) terhadap tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan, gambaran darah dan kerusakan organ pada ikan nila(Oreochromisniloticus). Jurnal Akuakultur Indonesia. 11(1):38-48.

Palar, H. 2004. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. RinekaCipta, Jakarta.

Permatasari, S. 2015. Evaluasi penambahan vitamin E pada pakan terhadap status kesehatan dan kinerja pertumbuhan ikan nila Oreochromis niloticus yang terpapar timbal (pb). Tesis. Sekolah Pasca sarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Purnomo, T. Dan Muchyiddin. 2007. Analisa kandungan timbal (Pb) pada ikan bandeng (Chanoschanos) di tambak Kecamatan Gresik. Neptunus. 14(1): 69–77.

Royan, F., S. Rezeki dan A. H. C. Haditomo. 2014. Pengaruh salinitas yang berbeda terhadap profil darah ikan nila (Oreochromisniloticus). J. Aquac. Manage. Tech. 3(2): 109-117.

Salasia, S.I.O., D. Sulanjari, A. Ratnawati. 2001. Studi hematologi ikan air tawar. Biologi. 2 (12): 710-723

Sasongko A. 2001. Biomassa bakteri nitrifikasi pada berbagai bahan filter dalam sistem resirkulasi aliran tertutup dan pengaruhnya terhadap kondisi ikan : gambaran darah. Tesis. Program Pasca sarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sugito, Nurliana, D. Aliza, danSamadi. 201. Efek suplementasi tepung daun jaloh dalam pakan terhadap diferensial leukosit dan ketahanan hidup pada uji tantang Aeromonas hydrophila ikan nila yang diberi stress panas. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. 509-518.

Wedemeyer, G.A and W.T. Yasutke. 1977. Clinical methods for the assessment on the effect of enviromental stress on fish health. Technical Paper of The US Departement of The Interior Fish and the Wildlife Service. 89 : 1-17.

Yanto, H., H. Hasan, dan Sunarto. 2015. Studi hematologi untuk diagnosa penyakit ikan secara dini di sentra produksi budidaya ikan air tawar sungai kapuas Kota Pontianak. Jurnal akuatika. 6(1): 11- 20.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v1i4.4867

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.