Efek Pemberian AKBISprob pada Pakan Ayam Petelur terhadap Total Mikroba Telur Berdasarkan Perbedaan Suhu Penyimpanan (Effect Of AKBISprob of Layer Chickens feed To Total Microbes on Egg Based on Differences of Stroge Temperature)

Rahmadia Fitri, Nurliana Nurliana, Darniati Darniati

Abstract


AKBISprob merupakan ampas kedelai dan bungkil inti sawit yang difermentasi dengan Aspergillur niger. Penelitian bertujuan mengetahui total mikroba pada telur ayam yang diberi pakan tambahan AKBISprob 4% selama penyimpanan pada suhu refrigerator dan suhu  ruangan selama 14 hari. Penelitian menggunakan 12 ekor ayam petelur strain ISA Brown berumur 16 bulan. Sampel yang digunakan adalah telur ayam. Sampel diambil pada hari ke 29 dari setelah pemberian AKBISprob. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL Faktorial) terdiri atas dua faktor yaitu faktor pengaruh suhu penyimpanan terhadap kualitas  telur dan faktor lamanya penyimpanan telur penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan P0 (pakan komensial 324-2R 110 g); P1 (AKBISprob 4% yang diberikan setiap hari); P2 (AKBISprob 4% yang diberikan tiga hari sekali); dan P3 (AKBISprob 4% yang diberikan lima hari sekali). Total mikroba telur selama penyimpanan pada suhu refrigerator dan suhu  ruangan dianalisis dengan menggunakan analisis varian. Rata-rata (±SD) total mikroba telur dari ayam yang diberi AKBISprob pada penyimpanan suhu ruangan dan suhu refrigerator P0, P1, P2, dan P3 berurutan adalah total mikroba pada penyimpanan suhu ruangan 4,57±0,96, 5,03±0,09, 4,82±0,16 dan 4,86±0,29. Total Mikroba pada penyimpanan suhu refrigerator 4,95±0,06, 4,78±0,16, 4,43±0,03 dan 4,53±0,99. Hasil menunjukkan penyimpanan telur pada suhu refrigerator berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap penyimpanan pada suhu ruangan. Pemberian AKBISprob 4% tidak berpengaruh secara nyata (P>0,05) terhadap total  mikroba pada telur. Tidak ada interaksi antara suhu dan perlakuan AKBISprob 4% terhadap jumlah total mikroba.

(This study aimed to determine total microbes ofeggs which were suplemented with AKBISprob 4% while stored in refrigerator and room temperature for 14 days. This study used 12 ISA Brown Strain Layer Poultry aged 16 months. Sample were taken in 29th days since first time AKBISprob was fed. This study used Factorial Randomized Design based on two factors and divided to 4 treatments and 3 repetitions. P0 (commercial feed 324-2R 110 g); P1 (AKBISprob 4%, fed everyday);P2 (AKBISprob 4%, fed once in three days); and P3 (AKBISprob 4%, fed once in five days).Total of microbes while stored in refrigerator were analyzed by using ANOVA (Analysis of Varians).Total of microbes (±SD) from AKBISprob treatmentand eggs were produced then stored in room and refrigerator temperature ofP0, P1, P2, and P3respectively, total microbes in room temperature were4,57±0,96, 5,03±0,09, 4,82±0,16and4,86±0,29 andafter refrigerator storage were4, 95±0,06, 4,78±0,16, 4,43±0,03 and4,53±0,99.This result showed that refrigerator storage has significantly affect (P<0,05) to room temperature storage. but, thathas not significantly (P>0,05) to total microbes on eggs.So there are no relation between temperature andAKBISprob 4%treatment to total microbes on eggs.)


Keywords


temperature diference; egg storage; total microbes on egg; AKBISprob

Full Text:

PDF

References


Abbas, M. H. 1989. Pengelolaan Produksi Unggas. Edisi I. Universitas Andalas, Padang.

Amrullah, I.K. 2003. Nutrisi Ayam Petelur. Lembaga Satu Gunung Budi, Bogor.

Badan Standarisasi Nasional. 2008. Metode Pengujian Cemaran Mikroba dalam Daging, Telur, Susu, serta Hasil Olahannya. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Bell, D. dan Weaver. 2002. Commercial Chicken Meat and Egg. Kluwer Academic Publishers, United States of America.

Fardiaz, S . 1992. Mikrobiologi Pangan I. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Fardiaz, S. 1993. Analisis Mikrobiologi Pangan. Raja Grafindo, Jakarta.

Fitri, A. 2007. Pengaruh Penambahan Daun Salam (Eugenia polyanthawight) Terhadap Kualitas Mikrobiologis Kualitas Organoleptis dan daya SimpanTelur Asin Pada Suhu Ruangan. Skripsi. FMIPA Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Frazier, W. C. dan D. C. Westhoff. 1988. Food Microbiology. Edisi IV. McGraw Hill Inc., NewYork.

Fuller, R. 1989. Historyand Development of Probiotics. In: Probiotics The Scientific Basis. Chapman & Hall, London.

Haddadin, M.S.Y., S.M. Abdulrahim, E.A.R. Hashlamoun, dan R.K. Robinson. 1996. The effect of Lactobacillus acidophilus on the production and chemical composition of hen eggs. Poultry Sciences. 75: 491-494.

Hartoko, 2011. Pengetahuan Bahan Pangan Hewani. www://hartoko.wordpress.com. Diakses pada 19 Januari 2017.

Hartono, M, dan T, Kurtini. 2015. Pengaruh pemberian probiotik terhadap performa ayam petelur. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 15(3): 214-219

Haryadi. 2016. Pengaruh suplement ekstrak daun jaloh dan mimba dalam air minum terhadap kadar kolesterol dan masa simpan telur ayam. Tesis. Program Studi Kesehatan Masyarakat Veteriner Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Hintono, A. 1997. Kualitas telur yang disimpan dalam kemasan atmosfer termodifikasi . Jurnal Sainteks. 4: 45-51.

Irianto, K. 2006. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme. Edisi I. Yrama Widya, Bandung.

Kompiang, I P. 2000. Pengaruh suplementasi kultur Bacillus spp. melalui pakan atau air minum terhadap kinerja ayam petelur. Jurnal IImu Ternak dan Veteriner. 5(4): 205-209.

Kusnadi. 2007. Sifat Listrik Telur AyamKampung Selama Penyimpanan. Skripsi. FMIPA Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Lehninger, A.W. 1991. Dasar-dasar Biokimia. Edisi I. Erlangga, Jakarta.

Lubis. H.A., I.G.K. Sarjana, dan M.D. Rudyanto. 2012. Pengaruh suhu dan lama penyimpanan telur ayam kampung terhadap jumlah Escherichia coli. Indonesia Medicus Veterinus. 1(1) : 144 – 159.

Matthews, A. 1988. Product Evolution at Work. Feed management. 39: 11-19.

Muis, H. I., Martaguri, dan Mirnawati. 2009. Teknologi Bioproses Ampas Kedelai untuk Meningkatkan Daya Gunanya. Laporan Penelitian. Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Mulza, D.P., R. Wulan, dan Gusnedi. 2013. Uji kualitas telur ayam ras terhadap lamanya penyimpanan berdasarkan sifat listrik. Phillar of Physics. 1: 111-120.

Nugraha,B.A., K. Widayaka, dan N. Iriyanti. 2013. Penggunaan berbagai jenis probiotik dalam ransum terhadap Haugh Unit dan volume telur ayam arab. Jurnal Ilmiah Peternakan. 1(2): 606 – 612.

Nurliana, Razali, dan C. Fani. 2013. Efek pemberian pakan yang mengandung ampas kedelai terfermentasi Aspergillus niger terhadap ketebalan kerabang telur ayam kampung (Gallus domesticus). Jurnal Medika Veterinaria. (7)2: 64 - 66.

Nurliana, Sugito, dan D. Masyitha. 2016. Pemberian Ampas Kedelai dan Serat Buah Sawit yang Difermentasi Aspergillus niger dalam pakan untuk peningkatan produktivitas ayam petelur. Laporan Kemajuan. Penelitian Hibah Bersaing Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Pelczar, M.J. And E.C.S. Chan. 1981. Element of Microbiology. McGraw-Hill Books Co. Inc., New York.

Pelczar, M.J. And E.C.S. Chan. 1988. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Edisi I. Universitas Indonesia, Jakarta.

Sakti, M.R., M.D. Rudyanto, dan I.G.K. Suarjana. 2012. Pengaruh suhu dan lama penyimpanan telur ayam lokal terhadap jumlah coliform. Indonesia Medicus Veterinus 1(3) : 394 – 407.

Sarwono, B. 1994. Pengawetan dan Pemanfaatan Telur. Edisi 3. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sudaryani, T. 2003. Kualitas Telur. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sudiarto, F. 2008. Mikrobiologi Pangan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Supriyati, J. Darma, T. Purwdaria, T. Haryati, dan I.P. Kompiang. 1995. Perubahan kimia selama proses fermentasi ubi kayu dengan penambahan Aspergillus niger dan N-anorganik. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Peternakan. Puslitbangnak, Bogor.

Susilorini, E., M.E. Sawitri, dan Muharlien. 2008. Budi Daya 22 Ternak Potensial. Penebar Swadaya, Jakarta.

Syarief, R., dan H. Halid. 1990. Buku Monografi Teknologi Penyimpanan Pangan. Laboratorium Rekayasa Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Tugiyanti, E. dan I. Ning. 2012. Kualitas eksternal telur ayam petelur yang mendapat ransum dengan penambahan tepung ikan fermentasi menggunakan isolat prosedur antihistamin. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 1(2): 44 – 47.

Winarno, F.G. 1993. Gizi, Teknologi, dan Konsumen. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Winarno, F.G. 2002. Telur : Komposisi, Penanganan dan Pengolahannya. M-Brio Press, Bogor.

Yusrizal, Noverdiman, M. Fahmida, dan Yatno. 2012. Pengaruh penggunaan kombinasi probiotik dan prebiotik (Sinbiotik) Bungkil Inti Sawit (BIS) fermentasi terhadap penurunan emisi amonia feses, status kesehatan dan performans ayam petelur. Laporan Penelitian. Universitas Jambi, Jambi.

Yuwanta, T. 2004. Dasar Ternak Unggas. Kanisius, Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v1i4.4690

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.