ISOLASI Aspergillus sp PADA PARU-PARU AYAM KAMPUNG (Gallus domesticus) Isolation of Aspergillus sp from the Lung of Native Chicken (Gallus domesticus)

nisma hayani, erina erina, darniati darniati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi Aspergillus sp pada paru-paru ayam kampung. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 paru-paru ayam kampung yang diambil secara acak dari rumah potong unggas (RPU) Peunayong Banda Aceh. Isolasi Aspergillus sp dilakukan sesuai dengan metode Thompson (1969). Sampel dicuci dengan aquades steril yang berisi antibiotik selanjutnya ditanamkan pada media Sabouraud’s Dextrose Agar (SDA) kemudian diinkubasikan pada suhu kamar selama 2-7 hari. Pertumbuhan morfologi Aspergillus diamati secara makroskopis. Koloni yang diduga Aspergillus sp diperiksa secara mikroskopis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Aspergillus sp dapat diisolasi pada 7 dari 12 sampel paru-paru. Dapat disimpulkan bahwa 58,33 % sampel paru-paru yang diperiksa positif terinfeksi Aspergillus sp dan 41,67 % bebas Aspergillus sp.

 

This study aimed to isolate Aspergillus sp from the lungs of native chicken. Samples used in this study were 12 chicken lungs taken randomly from the poultry slaughterhouse Peunayong Banda Aceh. Isolation of Aspergillus sp were done based on Thompson method (1969). The samples were washed with sterile aquadest containing antibiotics before implanted on Sabouraud’s Dextrose Agar (SDA), then incubated at room temperature for 2-7 day. The plate was observed from Aspergillus sp colony macroscopically and microscopically. Data were analyzed descriptive. The result of examination showed that Aspergillus sp can be isolated 7 out of 12 lungs. It can be concluded that 58,33% of the lungs samples infected with Aspergillus sp and 41,67% were free from Aspergillus sp.


Keywords


Aspergillus sp; paru-paru; ayam kampung (gallus domesticus), Aspergillus sp; lungs; native chiken (Gallus domesticus)

Full Text:

PDF

References


Dorland. 2012. Kamus Kedokteran. EGC, Jakarta.

Fadilah, R., dan A. Polana. 2011. Mengatasi 71 Penyakit Pada Ayam. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Fadilah, R., dan Fatkhuroji. 2013. Memaksimalkan Produksi Ayam Ras Petelur. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Gandjar, Indrawati, Sjamsuridzal, O. Wellyzar, dan Ariyanti.2006. Mikologi Dasar dan Terapan. Gramedia Pustaka, Jakarta.

Gautam, A.K and R. Bhadauria. 2012. Characterization of Aspergillus species associated with commercially stored triphala powder. African Journal Biotechnol. 11 (104): 16814-16823.

Gholib, D. 2005. Pengembangan teknik serologi untuk pemeriksaan aspergillosis ayam. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. 10(2). 143-149.

Gholib, D. dan Termudji. 2005. Kasus aspergillosis granuloma pada paru-paru Burung Emu (Dromacius novaehollandies). Jurnal Mikologi Kedokteran Indonesia. 6(1-2): 38-40.

Gholib, D., R.Z. Ahmad dan Istiana. 2004. Evaluasi hasil pemeriksaan laboratorium mikologi pada sampel bahan pakan, litter dan organ. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. 2(5): 776-781.

Hafsari, R.A dan I. asterina. 2013. Isolasi dan identifikasi kapang endofit dari tanaman obat surian (Toona sinensis). Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunang Gunung Djati Bandung, Bandung.

Handajani, N.S. dan T. Purwoko. 2008. Aktivitas ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galaga) terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus sp. penghasil aflatoksin dan Fusarium moniliforme. Biodiversitas. 9(5): 161-164.

Hartana, S.N. 2014. Keanekaragaman Cendawan yang Diisolasi di Lokasi Perkandangan Ayam. Skripsi. Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner. Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Hastiono, S. 1986. Hubungan antara tingginya populasi Aspergillus sp Patogenik pada pakan dan bahan-bahan lainnya dengan tingkat kejadian Aspergillosis pada unggas. Penyakit Hewan.18 (31): 49-53.

Karmana, O. 2007. Cerdas Belajar Biologi. Grafindo Media Pratama, Bandung.

Marchelinda, C. 2011. Kajian Histopatologi Paru-Paru Ayam Broiler Yang Diuji Tantang Virus Avian Influenza (H5n1) Setelah Pemberian Ekstrak Tanaman Sirih Merah (Piper crocatum). Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan.Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Pramono, S. U. 1987. Petunjuk Laboratorium Mikologi Veteriner. Pusat Antar Universitas IPB dan Lembaga Sumber Daya Informasi. IPB. Bogor.

Solihati, N., R. Idi, R. Setiawan, I. Y. Asmara dan B.I. Sujana. 2006. Pengaruh lama penyimpanan semen cair ayam buras pada suhu 5°C terhadap periode fertil dan fertilisasi sperma. Jurnal Ilmu Ternak. 6(1):7-11.

Tabbu, C.R. 2000. Penyakit ayam dan penanggulangannya. Kanisius, Yogyakarta.

Thompson, J.C. 1969. Techniques for the Isolation of the common pathogenic fungi. II. Air sampling, dilution plating and the ringworm fungi. Medium 2:110-120.

Tyasningsih, W. 2010. Potensi pakan sebagai sumber pencemaran Aspergillus Spp. penyebab Aspergillosis pada unggas. Vetenaria medika. 3(1): 31-34.

Wangge, E.S.A., D.N.Suprapta, dan G.N.A.Wirya. 2012. Isolasi dan identifikasi jamur penghasil mikotoksin pada biji kakao kering yang dihasilkan di Flores. J. Agric. Sci. and Biotechnol. 1(1): 39-47.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v1i4.4489

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.