GAMBARAN HISTOPATOLOGI PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA MENCIT (Mus musculus) MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) (Histophatological Finding of The Vulnus Incisivum Healing in Mice (Mus musculus) using Anredera cordifolia Leaf Extract)

Kemala Amita

Abstract


Penelitian ini bertujuan melihat gambaran histopatologi penyembuhan luka sayat pada mencit menggunakan ekstrak daun binahong. Hewan yang digunakan adalah mencit (Mus musculus) dengan berat 20-50 gram berumur 2-3 bulan dan berjenis kelamin jantan sebanyak 12 ekor. Mencit dibagi ke dalam  4 kelompok  perlakuan dengan 3 kali pengulangan.  Kelompok  pertama (K1) sebagai kontrol hanya diberikan  akuades.  Kelompok  dua (K2) yaitu diberikan perlakuan ekstrak daun binahong  5%. Kelompok  tiga  (K3) diberikan perlakuan ekstrak daun binahong 10%. Kelompok empat (K4) yaitu diberikan perlakuan ekstrak daun binahong 15% selama 14 hari.Pengambilan sampel jaringan kulit dilakukan setelah 14 hari, mencit di euthanasi dengan larutan eter. Bagian kulit yang dibuat luka sayat diinsisi, lalu difiksasi dengan larutan NBF 10% selama 2x24 jam. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Analisis Varian (ANAVA) dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil uji statistik menunjukkan jumlah proliferasi sel fibroblas pada K1; K2; K3; K4 masing-masing 8,11 ± 7,23; 12,89 ± 4,04; 6,89 ± 2,89; 6,78 ± 5,77 berbeda sangat nyata (P<0,01). Hasil uji skoring kerapatan kolagen pada K1; K2; K3; K4 masing-masing 1,86 ± 0,27; 1,77 ± 0,17; 2,03 ± 0,14; 2,12 ± 0,00 tidak berbeda nyata (P<0,05) pada masing-masing perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan pemberian ekstrak daun binahong 15% lebih baik dibandingkan pemberian akuades, ekstrak daun binahong 5%, dan 10% penyembuhan luka sayat pada mencit.

(This research is aimed to determine histopathology finding of the Vulnus Incisivum healing in mice using Anredera cordifolia leaf extract. Animals used were mice (Mus musculus) weighing 20-50 grams aged 2-3 months and 12 male. Mice were divided into 4 treatment groups with 3 repetitions. Group one (K1) as control is given aquadest. Group two (K2) is only given Anredera cordifolia leaf extract 5%. Group of three (K3) given Anredera cordifolia leaf extract 10%. Group of four (K4) that is given Anredera cordifolia leaf extract 15%. Skin tissue sampling was performed after 14 days, mice in euthanation with eter solution. The skin part of the Vulnus incisivum is cut, then fixed with 10% NBF solution for 2x24 hours. The data of the research were analyzed by using Variant Analysis (ANAVA) followed by Duncan test. Statistical test results on increasing the number of fibroblast cell proliferation in K1; K2; K3; K4 respectively 8.11 ± 7.23; 12.89 ± 4.04; 6.89 ± 2.89; 6.78 ± 5.77 is very significant (P <0.01). Results of statistical test of collagen density scores on K1; K2; K3; K4 respectively 1.86 ± 0.27; 1.77 ± 0.17; 2.03 ± 0.14; 2.12 ± 0.00 was not significantly different (P <0.05). Based on the results of the research can be concluded giving 15% binahong leaf extract better than giving aquadest, binahong leaf extract 5%, and 10%  of wound healing in mice).


Keywords


Vulnus Incisivum; Anredera cordifolia

Full Text:

PDF

References


Aini, Syifa Qurottu. 2014. Pengaruh Pemberian Salep Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) Terhadap Pembentukan Jaringan Granulasi Pada Luka Bakar Tikus Spague Dawley. Skripsi. Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta

Ardiana, T., A.R..P Kusuma, dan M. D. Firdausy. 2015. Efektifitas pemberian gel binahong (Anredera cordifolia) 5% terhadap jumlah sel fibroblast pada soket paca pencabutan gigi marmut (Cabia cobaya). ODONTO Dental Journal Vol 2 (1)

Ariani,suci., Lily Loho., Meilany F durry. 2014. Khasiat Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap Pembentukan Jaringan Granulasi dan Reepitelisasi Penyembuhan Luka Terbuka Pada Kelinci. Jurnal e-Biomedik volume 1(2):233-237

Febram, B.I., Wientarsih, dan B. Pontjo. 2010. Aktivitas Sediaan Salep Ekstrak Batang Pohon Pisang Ambon (Musa paradisiaca var sapientum) dalam Proses Persembuhan Luka pada Mencit (Mus musculus albinus). Majalah Obat Tradisional. Institut Pertanian Bogor, Bogor. 15 (3):121.

Igbinosa, O.O., Igbinosa E.O, and O.A. Aiyegoro. 2009. Antimicrobial Activity and phytochemical Screening of Stean Bark Extracts from Jatropha curcaas (Linn). African journal of pharmacy and pharmacology.Vol 3 (2). pp. 058-062

Kiernan, J.A. 1990. Histological and Histocemical methods: theory and Practice. 2nd ed. Pergamon Press, Oxford

Miladiyah, Isnatin dan Bayu Rizky Prabowo. 2012. Ethanolic extract of Anredera cordifolia(Ten.) Steenis leaves improved wound healing in guinea pigs.jurnal Volume 31 No 1. Universitas Islam Indonesia. Jakarta

Pradipta, I Gusti Ngurah Dwi Oka. 2010. Pengaruh Pemberian Propolis Secara Topikal Terhadap Migrasi Sel Poliformononuklear Pada Luka Sayat Tikus. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Jawa Timur

Rahayu, Fitri., Wiwit Ade FW., Wiwik Rahayu. 2013. Pengaruh Pemberian Topikal Gel Lidah Buaya (Aloe cinensis Baker) Terhadap Reepitelisasi Epidermis pada Luka Sayat Kulit Mencit (Mus musculus). Universitas Riau. Pekanbaru

Rimporok, Silvana., Billy J. Kepel., Krista V. Siagian. 2015. Uji Efektifitas Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) Terhadap Pertumbuhan Streptococcus mutans Secara In Vitro. Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 4(4):15-21 Fakultas Kedokteran UNSRAT.

Sumbayak, E.M . 2015. Fibroblas: Struktur dan Peranannya dalam Penyembuhan Luka. FK Universitas Kristen Krida. Jakarta

Titis, Muhammad., Enny Fachriyah., dan Dewi Kusrini. 2013. Isolasi, Identifikasi dan Uji Aktifitas Senyawa Alkaloid Daun Binahong (Anredera cordifolia(Tenore) Steenis). Universitas Diponegoro. Semarang

Umar, Ani., Dwi Krihariyani dan Diah Titik Mutiarawati. 2012. Pengaruh Pemberia Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Terhadap Kesembuhan Luka Infeksi Staphylococcus aureus pada Mencit.Jurnal Analisis Kesehatan Vol 1 no 2

Voigt, R. 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Diterjemahkan oleh Soendani N. S., UGM Press, Yogyakarta




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v1i3.4143

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.