UJI TOKSISITAS AKUT KONSENTRASI EKSTRAK AIR DAUN SERNAI (Wedelia biflora) YANG DIBERIKAN PER ORAL PADA MENCIT (Mus musculus) (Acute Toxicity Test of Sernai Leaves (Wedelia biflora) Water Extract Concentrations which Orally Administered in Mice (Mus musculus))

Rizki Efriyendi

Abstract


Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek toksisitas akut berbagai konsentrasi ekstrak air daun sernai yang diberikan secara peroral dengan satu kali pemberian pada mencit (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Kelompok kontrol negatif (P0) diberi akuades, kelompok P1, P2, P3, dan P4 berturut turut diberi ekstrak air daun sernai dengan konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 60%. Efek toksik pemberian konsentrasi ekstrak air daun sernai secara klinis ditentukan berdasarkan kriteria Loomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun sernai dengan konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 60% tidak menunjukkan adanya ketoksikan dan kematian pada mencit. Disimpulkan potensi ketoksikan akut sediaan uji ekstrak air daun sernai termasuk dalam kategori praktis tidak toksik.

(This study was aimed to determine acute toxicity effect of various concentrations of sernai leaves water extract which administered once orally in mice (Mus musculus). Completely Randomized Design (CDR) was used in this study with 5 treatment groups and 3 repetitions. As a negative control (T0), were only given aquadest, while the treatment groups of I (T1), II (T2), III (T3), and IV (T4) were given sernai leaves water extract with concentrations of 20%, 30%, 40% and 60% respectively. Identification toxic effects of sernai leaves water extract were determined based on Loomis criteria. The results showed that sernai leaves water extract with 20%, 30%, 40%, and 60% concentrations did not show any toxicity and death in mice. It was concluded that acute toxicity potential of sernai leaves water extract including practically non-toxic class.)


Keywords


acute toxicity test; sernai leaves; mice

Full Text:

PDF

References


Alfaida, S.M. Suleman, dan M. Nurdin. 2013. Jenis-jenis tumbuhan pantai di desa Pelawa Baru Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong dan pemanfaatannya sebagai buku saku. Jurnal E-Jipbiol.1(1): 19-32.

Ali, A.H.A., Rinidar, T. Armansyah, Rosmaidar, A. Harris, dan Dasrul. 2016. Potensi ekstrak air daun sernai (Wedelia biflora) sebagai antinyeri pada mencit (Mus musculus). Jurnal Medika Veterinaria. 10(2): 137-140.

Amaliyah, F.R. 2015. Uji Toksisitas Subkronik Ekstrak Air Daun Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) terhadap Berat Jantung dan Histologi Jantung Tikus Putih (Rattus norvegicus) Betina. Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Ariesari, R.A. 2016. Potensi Ekstrak Metanol Daun Sernai (Wedelia biflora) sebagai Antipiretik pada Mencit (Mus musculus). Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Azhyumardi. 2015. Uji Analgesik Fraksi Etil Asetat Daun Sernai (Wedelia biflora) pada Mencit (Mus musculus). Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Crongquist, A. 1981. An Integrated System of Clasification of Flowering Plants. Columbia University, New York.

Departemen Kesehatan. 2009. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Eliawardani. 2015. Uji aktivitas ekstrak daun sernai (Wedelia biflora) sebagai antitripanosoma pada tikus putih (Rattus norvegicus). Jurnal Medika Veterinaria. 9(1): 30-32.

Fanani, R. 2009. Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Dewandaru (Eugenia uniflora L.) Per Oral pada Tikus Galur Sprague Dawley. Laporan Akhir Penelitian Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Fitri, R.J. 2016. Potensi Ekstrak Metanol Batang Sernai (Wedelia biflora) sebagai Antipiretik pada Mencit (Mus musculus). Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Ginting, B. 2012. Antifungal activity of essential oils some plants in Aceh Province against Candida albican. Jurnal Natural. 12(2): 18-22.

Hasballah, K., Murniana, dan A. Azhar. 2006. Aktivitas antibakteri dan antifungi dari tumbuhan Wedelia biflora. Jurnal Kedokteran Yarsi. 14(1): 38-45.

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia.Jilid III. Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Departemen Kehutanan, Jakarta.

Ibrahim, M., A. Anwar, dan N.I. Yusuf. 2012. Uji Lethal Dose 50% (LD50) Poliherbal (Curcuma xanthorriza, Kleinhovia hospita, Nigella sativa, Arcangeisia flava dan Ophiocephalus striatus) pada Heparmin®terhadap Mencit (Mus musculus). Research & Development. PT Royal Medicalink Pharmalab, Makassar.

Isa, M., Rinidar, dan T. Armansyah. 2007. Aktivitas Antiplasmodium Ekstrak Methanol Daun Sernai (Wedelia biflora) terhadap Plasmodium falciparum secara in vitro. Laporan Penelitian. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Isa, M., Rinidar, dan T. Armansyah. 2008. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Aktif Dari Daun Sernai (Wedelia biflora) sebagai Antiplasmodium Secara in vivo. Laporan Penelitian. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Isa, M. 2014. Identifikasi kandungan senyawa kimia pada Wedelia biflora dan uji bioaktivitasnya sebagai anti Plasmodium berghei. Jurnal Medika Veterinaria. 8(1): 51-55.

Jenova, R. 2009. Uji Toksisitas Akut yang Diukur dengan Penentuan LD50 Ekstrak Herba Putri Malu (Mimosa pudica L.) terhadap Mencit BALB/C. Laporan Akhir Penelitian Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang.

Karira P.G., G.M. Rukunga, A.W. Wannyonvi, F.M. Muregi, J.W. Gathirwa, dan S.A. Omar. 2004. Anti-plasmodial activity and toxicity of extract of plants used in traditional malaria therapy in Mern and Kifili Districts of Kenya. Journal Ethnopharmacol. 34(1):160-168.

Karossi, A.T. 2000. Development of Bioactive Compounds Potential for Pharmaceuticals Approriate for Indonesian Research Institut. Prosiding Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia XVII. Puslitbang Kimia Terapan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta.

Khotimah, S.N. dan A. Muhtadi. 2017. Review Artikel: Beberapa tumbuhan yang mengandung senyawa aktif antiinflamasi. Farmaka. 4(4): 1-17.

Loomis, T.A. 1978. Essential of Toxicology. 3rd edition. Lea & Febiger, Philadelpia.

Lu, F.C. 1995. Toksikologi Dasar Asas, Organ Sasaran, dan Penilaian Risiko. Edisi II. UI Press, Jakarta.

Manggung, R.E.R. 2008. Pengujian Toksisitas Akut Lethal Dose 50 (LD50) Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) pada Mencit (Mus Musculus Albinus). Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat.

Mansuroh, F. 2013. Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Kulit Akar Ginseng Kuning (Rennelia elliptica Korth.) terhadap Mencit (Mus musculus). Laporan Akhir Penelitian Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Program Studi Farmasi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Mawaddah, R.D., F. Meutia, Sofia, dan H. Yusuf. 2013. The acute toxicity of methanolic extract of Eurycoma longifolia Jack roots and histopathologic changes of rat vital organs. International Research Jounal of Pharmaceutical and Applied Sciences. 3(3):13-17.

Miles, D.H. 1990. Cotton boll weevil antifeedant activity and antifungal activity (Rhizoctonia and Pythiumultimum) of extracts of steam of Wedelia biflora. Agricultural and Food Chemistry Journal. 39(1):1691-1694.

Mubdi, R. 2015. Potensi Ekstrak Metanol Daun Sernai (Wedelia biflora) sebagai Analgesik pada Mencit (Mus musculus) Dibandingkan Ibuprofen. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Naini, A. 2004. Uji toksisitas akut ekstrak daun Psidium guava Linn. (daun jambu biji) terhadap mencit (Mus musculus). Indonesian Journal of Dentistry. 11(2):63-65.

Ngatidjan. 2006. Toksikologi: Racun, Keracunan, dan Terapi Keracunan. Bagian Farmakologi & Toksikologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Niezen, J.H., T.S. Waghorn, W.A.G. Charleston, dan G.C.Waghorn. 1995. Growth and gastrointestinal nematode parasitism in lambs grazing either lucerne (Medicago sativa) or sulla (Hedysarum coronarium) which contains condensed tannins. Journalof Agricultural Science. 125 (2): 281-289.

Ningsih, F. 2010. Kandungan Flavonoid Kulit Kayu Mahoni (Swietenia macrophylla King.) dan Toksisitas Akutnya terhadap Mencit. Skripsi. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Rahmatia, A.R. 2016. Potensi Ekstrak Metanol Batang Sernai (Wedelia biflora) sebagai Analgesik pada Mencit (Mus musculus). Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Rinidar, M. Isa, dan Sugito. 2005. Pengaruh Pemberian Infusa Daun Sernai terhadap Peradangan Reaksi Alergi. Laporan Penelitian. Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Rinidar, T. Armansyah, dan T.A. Putri. 2014. Potensi ekstrak air daun sernai (Wedelia biflora) sebagai antipiretik pada mencit (Mus musculus) dibandingkan para amino fenol dan asam salisilat. Jurnal Medika Veterineria. 8(2): 147-151.

Saleem, M. 2009. Lupeol, a novel anti-inflammatory and anti-cancerdietary triterpene. Journal Cancer Letters. 285:109-115.

Soemirat, J. 2005. Toksikologi Lingkungan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Sunarno, B. 1992. Flora Taman Nasional Gede Pangrango Herbarium Bogoriense. Puslitbang Biologi LIPI, Bogor.

Tjitrosoepomo, G. 2007. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Wahyono, W. Subagus, H. Lukman, Nurlaila, dan A. Dhoni. 2006. Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanolik Terstandard Buah Kemukus (Piper cubeba Lf). Laporan Penelitian. Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Weil, C.S. 1952. Tables for convenient calculation of median-effective dose (LD50 or ED50) and instructions in their use. Biometrics. 8(1): 249-263.

Wirasuta, I.M.A.G. dan K. Suadarmana. 2007. Analisis toksikologi klinik: tantangan baru bagi farmasi Indonesia. Acta Parmaceutica Indonesia. 32(2): 59-62.

Yoganandam, G.P., R. Growri, D. Biswas. 2009. Evaluation of Wedelia biflora (Linn) D.C. for anthelmintic and antimicrobial activity. Journal of Pharmacy Research. 2(3): 375-377.

Yuniritha, E. 2013. Uji Toksisitas Akut Sirup Zink Ekstrak Ikan Bilih (Mystacoleuseus padangensis) terhadap Mencit Galur Swiss. Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Kesehatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang, Padang.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v1i3.3934

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.