KADAR TOTAL PROTEIN PLASMA PADA AYAM BROILER YANG DIBERI SUBSTITUSI FERMENTASI TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) DALAM PAKAN KOMERSIAL

Muhammad Amin, Zuhrawaty NA, Herrialfian Herrialfian

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh substitusi fermentasi tepung daun kelor (Moringa oleifera) pada pakan komersial terhadap kadar total protein plasma ayam broiler. Dalam penelitian ini digunakan 20 ekor ayam broiler yang dibagi ke dalam 4 kelompok perlakuan, yang masing–masing terdiri atas 5 ekor. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah. Kelompok kontrol (P0) diberikan 100% pakan komersial, kelompok P1 diberikan 95% pakan komersial dan 5% fermentasi tepung daun kelor, kelompok P2 diberikan 92,5% pakan komersial dan 7,5% fermentasi tepung daun kelor, dan kelompok P3  diberikan 90% pakan komersial dan 10% fermentasi tepung daun kelor. Perlakuan pakan diberikan  selama 15 hari. Pengambilan darah dilakukan pada hari ke-16 dari vena brachialis. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kadar total protein plasma secara spektrofotometri dengan alat Bio System A-15. Rata–rata kadar total protein plasma (g/dl) yaitu kelompok kontrol (P0): 7,02±0,91, P1: 7,50±0,73, P2: 7,16±0,23, dan P3: 7,26±1,02. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi pakan komersial dengan fermentasi tepung daun kelor 5-10% selama 15 hari tidak pengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar total protein plasma ayam broiler.

Full Text:

PDF

References


Astuti, D.A., D.R. Ekastuti, dan Firdaus. 2005. Manfaat daun kelor (Moringa oleifera) sebagai pakan ayam pedaging. Pros. Seminar Nasional Pengembangan Usaha Peternakan Berdaya Saing di Lahan Kering. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Ganong, W.F. 2000. Fisiologi Kedokteran. (diterjemahkan oleh: Adrianto, P.). Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Handayani, W. dan A.S. Haribowo. 2008. Buku ajar asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem hematologi. Salemba Medika, Jakarta.

Horne, M.M. 2000. Keseimbangan Cairan, Elektrolit, dan Asam–asam. (Diterjemahkan oleh: Indah Nurmala Dewi. Edisi ke - 2. EGC, Jakarta.

Kaneko J.J., Harvey J.W., Bruss M.L. 1997. Clinical Biochemistry of Domestic Animals. 5th edition. Academic Press Inc, New York.

Kompiang, I.P., A.P. Sinurat, S. Kompiang, S. Purwadaria and J. Dharma. 1994. Nutritional value of protein enriched cassava: Casapro. Ilmu dan Peternakan. 7(2): 22-25.

Latimer, K.S., E.A. Mahaffey, and K. Weingardt. 2003. Duncan and Prasse’s Veterinary Laboratory Medicine: Clinical Pathology. 4th ed, lowa State University Press, Blackwell publishing Company, Ames, Lowa.

Makkar, H.P.S. and K. Bekker. 1996. Nutritional value and antinutritional components of whole and ethanol extracted moringa oleifera leaves. Anim. Feed Sci. and Tech. 63:211-228.

Maryuni, S.S. dan C.H. Wibowo. 2005. Pengaruh kandungan lisin dan energi metabolis dalam ransum yang mengandung ubi kayu fermentasi terhadap konsumsi ransum dan lemak ayam broiler. Jurnal Indon Trop Anim Agric. 30(1):26-33.

Pearce, E.C. 2009. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Pond, W. G., D.C. Church & K. R. Pond. 1995. Basic Animal Nutrition and Feeding. 4th Edition. John Wiley and Sons, New York.

Rasyaf, M. 2006. Manajemen Peternakan Ayam. Swadaya, Jakarta.

Saleh, E. dan J. Dwi NSYP. 2005. Pengaruh pemberian tepung daun katuk terhadap performans ayam broiler. Jurnal Agribisnis Peternakan. 1(1):14-16.

Sánchez, N.R. 2006. Moringa oleifera and Cratylia argentea: Potential Fodder Species for Ruminants in Nicaragua. PhD Thesis. Swedish University of Agricultural Science, Uppsala, Swedia.

Scott, M.L., M.C. Nesheim and R.J. Young. 1982. Nutrition of The Chiken. New York: Ithaca.

Sinurat, A.P., T. Pur wadaria, J. Rosida, H. Surachman, H. Hamid, dan I.P. Kompiang. 1998. Pengaruh suhu ruang fermentasi dan kadar air substrat terhadap nilai gizi produk fermentasi lumpur sawit. JITV. 3(4):225−229.

Sinurat, A.P., I.A.K. Bintang, T. Purwadaria, dan T. Pasaribu. 2001. Pemanfatan lumpur sawit untuk ransum unggas: 2. Lumpur sawit kering dan produk fermentasinya sebagai bahan pakan itik jantan yang sedang tumbuh. JITV. 5(2):28−33.

Sinurat, A.P., T. Purwadaria, M.H. Togatorop, dan T. Pasaribu. 2002. Pemanfaatan bioaktif tanaman sebagai “Feed Additive” pada ternak unggas: Pengaruh pemberian gel lidah buaya atau ekstraknya dalam ransum terhadap penampilan ayam pedaging. JITV. 8(3):139–145.

Situmorang, N.A., L.D. Mahfudz, dan U. Atmomarsono. 2013. Pengaruh pemberian tepung rumput laut (Gracilaria verrucosa) dalam ransum terhadap efisiensi penggunaan protein ayam broiler. Animal Agriculture. 2(2):49-56.

Sjofjan, O. 2008. Efek penggunaan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dalam pakan terhadap penampilan produksi ayam pedaging. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. 649-656.

Soetanto, H., E. Marhaeniyanto, dan S. Chuzaemi. 2011. Penerapan teknologi suplementasi berbasis daun kelor dan molases pada peternakan kambing rakyat. Buana Sains. 11(1):25-34.

St-Pierre, N.R., B. Cobanov, and G. Schnitkey. 2003. Economic losses from heat stress by US livestock industries. Journal Dairy Sci. 86:E52-E77.

Swenson M.J. 1984. Duke’s Physiology of Domestic Animals. 10th edition. Cornell University Press, London.

Wahju, J. 1997. Ilmu Nutrisi Unggas. Edisi ke-4 Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Wina, E. 2005. Teknologi pemanfaatan mikroorganisme dalam pakan untuk meningkatkan produktivitas ternak ruminansia di Indonesia: sebuah review. Jurnal Wartazoa. l5(4):173-186.

Yaman, M.A., Zulfan dan A. Saputra. 2009. Respon pertumbuhan ayam lokal pedaging terhadap suplementasi protein isolasi biji-bijian (PIB) dan perbedaan level protein ransum. Agripet. 9(2):55-61.

Yunilas. 2005. Performans ayam broiler yang diberi berbagai tingkat protein hewani dalam ransum. Jurnal Agribisnis Peternakan. 1(1):22-26.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v1i3.3394

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.