ISOLASI BAKTERI Staphylococcus aureus PADA IKAN ASIN TALANG-TALANG (Scomberoides commersonnianus) DI KECAMATAN LEUPUNG KABUPATEN ACEH BESAR (The Isolation of Staphylococcus aureus Bacteria on Talang-Talang Salted Fish (Scomberoides commersonnianus) in Leupung, Aceh Besar)

Khofifu Riski

Abstract


 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya kontaminasi bakteri Staphylococus aureus pada ikan asin talang-talang yang dijual di Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar. Sampel yang digunakan  adalah  ikan asin talang-talang berjumlah 8 sampel dari 8 pedagang. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi. Lokasi yang diambil merupakan jalan raya yang sering dilewati kendaraan seperti sepeda motor dan mobil, sehingga mudah dijangkau oleh  konsumen yaitu lintas jalan Banda Aceh-Melaboh. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kontaminasi bakteri Staphylococcus aureus pada sampel pedagang 2, 3, 4, dan 5 sedangkan pada sampel 1, 6, 7, dan 8 terdapat kontaminasi bakteri Staphylococcus sp dan Bacilus. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan 4 dari 8 sampel ikan asin yang diperiksa 50 % tercemar bakteri Staphylococcus aureus.

Kata kunci:ikan asin, Staphylococcus aureus, kontaminasi

ABSTRACT

The aims of this research is to isolateStaphylococcus aureus that is contaminated on talang-talang salted fish that sold in Leupung, Aceh Besar. The sampel used is this research were 8 talang-talang salted fish in Puloet village, Leupung.The sampling method is done by considering the location. The location was taken as a highway that is often impassable to vehicles such as motorcycles and cars, making it easily accessible by consumers is a cross road between Banda Aceh and Meulaboh. The data obtaimed was analysed descriptively. This result of indicate that there are Staphylococcus aureus bacterial contamination in samples merchant 2, 3, 4, and 5,while on samples 1, 6, 7, and 8 there are contamination of Bacilus sp. and Staphylococcus sp. Based on the data obtained can be concluded 4 of 8 samples of salted fish examined 50% contaminated bacteria Staphylococcus aureus.

Key word:salted fish, Staphylococcus aureus, contamination


Full Text:

PDF

References


Adwayah, R. 2011. Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Bumi Aksara: Jakarta.

Afrianto,E dan E.Liviawati. 1989. Pengawetan dan Pengolahan Ikan. Kaninus: Yogyakarta.

Andriyani, D. 2005. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Halofilik dari Ikan Asin.Skripsi.Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Carter, G.R. 1987. Essentials of Veterinary Bakteriology and Micology.3rd ed. Lea and Febriger, Philadelphia.

Dewi,A.K. 2013. Isolasi, Identifikasi dan uji sensitivitas Staphylococcus aureus terhadap Amoxicillin dari sampel susu kambing peranakan ettawa penderita mastitits di wilayah Girimulyo,Kulonprogo, Yogyakarta. Jurnal Sain Veteriner. 31(2):138-150.

Febriyanti,D.,R.S.Pujianti, dan Khoiron. 2015. Total Plate Count danStaphylococccus aureus pada Ikan Asin Manyung (Arius Thallasinus) di TPI Puger Kabupaten Jember. Skripsi. Universitas Jember, Jember.

Hadiyanto, J. 2011. Ketahanan panas isolat lokal Staphylococcus aureus.Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Hasanah, R. 2013. Isolasi dan identifikasi bakteri dari produk fermentasi telur ikan tambakan (Helostoma temminckii C.V).Jurnal Ilmu Perikanan Tropis. 19(1):40-44.

Majid,A., T.W.Agustini, dan L.Rianingsih. 2014. Pengaruh perbedaan konsentrasi garam terhadap mutu sensori dan kandungan senyawa volatil pada terasi ikan teri (stolephorus sp). Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. 3(2):17-24.

Mandal,B.K., E.G.L. Wilkins, dan E.M.Dunbar. 2006. Lecture Notes on Infectious Diseases (Diterjemahkan oleh Juwalita Surapsari). Erlangga: Jakarta.

Palupi, K.T., M.W. Adiningsih, T. Sunartatic, U. Afiff, dan T. Purnawarman.2010. Pengujian Staphylococcus aureus pada daging beku yang dilalulintaskan melalui pelabuhan penyeberangan Merak.Majalah Ilmu Kehewanan Indonesia. 11(1):9-14.

Rahayu, N.P.N., R. Kawuri, dan N.L. Suriani. Keberadaan staphylococcus aureus pada sosis tradisional (urutan) yang beredar di pasar tradisional di Denpasar, Bali.Jurnal simbiosis.2(1):147- 157.

Rinto, E., E. Arafah, dan S.B. Utama. 2009. Kajian keamanan pangan (formalin, garam dan mikrobia) pada ikan sepat asin produksi Indralaya. Jurnal Pembangunan Manusia. 8(2):20-25.

Salosa,Y.Y. 2013.Uji kadar formalin, kadar garam dan total bakteri ikan asin tenggiri asal Kabupaten Sarmi Provinsi Papua.JurnalDepik. 2(1):10-15.

Shulman, S.T. 1994. The Biology & Clinical Basis of Infectious DiseaseI, Fourth Edition. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

Susianawati, R. 2006. Kajian Penerapan GMP dan SSOP pada Produk Ikan Asin Kering Dalam Upaya Peningkatan Keamanan Pangan di Kabupaten Kendal.Tesis.Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Semarang.

Wardani,R.I dan S.A.Mulasari. 2016. Identifikasi formalin pada ikan asin yang di jual di kawasan pantai teluk penyu Kabupaten Cilacap.JurnalKesmas. 10(1): 15-24.

WHO. 2005. Foodborne Disease: a Focus for Health Education.(Diterjemahkan oleh Andry Hartono)EGC: Jakarta.

Yulisa,N.,E.Asni, dan M.Azrin. 2014. Uji ikan asin formalin pada ikan asin gurami di pasar tradisional Pekanbaru. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Kedokteran. 1(2):1-12.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v1i3.3378

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.